Makin Bongsor, Boeing Perluas Sayap UCAV Siluman MQ-28 Ghost Bat untuk Gotong Rudal AMRAAM Internal

Boeing menggebrak panggung pameran dirgantara ILA Berlin Air Show di Jerman dengan meluncurkan cetak biru kemampuan tempur terbaru dari drone intai-tempur siluman (stealth) andalan mereka, MQ-28 Ghost Bat. Berbeda dari purwarupa awal yang terlihat ringkas, peta jalan (roadmap) teknologi mutakhir yang dikembangkan bersama Angkatan Udara Australia (RAAF) ini memamerkan perubahan fisik yang drastis.
Baca juga: AU Australia Perpanjang Usia Jet Tempur F/A-18F Super Hornet Hingga Satu Dekade Mendatang
Boeing sengaja memperbesar ukuran fisik drone ini guna mengubahnya menjadi sebuah platform UCAV kelas berat dengan jangkauan tempur (combat reach) yang jauh lebih luas, kapasitas muatan mematikan, serta fleksibilitas taktis yang siap ditawarkan secara agresif kepada negara-negara sekutu global.
Lompatan performa paling radikal pada evolusi MQ-28 ini terletak pada desain aerodinamika sasisnya, di mana Boeing memperluas bentang sayap (wingspan) pesawat tanpa awak ini hingga lebih dari 25 persen dari ukuran aslinya. Perubahan masif pada sayap ini otomatis mendongkrak bobot tinggal landas maksimum (Maximum Take-Off Weight) Ghost Bat dari yang semula hanya 10.000 pon menjadi 12.000 pon (sekitar 5,4 ton) dengan kapasitas muatan berguna (useful load) menembus lebih dari 4.500 pon.
Ruang ekstra pada sayap raksasa baru ini memungkinkan MQ-28 menampung tambahan 2.000 pon bahan bakar dan sensor intai, yang secara drastis memperpanjang radius operasi di udara atau memberikan kebebasan bagi operator untuk menyeimbangkan antara daya tahan terbang (endurance) dengan persenjataan berat sesuai kebutuhan misi di lapangan.
✅ >25% larger wing
✅ Increased fuel and payload capacity
✅ Beyond Line of Sight capability
✅ Internal weapons stations for greater mission configurabilityMQ-28 Ghost Bat enhancements deliver flexibility, range and capacity advancements.
More: https://t.co/IPZLUy5Qub pic.twitter.com/7EK5fUD11h
— Boeing Australia (@BoeingAustralia) June 10, 2026
Sisi ofensif dan tingkat letalitas Ghost Bat dengan tubuh bongsornya ini juga mengalami perombakan total lewat integrasi dua kompartemen senjata internal (internal weapons bays) siluman di sisi kanan dan kiri lambungnya. Demi menjaga profil rendah keterbacaan radar (low observability), kompartemen internal ini dirancang modular dan sanggup menyembunyikan dua pucuk rudal udara-ke-udara jarak jauh AIM-120 AMRAAM atau hingga empat bom pintar berpemandu presisi Small Diameter Bomb (SDB).
Tidak berhenti di situ, untuk misi-misi tempur terbuka di mana aspek siluman tidak terlalu krusial, Boeing juga menyediakan opsi tambahan berupa tiga titik cantelan senjata eksternal (external hardpoints), menjadikan drone masa depan ini sebuah platform penyerang yang sangat fleksibel dan mematikan dalam skenario pertempuran udara modern.
Now you see me, now I’m gone.
Stealth has been validated on the MQ-28 Ghost Bat through radar cross section testing, confirming it’s harder to detect and better able to operate in contested airspace.
Learn more: https://t.co/vall9VZpLm pic.twitter.com/gDZyBHY5PP
— Boeing Defense (@BoeingDefense) June 2, 2026
Selain peningkatan fisik, Boeing menyuntikkan sistem komunikasi mutakhir berupa jaringan Beyond Line of Sight (BLOS). Kehadiran tautan data BLOS ini meruntuhkan batasan jarak kontrol konvensional, memungkinkan operator memegang kendali penuh atas MQ-28 dari jarak tanpa batas, baik dikomandoi langsung dari kokpit jet tempur berawak di udara, stasiun kendali darat, hingga dari atas kapal perang komando milik Angkatan Laut. Fleksibilitas ini disempurnakan oleh arsitektur perangkat lunak terbuka berstandar Government Reference Architecture yang membuat sistem otonomi, muatan sensor, serta konfigurasi hidung modular pesawat dapat dibongkar pasang dengan cepat guna memfasilitasi masuknya teknologi dari pihak ketiga, sekaligus menjamin interaktivitas tinggi (interoperability) saat beroperasi bersama aset-aset tempur sekutu.
MQ-28 just went international! 🌏✈️
Three flights from Point Mugu proved rapid allied deployment, autonomous ops and payload integration — paving the way toward exportable uncrewed capability. pic.twitter.com/TpvvLtfnZ0
— Boeing Defense (@BoeingDefense) May 27, 2026
Terkait status perkembangannya saat ini, proyek ambisius yang awalnya dikenal sebagai Airpower Teaming System (ATS) ini terus bergerak maju ke arah kesiapan tempur riil. Hingga saat ini, Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) tercatat telah memesan total 13 unit MQ-28A Ghost Bat dari Boeing Defence Australia untuk fase pengembangan, pengujian penerbangan, serta validasi taktik militer.
Proses penyerahan unit purwarupa tahap awal telah berjalan secara bertahap di fasilitas produksi dalam negeri Australia guna menjalani serangkaian uji coba integrasi sistem otonom. Berdasarkan target terbaru dari Kementerian Pertahanan Australia, armada drone pendamping jet tempur (Loyal Wingman) F-35A dan F/A-18F Super Hornet ini dijadwalkan dapat mencapai status operasional awal (Initial Operational Capability) pada akhir dekade 2020-an atau sekitar tahun 2029 hingga 2030, menjadikannya salah satu pionir teknologi Collaborative Combat Aircraft (CCA) pertama di dunia yang resmi masuk dinas militer aktif. (Gilang Perdana)
Lolos Tiga Uji Penerbangan Operasional di Pasifik, Drone ‘Loyal Wingman’ MQ-28 Ghost Bat Unjuk Gigi


