Cetak Sejarah Dunia, Ratu Suthida Sukses Terbangkan Jet Tempur Gripen Solo di Surat Thani

Sebuah catatan sejarah penerbangan militer yang sangat langka dan belum pernah terjadi sebelumnya baru saja tercipta di kawasan Asia Tenggara. Pada 8 Oktober 2026, Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana (48) dari Thailand mengukir prestasi mencengangkan dengan sukses menyelesaikan penerbangan solo pertamanya (first solo flight) menggunakan jet tempur supersonik Saab JAS 39C Gripen.

Baca juga: Thailand Resmi Akuisisi Empat Unit Gripen E/F Senilai US$596 Juta, Total Pesanan Mencapai 12 Unit

Aksi bersejarah ini dilangsungkan dari pangkalan udara Angkatan Udara Kerajaan Thailand (Royal Thai Air Force / RTAF) Wing 7 yang berada di Provinsi Surat Thani. Pengalaman ini semakin istimewa karena jet tempur yang dipiloti oleh Sang Ratu adalah varian JAS 39C, yang merupakan pesawat tempur berkursi tunggal (single-seater).

Ini berarti Ratu Suthida mengendalikan penuh jet tempur supersonik modern tersebut sendirian di kokpit tanpa pendampingan instruktur di belakangnya. Di darat, Raja Maha Vajiralongkorn menyaksikan langsung detik-detik lepas landas hingga pendaratan mulus sang Ratu di landasan Wing 7 Surat Thani, sebelum menyambutnya dengan buket bunga dan menyematkan lencana kehormatan Golden Gripen Order.

Pencapaian ini menobatkannya sebagai ratu berkuasa pertama di dunia yang berhasil menerbangkan pesawat jet tempur secara solo. Di tingkat global maupun regional, sangat jarang ada figur kerajaan—terutama seorang penguasa monarki yang tidak berlatar belakang militer konvensional sejak awal—mampu mencapai kualifikasi tertinggi hingga diizinkan menerbangkan jet tempur generasi 4.5 canggih secara mandiri.

Pencapaian langka ini tidak didapatkan secara instan, melainkan buah dari kedisiplinan dan proses pelatihan yang sangat panjang serta ketat. Sejak memulai perjalanan kedirgantarannya pada tahun 2010, Ratu Suthida telah mengumpulkan akumulasi rekor lebih dari 1.188 jam terbang lintas wahana.

Perjalanannya menuju kokpit Gripen melibatkan ratusan jam simulasi penerbangan tingkat lanjut (flight simulator), latihan penanganan kegagalan sistem darurat, adaptasi gaya gravitasi tinggi (G-force), hingga serangkaian penerbangan evaluasi bertahap bersama instruktur senior RTAF menggunakan varian latih dua kursi (JAS 39D) sebelum akhirnya dinyatakan benar-benar layak (cleared) terbang solo.

Angkatan Udara Thailand Pertama Kali Gelar Latihan Take off and Landing Gripen di Jalan Raya

Sebagai catatan latar belakang, Ratu Suthida sendiri memang memiliki rekam jejak kedirgantaraan yang kuat sebelum menduduki takhta. Beliau pernah bertugas di Korps Perwira Khusus Kerajaan dan mengantongi kualifikasi kemiliteran di bidang penerbangan transport serta helikopter, yang kemudian ditingkatkan secara konsisten hingga menembus ranah penerbangan tempur taktis.

Pengoperasian Saab JAS 39C Gripen sendiri menuntut keahlian kognitif dan fisik yang luar biasa, mengingat jet tempur asal Swedia ini dirancang untuk kelincahan tinggi, avionik terintegrasi canggih, serta kecepatan supersonik yang membebani fisik pilot secara ekstrem. Kemampuan Ratu Suthida menjinakkan varian single-seater ini menunjukkan dedikasi personal yang mendalam terhadap dunia pertahanan udara yang selama ini didominasi oleh penerbang militer profesional pria.

Dengan berhasil dilaksanakannya penerbangan solo ini, Ratu Suthida tidak hanya mencatatkan namanya dalam buku sejarah penerbangan dunia, tetapi juga resmi mengukuhkan dirinya sebagai Lady Gripen kebanggaan Thailand. Aksi luar biasa ini sekaligus menjadi simbol modernisasi pertahanan, wujud nyata kedekatan institusi kerajaan dengan militer, serta sumber inspirasi besar bagi kesetaraan peran kepemimpinan perempuan dalam dunia kedirgantaraan internasional. (Gilang Perdana)

15 Tahun ‘Gripen Integrated Air Defense System’: Membedah Sukses Integrasi Jet Tempur dan Pesawat AEW&C Thailand

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *