Operasi Tempur Perairan Dangkal: Exail Pasok Sistem Pemburu Ranjau Ringan Berbasis RHIB

Menjawab tantangan infiltrasi bawah air yang kian kompleks di kawasan pesisir dan pelabuhan, salah satu kekuatan Angkatan Laut di Eropa resmi memperkuat armada peperangan ranjaunya. Perusahaan teknologi pertahanan terkemuka asal Perancis, Exail, mengumumkan perolehan kontrak untuk memasok tiga unit sistem Penanggulangan Ranjau (Mine Countermeasures/MCM) taktis ringan yang dirancang untuk dapat digelar secara cepat (rapidly deployable) dari perahu karet taktis Rigid-Hulled Inflatable Boat (RHIB).
Pengadaan sistem MCM portabel ini menjadi jawaban atas kebutuhan taktis satuan pembersih ranjau (mine clearance) dan tim penjinak bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) untuk mengidentifikasi sekaligus menetralisir ranjau laut secara kilat tanpa harus menunggu kedatangan kapal pemburu ranjau utama (MCM Vessel) yang berukuran besar. Kontrak ini sekaligus menegaskan keandalan teknologi otonom Exail dalam mendukung pengamanan akses maritim strategis di wilayah perairan yang dipenuhi ancaman.
Secara teknis, setiap sistem yang dipasok terintegrasi pada wahana RHIB sepanjang 9,5 meter yang mengadopsi pilar teknologi UMIS milik Exail. Perahu taktis ini dikonfigurasi secara khusus untuk membawa kombinasi dari tiga unit kendaraan bawah air (underwater vehicles), yang terdiri dari wahana identifikasi ranjau Seascan dan drone pemburu ranjau tipe kamikaze K-Ster.
Untuk mendukung jalannya operasi, RHIB pemburu ranjau ini turut dilengkapi dengan konsol kendali drone (drone piloting console), sistem peluncuran dan penarikan khusus (launch-and-recovery berth), serta sistem pemosisian akustik dan komunikasi bawah air canggih Gaps USBL besutan Exail.
KRI Pulau Raas 722 (Kondor Class) Gelar Latihan Anti Kapal Selam dengan Ranjau Laut Puspenerbal
Otak dari sistem pertahanan modular ini digerakkan oleh perangkat lunak Umisoft buatan Exail. Hebatnya, berkat otomatisasi tingkat tinggi, seluruh rangkaian deteksi hingga destruksi ranjau ini hanya membutuhkan tiga orang kru saja untuk beroperasi.
Dimensinya yang kompak dan berarsitektur modular membuat sistem ini sengaja dioptimalkan untuk beroperasi di perairan yang sangat dangkal (very shallow waters) serta lingkungan dengan infrastruktur terbatas—titik-titik kritis di mana kapal perang permukaan berbobot besar mustahil untuk melintas. Integrasi ini secara drastis memangkas jejak logistik pergerakan pasukan di lapangan.
🚨 Exail Technologies • $EXA (racheté par Thales • $HO) annonce livrer en Europe 3 systèmes légers de lutte contre les mines sous-marines. Ils se composent de drones SEASCAN, permettant l’identification de la mine, ainsi que de drones K-STER consommables, neutralisant la mine. pic.twitter.com/WRNhiUibgQ
— Investax. News, Analyse fondamentale & Fiscalité (@Investaxx) July 15, 2026
Meskipun kontrak awal ini berfokus pada kombinasi Seascan dan K-Ster, pihak pabrikan menegaskan bahwa arsitektur terbuka pada RHIB MCM ini bersifat future-proof. Di masa mendatang, platform ini dapat menggotong muatan alternatif sesuai kebutuhan misi, seperti drone bawah air otonom A9-M AUV, wahana kendali jarak jauh R7 ROV, hingga drone udara (UAV) taktis berukuran kecil.
Fleksibilitas tinggi dari skala platform besar hingga perahu intervensi cepat (RHIB) ini membuat pasukan komando laut dapat menggelar sensor dan efektor sedekat mungkin dengan episentrum ancaman di garis depan. (Bayu Pamungkas)


