Tantang Dominasi AS, Cina Diprediksi Miliki Enam Kapal Induk di 2035

Pentagon kembali merilis peringatan strategis mengenai kecepatan luar biasa pembangunan kekuatan Angkatan Laut Cina (PLA Navy). Dalam laporan tahunan yang memantau perkembangan militer Cina, Departemen Pertahanan Amerika Serikat memproyeksikan bahwa Beijing akan memiliki sedikitnya enam kapal induk pada tahun 2035, mempertegas ambisinya untuk menjadi kekuatan laut global yang setara dengan Amerika Serikat.

Baca juga: Cina Tampilkan Uji Coba EMALS Kapal Induk Fujian: Jet Tempur J-15, J-35, dan AEW&C KJ-600 Sukses Lepas Landas

Laporan ini bersumber dari dokumen bertajuk “Military and Security Developments Involving the People’s Republic of China” yang dirilis secara rutin oleh Pentagon. Analisis ini didorong oleh data intelijen pertahanan yang menunjukkan bahwa Cina tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga pada lompatan teknologi drastis di setiap kapal induk baru yang mereka luncurkan.

Para analis senior di Pentagon mencatat bahwa Cina saat ini telah memiliki angkatan laut terbesar di dunia dalam hal jumlah kapal perang. Dengan arsenal mencapai 370 unit saat ini, angka tersebut diprediksi akan melonjak menjadi 435 unit pada tahun 2030.

Peluang Cina untuk mewujudkan proyeksi enam kapal induk ini dinilai sangat besar oleh para ahli. Kuncinya terletak pada kapasitas galangan kapal domestik mereka yang luar biasa. Cina memiliki beberapa galangan kapal terbesar di dunia, seperti Jiangnan Shipyard di Shanghai dan Dalian Shipbuilding Industry Company.

https://www.indomiliter.com/kapal-induk-cina-pecundangi-f-35c-luncurkan-jet-tempur-siluman-shenyang-j-35-dengan-sistem-emals/

Kecepatan produksi Cina sering digambarkan sebagai “fantastis” oleh para pengamat militer Barat. Galangan kapal Cina memiliki kemampuan untuk membangun kapal perang modern dengan waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan galangan kapal di Amerika Serikat atau Eropa. Hal ini dimungkinkan karena sistem integrasi industri sipil-militer yang masif, di mana galangan kapal yang membangun kapal kargo raksasa juga digunakan untuk memproduksi kapal perang secara paralel.

Saat ini, Cina telah mengoperasikan tiga kapal induk, yaitu Liaoning (Type 001), Shandong (Type 002), dan yang terbaru serta paling canggih, Fujian (Type 003). Kapal induk Fujian menjadi tonggak sejarah karena merupakan kapal induk pertama Cina yang menggunakan sistem ketapel elektromagnetik (EMALS), teknologi yang sebelumnya hanya dimiliki oleh kapal induk Ford class milik Angkatan Laut AS.

Terungkap! Kapal Induk Cina Liaoning Dilengkapi IRST, Perangkat Deteksi Sasaran Udara Anti Jamming

Spekulasi dan “gosip” di kalangan intelijen sumber terbuka (OSINT) menyebutkan bahwa pembangunan kapal induk keempat (Type 004) telah dimulai di Jiangnan. Banyak pihak meyakini bahwa Type 004 akan menjadi kapal induk pertama Cina yang bertenaga nuklir. Jika benar, ini akan memberikan jangkauan operasional yang tidak terbatas, memungkinkan armada Cina untuk berpatroli jauh di luar kawasan Pasifik.

Membangun enam kapal induk dalam waktu 10-15 tahun ke depan adalah target yang masuk akal bagi Beijing karena tiga alasan utama, yakni anggaran pertahanan yang stabil, kurva pembelajaran yang cepat, dan ekosistem pendukung. Selain kapal induk, Cina secara bersamaan membangun kapal perusak Type 055 (Renhai class) yang dianggap sebagai salah satu kapal permukaan paling kuat di dunia sebagai pengawal utama grup tempur kapal induk (carrier strike group).

Laporan Pentagon ini menegaskan bahwa dominasi Angkatan Laut AS di Pasifik sedang menghadapi tantangan paling serius sejak Perang Dunia II. Dengan target enam kapal induk pada 2035, Cina tidak hanya ingin mengamankan klaimnya di Laut Cina Selatan atau Taiwan, tetapi juga bersiap untuk memproyeksikan kekuatan di Samudera Hindia dan wilayah global lainnya. (Bayu Pamungkas)

Ikon Baru Kekuatan Maritim Asia, Kapal Induk Fujian Resmi Beroperasi

4 Comments