Banyak yang mengira bahwa ranpur (kendaraan tempur) amfibi milik Korps Marinir ini tidak akan kembali lagi ke Indonesia, maklum penugasan ranpur APC beroda ban 8×8 ini begitu lama di wilayah operasi. Namun, ada kabar baik bagi Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) yang pada tanggal 10 November 2025, telah menerima kembali 12 unit BTR-80A setelah 16 tahun dioperasikan dalam mendukung misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). (more…)
Meski hanya mengoperasikan dalam jumlah terbatas, TNI rupanya bakal mengirimkan kendaraan tempur (ranpur) terbarunya, yakni Pandur II 8×8 IFV (Infantry Fighting Vehicle) atau disebut Pindad Cobra 8×8 guna memperkuat Batalyon Mekanis (Yonmek) Pasukan Penjaga Perdamaian PBB dalam misi United Nations Interim Force (UNIFIL) di Lebanon. (more…)
Ikut dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) sudah bukan hal baru bagi KRI Sultan Iskandar Muda 367 (SIM 367). Namun, ada yang sedikit berbeda pada penugasan kali ini, saat memberlakukan peran jaga perang melintasi zona merah internasional, korvet Diponegero class ini nampak dilengkapi jenis senjata baru. (more…)
Dalam waktu dekat, TNI AL akan memberangkatkan korvet Diponegoro Class, KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367) menuju Lebanon dalam Satgas Maritim (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-M UNIFIL. Dan seperti sebelumnya, korvet TNI AL yang dikirim ke Lebanon kali ini juga akan membawa satu unit helikopter. Dan yang kali ini dibawa KRI SIM 367 adalah AS565 MBe Panther yang belum lama menjadi arsenal Puspenerbal. (more…)
Ketika ledakan super dahsyat terjadi di kawasan Pelabuhan Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020), sebagian netizen akan teringat pada keberadaan kapal perang TNI AL yang ditugaskan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dimana secara berotasi, TNI AL mengirimkan kapal perangnya untuk mendukung operasi Pasukan Perdamaian PBB. Meski ledakan disebut setara 1/5 bom atom Hiroshima, namun patut disyukuri posisi korvet KRI Sultan Hasanuddin 366 ternyata berada jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara). (more…)
Dikarenakan menurunnya kemampuan teknis helikopter NBO-105, diantaranya tidak mampu melaksanakan “recognised maritime picture” (RMP) yang dibutuhkan sebagai informasi yang akan di share ke armada patroli Maritime Task Force (MTF) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), menjadikan TNI harus memikirkan pengganti helikoper ringan twin engine yang melekat sebagai sistem senjata armada terpadu pada korvet TNI AL di Lebanon. (more…)
Di tengah keterbatasan alutsista, sejak 2009 Indonesia secara rutin mengirimkan kapal perangnya yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Secara bergantian korvet-korvet TNI AL bergabung dengan kapal perang dari Bangladesh, Brazil, Jerman, Turki dan Yunani dalam MTF UNIFIL. Dan menedukung kehadiran elemen kapal perang, setiap misi korvet TNI AL selalu didukung dengan satu unit helikopter. (more…)
Banyak hal menarik dari sosok PKR (Perusak Kawal Rudal) RE Martaditana Class (aka – SIGMA Class 10514). Dari aspek desain misalnya, struktur frigat ini yang modular dan bernuansa stealth membuat kagum setiap mata yang memandang. Terlebih lagi, ini pertama kali galangan PT PAL dipercaya membangun kapal kombatan bertonase besar (2.400 ton) dengan teknologi tinggi. Yang menarik lagi, pada struktur bagian belakang terdapat hanggar dengan pintu teleskopik yang dirancang mampu memuat helikopter kelas medium.
Keberadaan Anoa APC (Armoured Personnel Carrier) 6×6 menjadi komponen utama dalam struktur Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis TNI AD. Dengan ranpur lapis baja ini, gerak laju pasukan infanteri dapat lebih aman dari risiko terjangan proyektil lawan, karena sekujur bodi Anoa telah dilapisi material anti peluru Level III, menjadikan awak dan penumpangnya terlindungi dari serangan peluru kaliber 7,62 mm. Meski begitu, justru posisi juru tembak (gunner) yang rawan mendapat serangan. (more…)
KRI Frans Kaisiepo 368, satu dari empat korvet SIGMA Class andalan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL, dikabarkan mengalami kerusakan saat dalam perjalanan menuju lokasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. KRI Frans Kaisiepo 368 direncanakan akan mengambil peran sebagai pengganti KRI Sultan Hasanuddin 366 yang telah bertugas di wilayah pencarian sejak 4 Januari lalu. (more…)