Hubungan AS-Turki Mencair: Washington Restui Lisensi Ekspor Mesin GE F110 Untuk Jet Tempur KAAN

Dinamika hubungan politik dan pertahanan antara Amerika Serikat dan Turki menunjukkan sinyal pemulihan yang signifikan pasca diselenggarakannya KTT NATO di Ankara. Setelah sempat memicu polemik terkait kepemilikan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia—yang berujung pada dikeluarkannya Turki dari program F-35—pemerintahan Donald Trump kini memberikan lampu hijau atas penjualan lisensi ekspor mesin jet turbofan General Electric (GE) F110.
Mesin buatan Amerika Serikat tersebut disiapkan sebagai dapur pacu utama untuk menyokong fase produksi massal jet tempur generasi kelima buatan dalam negeri Turki, KAAN.
Direktur Utama Turkish Aerospace Industries (TAI), Mehmet Demiroglu, menegaskan dalam taklimat media di ajang Farnborough Airshow 2026, bahwa lisensi ekspor mesin F110 telah resmi disetujui Kongres AS pada 9 Juli lalu setelah melewati batas waktu peninjauan tanpa adanya keberatan resmi dari para pembuat undang-undang di Washington.
Meski sempat mendapat kritik dari beberapa politisi senior AS terkait jaminan kebijakan luar negeri, langkah lisensi ini memuluskan rencana Turki untuk memboyong sebanyak 80 unit mesin GE F110 guna mendayagunakan jet tempur KAAN dalam tahap produksi serial bagi Angkatan Udara Turki (Turk Hava Kuvvetleri).
Demi Jet Tempur Stealth KAAN, Turki Mohon ke AS untuk Bisa Memproduksi Mesin GE F110
Sebelumnya, Turki telah mengamankan 10 unit mesin F110 yang dialokasikan khusus untuk merakit dan menguji armada prototipe KAAN. Dengan keluarnya izin ekspor resmi dari pemerintah AS, TAI memproyeksikan pengiriman gelombang pertama dari 80 unit mesin tersebut akan dimulai pada tahun 2027. Jadwal ini dinilai sangat tepat waktu mengingat proses produksi massal KAAN diperkirakan baru akan bergulir sekitar dua setengah tahun mendatang, sehingga siap mendukung pemenuhan target pengiriman perdana unit jet tempur stealth tersebut ke Angkatan Udara Turki pada tahun 2028.
Gawat! Kongres AS Blokir Mesin GE F110 KAAN, Pesanan Jet Tempur Stealth Indonesia Terancam Molor
Mesin GE F110—yang juga terbukti andal menjadi dapur pacu jet tempur F-16 Viper dan F-15EX—akan bertindak sebagai solusi daya interim bagi KAAN. Pemasangan mesin buatan AS ini dijadwalkan berlangsung hingga mesin turbofan nasional buatan dalam negeri Turki, TEI TF35000, selesai dikembangkan dan siap beroperasi secara penuh pada kisaran tahun 2032.
Sejak penerbangan perdana prototipe pertamanya pada Februari 2024, program KAAN terus menunjukkan progres pesat. Selain kontrak pengadaan awal 20 unit untuk kebutuhan domestik, jet tempur masa depan Turki ini juga telah mengantongi pasar ekspor perdana, termasuk kesepakatan akuisisi 48 unit oleh Indonesia pada Juni 2026. (Gilang Perdana)



● Ralat : KF-21 Boromae menggunakan mesin varian F414-GE-400 yang dikembangkan bersama oleh General Electric dan Hanwha Aerospace
@Minimi : Banyak drama dengan KF-21
Mulai dari tkenologi inti, dugaan spionase, pembayaran dan lainnya
Berbeda cerita dengan KAAN
KAAN adalah pesur Gen 5, sedangkan KF-21 adalah Gen 4.5
Dari pemberitaan, tahap awal pengembangan KAAN akan menggunakan mesin GE F110, lalu untuk produksi masal menggunakan mesin TF6000/TF35000/TF10000 hasil pengembangan Turki untuk menghindari embargo
KF-21 dicela, KAAN dipuja. Padahal sama2 ada komponen AS nya 😃
Indonesia kemungkinan 50:50 untuk melanjutkan negosiasi KAAN
50% Indonesia akan melanjutkan negisiasi KAAN lebih disebabkan kesamaan mesin KAAN dengan KF-21 Boromae yang kemungkinan juga akan dimiliki oleh TNI AU dimasa datang dan juga ketertarikan Indonesia memiliki pespur Gen 5
Lalu 50% lainnya Indonesia harus berpikir ulang, lebih dikarenakan ITAR (International Traffic in Arms Regulations)
ITAR sendiri adalah hukum kontrol ekspor Pemerintah Amerika, yang artinya pihak ke 3 akan lebih dibatasi kewenangannya secara spesfik untuk menjaga kerahasiaan komponen, teknologi dan juga sebagai alat untuk mengontol negara pembeli/pengguna alusista dari Amerika seperti KF-21 dan KAAN
Maju mundurnya Indonesia di project KFX/IFX (KF-21) lebih disebabkan dibatasinya teknologi inti dari project tersebut
Dari yang asalnya diawal kita akan memproduksi sendiri hingga berakhir dengan hanya sebagai pembeli
Didalam dunia militer, Amerika saat ini hampir menguasi teknologi hampir disemua lini industri militer
Hanya sedikit negara yang hampir 100% alusistanya terkandung 100% komponen dan teknologi hasil sendiri
Bahkan Amerika juga melakukan ancaman kepada dunia dengan aturan CATSA untuk membatasi ruang gerak Rusia dalam dunia militer