Kendali Drone Langsung di Mata: BAE Systems Luncurkan Proyek Helm Tempur Intuity di Farnborough Airshow

Karakter pertempuran udara masa depan dipastikan bergeser menempatkan jet tempur berawak sebagai pusat komando taktis pertempuran (combat command centre). Konsekuensinya, pilot tempur masa kini dituntut untuk memproses limpahan data taktis yang jauh lebih padat dari berbagai sumber sekaligus.
Menjawab tantangan tersebut, raksasa pertahanan asal Inggris, BAE Systems, bersiap meluncurkan demonstrator helm penerbang tempur generasi terbaru yang diberi nama Project Intuity pada ajang bergengsi Farnborough International Airshow pekan depan (20–24 Juli 2026).
Sebagai pionir teknologi tampilan penerbangan (flight display) selama lebih dari enam dekade, BAE Systems merancang Project Intuity bukan sekadar sebagai pelindung kepala biasa, melainkan sebuah sistem modular canggih yang berfungsi sebagai testbed (wahana uji coba).
Helm ini mengintegrasikan berbagai teknologi canggih untuk menyaring dan menyajikan informasi paling krusial secara jernih langsung di dalam ruang pandang alami (field of view) penerbang. Langkah ini diambil guna meminimalkan beban kerja pilot (pilot workload), mendongkrak kesadaran situasional (situational awareness), serta mempercepat pengambilan keputusan yang percaya diri di mandala taktis yang kompleks.
#News: We will unveil the future of fighter pilot helmet technology at Farnborough International Airshow this month. Visitors will be able to experience our Project Intuity™ helmet-mounted system demonstrator at our stand in Hall 5, from July 20-24.
Learn more:… pic.twitter.com/IzQC3EvFwJ
— BAE Systems, Inc. (@BAESystemsInc) July 14, 2026
Salah satu lompatan teknologi paling radikal dari Project Intuity adalah kemampuannya untuk memfasilitasi pilot dalam memimpin dan mengendalikan armada pesawat nirawak atau jajaran drone (loyal wingman) langsung dari atas kokpit di udara. Sistem arsitektur helm yang fleksibel ini memungkinkan integrasi berbagai teknologi terobosan baru maupun yang sudah teruji, termasuk eksplorasi optik tampilan (display optics) yang lebih tajam hingga sistem pelacak pergerakan mata penerbang (eye tracking).
Sebagai integrator sistem berpengalaman, BAE Systems memastikan bahwa pengembangan helm ini menjawab seluruh siklus kebutuhan pilot, mulai dari aspek proteksi, performa, hingga cara berinteraksi secara ergonomis dengan sistem avionik pesawat.
Jerman Ikuti Inggris, Adopsi Striker II HMD untuk Kesadaran Situasional Pilot Eurofighter Typhoon
Andrew Macklin-Smith, Product Line Director untuk Helmet-Mounted Displays di BAE Systems Electronic Systems, menjelaskan bahwa di masa depan, pilot harus mampu mengomandoi armada drone di langit dengan kendali yang mulus. Melalui Project Intuity, BAE Systems menyatukan ekosistem tersebut agar informasi mengalir tanpa membuat penerbang kewalahan akibat beban kognitif berlebih.
Prototipe helm masa depan ini dijadwalkan tampil perdana ke publik di stan BAE Systems (Hall 5) sepanjang pameran kedirgantaraan Farnborough 2026, sebelum nantinya proyek pematangan sistem ini dilanjutkan di fasilitas manufaktur utama perusahaan yang berbasis di Rochester, Inggris. Pengembangan ini memperkuat rekam jejak panjang BAE Systems yang telah mengoperasikan lebih dari 1.000 unit helmet-mounted display (HMD) tempur di sepuluh negara di dunia. (Bayu Pamungkas)


