Lolos Tiga Uji Penerbangan Operasional di Pasifik, Drone ‘Loyal Wingman’ MQ-28 Ghost Bat Unjuk Gigi

Drone tempur (UCAV) buatan Boeing, MQ-28 Ghost Bat, sukses merampungkan tiga rangkaian uji coba penerbangan operasional kritis di atas Samudra Pasifik, tepatnya di Point Mugu Sea Range, California, Amerika Serikat. Rangkaian pengujian teranyar di wilayah udara sekutu ini menandai operasi internasional perdana bagi sang “Kelelawar Hantu” di luar pangkalan asalnya di Australia, sekaligus menjadi validasi krusial terhadap keandalan sistem otonom serta interoperabilitasnya saat dioperasikan dari basis militer sekutu.

Baca juga: Angkatan Laut India Kembangkan “Abhimanyu”: Drone Loyal Wingman untuk Jet Tempur MiG-29K

Keberhasilan uji coba di pantai barat Amerika Serikat ini bukan sekadar pencapaian teknis biasa bagi Boeing dan Angkatan Udara Australia (RAAF), melainkan sebuah langkah penetrasi pasar yang sangat strategis guna mempercepat realisasi target ekspor global dari proyek kemitraan pertahanan bilateral bernilai tinggi antara Amerika Serikat dan Australia.

Dikembangkan mula-mula oleh Boeing Australia di bawah program Loyal Wingman, MQ-28 Ghost Bat dirancang dengan filosofi sebagai Wahana Udara Tempur Kolaboratif (Collaborative Combat Aircraft / CCA) yang bertugas mendampingi pesawat tempur berawak generasi kelima seperti F-35 Lightning II, F/A-18E/F Super Hornet, maupun pesawat intai maritim P-8A Poseidon.

Dari spesifikasi teknis, drone tempur dengan desain steatlh ini memiliki dimensi panjang badan sekitar 11,7 meter dan rentang sayap mencapai 7,3 meter, menjadikannya cukup kompak namun mematikan. Ditenagai oleh satu mesin turbofan komersial, Ghost Bat sanggup melesat hingga kecepatan subsonik tinggi dengan jarak jangkauan terbang yang luar biasa fantastis, yakni melampaui 3.700 kilometer (2.000 mil laut). Kemampuan jarak jauh ini sengaja disuntikkan agar drone mampu mengimbangi radius operasi pesawat tempur utama sekutu dalam misi penetrasi mendalam ke wilayah udara musuh yang dijaga ketat oleh sistem hanud jenuh.

Keunggulan mutlak yang membuat MQ-28 Ghost Bat menjadi komoditas panas di pasar ekspor adalah arsitektur desainnya yang mengusung konsep hidung modular yang dapat dibongkar pasang dengan cepat (interchangeable nose cone). Bagian hidung pesawat sepanjang 2,6 meter ini menyediakan ruang internal dengan kapasitas muatan yang besar untuk dipasangi berbagai paket sensor taktis sesuai kebutuhan misi, mulai dari perangkat perang elektronik (electronic warfare), radar canggih bukaan sintetis (SAR), hingga sensor optik inframerah (IRST).

Dengan sistem otonom berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang telah tervalidasi dalam uji coba di Point Mugu, Ghost Bat mampu bertindak sebagai mata dan telinga terdepan untuk mendeteksi ancaman, mengalihkan perhatian radar musuh, atau bahkan melakukan serangan kinetik, sehingga secara drastis mengurangi risiko fatal kehilangan nyawa bagi para pilot manusia yang menerbangkan pesawat induk di lini belakang.

Kesuksesan tiga uji penerbangan di langit California ini secara de facto menempatkan konsorsium Boeing dan Australia di posisi terdepan dalam perlombaan teknologi pesawat tempur masa depan yang murah namun efisien (cost-effective solution). Sebagai platform modular yang diproduksi massal dengan biaya jauh lebih murah ketimbang jet tempur konvensional, Ghost Bat menawarkan solusi bagi negara-negara Barat untuk melipatgandakan kekuatan udaranya (force multiplier) tanpa perlu menguras anggaran pertahanan secara ekstrem. (Gilang Perdana)

Helikopter Serang AH-64E Apache Inggris Bakal Terintegrasi dengan Drone ‘Loyal Wingman’ dari Anduril UK

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *