Selain Brasil, Thailand, Korea Selatan dam Taiwan, Amerika Serikat ternyata masih gigih untuk mempertahankan operasional jet tempur legendaris F-5 Tiger. Tentunya bukan sebagai jet tempur utama, melainkan sampai saat ini keberadaan F-5 masih terus dipertahankan sebagai pesawat latih bagi Angkatan Laut dan Korps Marinir Amerika Serikat. Pesawat produksi Northrop Grumman ini pun mendapat tempat ‘abadi’ sebagai pesawat lawan (aggressor) dalam latihan tempur udara. (more…)
Dengan telah ditemukannya badan kapal selam KRI Nanggala 402 yang berada di kedalaman 838 meter, Pemerintah Indonesia kini tengah berusaha untuk dapat mengangkat bagian kapal selam KRI Nanggala dari dasar laut. Jelas bukan perkara mudah, pasalnya posisi keberadaan kapal selam ada di kedalaman yang ekstrem. (more…)
Dalam misi SAR terhadap hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali, Amerika Serikat diwartakan akan memberikan bantuan, yaitu dengan mengirimkan pesawat intai maritim tercanggih di dunia, Boeing P-8A Poseidon. Punya kemampuan menjalankan misi anti kapal selam (AKS), kali ini dalam misi SAR, kemapuan AKS Poseidon akan dimanfaatkan untuk mencari keberadaan KRI Nanggala 402. (more…)
Hanya berselang 3 hari dari insiden intercept P-8A Poseidon AL AS oleh Sukhoi Su-35 Rusia di atas Laut Mediterania, hari Jumat (7/6/2019) ketegangan antara Washington dan Moskow kembali terjadi, kali ini mengambil lokasi di Laut Cina Timur, dua kapal perang AS dan Rusia dilaporkan nyaris bertabrakan. Insiden di perairan internasional ini melibatkan USS Chancellorsville (CG-62), yaitu kapal penjelajah Ticonderoga Class dengan kapal perusak Admiral Vinogradov (Udaloy Class). (more…)
Entah mungkin karena sedang sepi promosi dan butuh sensasi, pada 4 Juni 2019 terjadi ketegangan di langit Laut Mediterania. Pangkal musababnya adalah sebuah pesawat intai maritim P-8A Poseidon yang beroperasi di bawah komando Armada ke-6 AL Amerika Serikat, di intercept oleh sebuah Sukhoi Su-35C Super Flanker. Tidak tanggung-tanggung, pencegatan dilaporkan hingga 3x dalam waktu 175 menit. Sontak insiden ini mendapat respon keras dari pihak AS, terutama Armada Ke-6 US Navy. Selain penuh provokasi di wilayah internasional, apa yang dilakukan Su-35 mengancam keselamatan penerbangan. (more…)
Terlanjur punya predikat sebagai “Polisi Dunia,” tentu bukan perkara mudah bagi armada AL Amerika Serikat untuk siap hadir di seluruh penjuru dunia. Tekanan ekonomi yang memangkas anggaran pertahanan, ditambah ofensif serta menguatnya militer Cina, menjadi tantangan yang harus dihadapi para Pemangku Kebijakan Anggaran di Pentagon. (more…)
Nama kapal induk USS Carl Vinson (CVN-70) dan jet tempur F/A-18 Hornet sepertinya kian lekat dalam ingatan orang Indonesia. Setelah indisen Bawean pada tahun 2003 yang melibatkan F-16 Skadron Udara 3 TNI AU, belum lama berselang pada 21 April lalu, pihak US Navy menerbitkan kabar bahwa sebuah jet tempur F/A-18E Super Hornet yang berbasis di kapal induk USS Carl Vinson jatuh di Laut Sulawesi, wilayah perbatasan antara Indonesia dan selatan Filipina. Pesawat kelompok Carrier Air Wing 2 ini jatuh saat melakukan pendekatan final sebelum mendarat di dek kapal induk tersebut. Pilot selamat setelah melontarkan diri (eject). (more…)
Menyongsong visi sebagai World Class Navy, tentu menjadi kebanggaan saat TNI AL mampu menghadirkan perwakilan kekuatannya dalam ajang latihan perang laut terbesar di dunia. Di tahun 2014, untuk pertama kalinya TNI AL ikut dalam ajang RIMPAC (Rim of Pacific Exercise) di perairan Hawaii, AS. Kala itu TNI AL mengirim LPD (Landing Platform Dock) KRI Banda Aceh 593, lengkap berikut pasukan Marinir dengan tank amfibi LVTP-7. (more…)
Walau dalam film Battleship (2012), USS Sampson luluh lantak oleh serangan alien, namun dalam pencarian korban kecelakaan kapal terbang Air Asia, kapal perang destroyer berbobot 9.200 ton ini mendapat sorotan berkat kesuksesannya dalam misi pencarian ini. Banyaknya jumlah korban yang berhasil di evakuasi USS Sampson dinilai karena ukuran kapal itu cukup besar, bahkan jadi kapal perang bertonase terbesar dalam misi pencarian di Selat Karimata. Dengan tonase yang jumbo, wajar bila Sampson lebih bisa menahan gelombang yang tingginya mencapai 3-5 meter di lokasi pencarian Air Asia QZ8501. (more…)