Faktanya, bukan perkara mudah untuk mengakuisisi pesawat intai dengan kemampuan peringatan dini atau kondang disebut Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Sebagai buktinya, sejak Minimum Essential Force II bergulir pada periode 2015 – 2019, realisasi pengadaan pesawat AEW&C yang telah dicanangkan akan dibeli Indonesia, tak kunjung menuai kontrak apa pun. (more…)
Bagi Ukraina, militer Rusia adalah ancaman besar. Dan ketika Rusia memiliki drone kombatan dengan kemampuan stealth, maka tiada pilihan, bahwa Ukraina harus mengembangkan drone sejenis untuk bisa mengimbangi drone Stealth Sukhoi S-70 Okhotnik. Dan bukan sebatas rancangan, lebih serius industri dirgantara Ukraina yang digawangi mantan petinggi Antonov, telah merilis desain berupa full mockup dari drone stealth yang disebut Ace One. (more…)
Di luar kelaziman, ternyata Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) ternyata telah memilih truk taktis – heavy duty truck rancangan bekas negara Uni Soviet. Meski yang dibeli merupakan truk produksi Ukraina, yang notabene kini menjadi sekutu dekat AS dan NATO, namun tak bisa dikesampingkan produk-produk lansiran Ukraina masih kental dengan cita rasa Soviet dan Rusia. (more…)
Spesifikasi dan tampilan drone yang satu ini nampak biasa-biasa saja, bahkan jenis drone intai sejenis ini sudah bisa diproduksi oleh perusahaan swasta di Indonesia. Namun, ada cerita tersendiri pada A1-SM “Fury,” pasalnya wahana ini merupakan drone intai pertama produksi perusahaan swasta di Ukraina. Bukan itu saja, Furry juga sudah berstatus battle proven, lantaran sering dioperasikan militer Ukraina dalam konflik bersenjata di Donbass. (more…)
Jarak antara Indonesia dan Nigeria jelas terpaut sangat jauh, namun, untuk urusan alutsista rupanya ada sedikit kesamaan ‘pilihan,’ yaitu sama-sama mengoperasikan ranpur amfibi BTR-4 buatan Ukraina. (more…)
Ada kesamaan harapan antara Indonesia dan Ukraina, yaitu sama-sama tengah mengembangkan drone kombatan dengan kualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance). Bila Indonesia tengah menyiapkan prototipe drone “Elang Hitam,” maka Ukraina juga telah merilis apa yang disebut “Sokil (Falcon) 300.” Baik Sokil 300 dan Elang Hitam statusnya masih berwujud full mockup. (more…)
Pasca pecah kongsi dan terlibat konflik perbatasan dengan Rusia, maka pilihan bagi Ukraina adalah merapat ke Amerika Serikat dan Barat. Selain arah politik yang berubah, haluan alutsista juga butuh ‘penyesuaian,’ dimana mayoritas persenjataan Ukraina masih lansiran eks Uni Soviet. Terkhusus di matra udara, Ukraina tak bisa lagi berharap banyak pada jet tempur jadul yang jenisnya sama dengan milik Rusia. (more…)
Tentu Anda masih ingat dengan rudal anti kapal RK-360MC Neptune buatan Ukraina, pasalnya pada akhir Desember 2020, media lokal Ukraina santer mengabarkan bahwa telah ada kesepakatan dari Indonesia untuk mengakusisi rudal yang tupoksinya sebagai sistem pertahanan pesisir tersebut. Meski kabar itu belum mendapat konfirmasi dari Kementerian Pertahanan RI, namun, belum lama ada kabar lanjutan tentang Neptune. (more…)
Keberadaan drone Baykraktar TB2 rupanya menjadi isu antara Turki dan Rusia. Hal itu diungkapkan setelah adanya pernyataan dari Duta Besar Rusia untuk Turki Alexei Yerhov, yang menyatakan kekhawatiran atas penggunaan drone Bayraktar TB2 oleh Ukraina. Seperti diketahui, antara Rusia dan Ukraina terlibat konflik di wikayah Krimea pada tahun 2014 lalu. (more…)
Sudah lama armada helikopter Mil Mi-2 tidak terlihat mengudara, pasalnya di dekade awal 2000-an, helikopter ringan berdesain oldskul ini turut meramaikan arsenal Polri dan Puspenerbal TNI AL, malahan Mi-2 yang dioperasikan Direktorat Kepolisian Udara, sebagian nampak masih terparkir rapih di hanggar Bandara Pondok Cabe, Tangerang, Banten. Rupanya tampang jadoel Mi-2 tak menjadikannya ditinggalkan. (more…)