Ujung Tanduk Proyek FCAS: Jerman Ditawari Tinggalkan Perancis untuk Gabung Aliansi GCAP (Inggris-Italia-Jepang)

Aliansi pertahanan udara global kembali diguncang kabar besar. Pemerintah Inggris dilaporkan secara resmi membuka pintu bagi Jerman untuk bergabung dalam program jet tempur generasi keenam, Global Combat Air Programme (GCAP). Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian yang terus menyelimuti proyek tandingan Eropa, FCAS (Future Combat Air System), yang melibatkan Jerman, Prancis, dan Spanyol.

Baca juga: Masa Depan Proyek FCAS Terancam, Dassault dan Airbus Defence Berbeda Pandangan Soal ‘Porsi Kerja’

Informasi mengenai tawaran ini pertama kali mencuat melalui laporan internal dari pejabat senior Kementerian Pertahanan Inggris (UK Ministry of Defence) dan dikonfirmasi secara implisit oleh Perdana Menteri Inggris dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi di London pada pertengahan Desember 2025.

Tawaran ini disebut sebagai upaya Inggris untuk “mempersatukan kekuatan udara Eropa” di bawah satu payung teknologi yang lebih stabil, mengingat perkembangan proyek GCAP yang dianggap lebih pesat dibandingkan pesaingnya.

Inggris, bersama dengan dua mitra utama GCAP lainnya—Italia dan Jepang—menawarkan Jerman posisi sebagai “Mitra Inti” (Core Partner). Detail tawaran tersebut mencakup beberapa poin strategis, di antaranya Jerman ditawari porsi pengerjaan pada sistem avionik dan sistem misi, bidang di mana industri pertahanan Jerman unggul melalui perusahaan seperti Hensoldt dan Airbus Germany.

Meski Tidak Mudah, Inggris, Italia dan Jepang Mencari Negara Mitra Baru dalam Global Combat Air Program (GCAP)

Selain itu Jerman dapat mengintegrasikan kebutuhan spesifik mereka (seperti kemampuan membawa senjata nuklir sesuai mandat NATO) langsung ke dalam desain dasar GCAP. Berbeda dengan konflik di FCAS di mana Perancis sangat protektif terhadap rahasia teknologi mereka, GCAP menawarkan skema berbagi kekayaan intelektual yang lebih setara di antara para mitra.

Sebagai catatan, kerja sama Jerman dan Prancis dalam proyek FCAS telah lama didera masalah serius, seperti konflik antara Dassault Aviation (Perancis) dan Airbus (mewakili Jerman) mengenai siapa yang memegang kendali utama desain pesawat (Lead Contractor). Ditambah masalah lain, Perancis menginginkan pesawat yang kompatibel dengan kapal induk (carrier-borne), sementara Jerman hanya membutuhkan pesawat berbasis darat.

Selain itu, terdapat perbedaan pada visi ekspor, Jerman seringkali memiliki kebijakan ekspor senjata yang lebih ketat dibandingkan Perancis, yang sering memicu ketegangan dalam potensi penjualan ke pihak ketiga.

https://www.indomiliter.com/perancis-inginkan-porsi-80-persen-saham-jerman-tetap-pada-kesepakatan-awal-proyek-fcas-terancam-bubar/

Dampak Bagi Aliansi GCAP (Inggris, Italia, Jepang)
Jika Jerman bergabung, GCAP akan menjadi blok pertahanan udara terkuat di luar Amerika Serikat. Jepang dikabarkan menyambut baik kemungkinan ini karena akan menambah basis pendanaan dan memperluas pasar di Eropa. Italia, yang memiliki hubungan industri erat dengan Jerman (seperti dalam proyek Eurofighter), juga melihat ini sebagai langkah logis.

Namun, pengamat memperingatkan bahwa masuknya Jerman bisa menambah birokrasi dalam pengambilan keputusan, mengingat saat ini aliansi tiga negara tersebut (Inggris-Italia-Jepang) sudah berjalan sangat harmonis.

Italia Tuding Inggris Tak Mau Berbagi Teknologi Kunci, Indikasi Pecah Kongsi Dalam Pengembangan GCAP?

Salah satu pendorong utama mengapa tawaran Inggris sangat masuk akal bagi Jerman adalah ketergantungan kedua negara pada ekosistem Eurofighter Typhoon. Saat ini, Jerman, Inggris, dan Italia adalah pengguna utama sekaligus produsen Typhoon. Jika Jerman memilih bergabung dengan GCAP, proses transisi dari pesawat generasi keempat ke generasi keenam akan jauh lebih mulus secara teknis dan logistik.

Langkah Inggris ini adalah “pukulan telak” bagi ambisi otonomi strategis Perancis. Jika Jerman benar-benar menyeberang ke GCAP, proyek FCAS terancam kolaps, dan Perancis kemungkinan harus mendanai pengembangan jet tempur generasi keenam mereka sendiri atau mencari mitra baru. (Gilang Perdana)

FCAS Krisis! CEO Dassault: “Perancis Sanggup Kembangkan Jet Tempur Generasi Ke-6 Tanpa Jerman”

4 Comments