Setelah Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4 dan 2A6 mengalami fase rontok perdana di Ukraina, maka bagaimana dengan MBT Challenger 2? Pasalnya, sejak diterjunkan ke laga perang Ukraina, belum ada kabar aktual tentang nasib MBT produksi Inggris tersebut. Baru pada hari kemarin, untuk pertama kalinya terkonfirmasi kehancuran perdana MBT Challenger 2 dalam perang Ukraina. (more…)
Jarak antara Moskow dan wilayah perbatasan Ukraina yang tidak terlampau jauh (sekitar 500 Km), menjadi momok tersendiri bagi sistem pertahanan udara Negeri Beruang Merah. Pasalnya semakin banyak drone berukuran mini yang mampu menjangkau ibu kota Rusia itu dengan terbang rendah dan tidak terdeteksi. Meski hanya menimbulkan kerusakan minimal, berlanjutnya serangan drone kamikaze telah mempermalukan citra Rusia, dan tentunya membahayakan keselamatan warga sipil. (more…)
Penggunaan komponen asal AS dan Barat pada drone tempur (UCAV) Mohajer-6 buatan Iran, telah membuka mata dunia, bahwa sanksi dan embargo bukan perkara mudah untuk diterapkan, pasalnya banyak celah yang bisa dimanfaatkan pada jalur pengiriman barang atau komponen di pasar internasional. (more…)
Boleh jadi sistem pertahanan udara Rusia akan semakin berat bila rudal yang satu ini sampai ‘digunakan’ oleh Ukraina. Persisnya ada dugaan jet tempur MiG-29 Fulcrum dapat meluncurkan rudal balistik udara ke permukaan – air-launched ballistic missile (ALBM) Rampage. Meski belum menjadi ancaman nyata, namun ada indikasi MiG-29K “Black Panther” milik Angkatan Laut India dapat meluncurkan Rampage, dan sudah ada rencana dari Inggris untuk memasok Rampage ke Ukraina. (more…)
Baik Rusia dan Ukraina, sama-sama mengabadikan momen ‘kunggulan’ dalam pelibatan alutsista, khususnya untuk kategori ‘pertama kali.’ Seperti belum lama berselang, militer Rusia mengumumkan untuk pertama kalinya, helikopter serang Mi-28NM “Night Hunter” berhasil menembak jatuh drone Ukraina. Perisitiwanya terjadi pada malam tanggal 30 Agustus 2023. (more…)
Kedatangan jet tempur F-16 Fighting Falcon ke Ukraina ibarat tinggal menunggu waktu, setelah mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat, maka Belanda dan Denmark telah menyatakan komitmen untuk mengirimkan pesawat tempur multirole battle proven tersebut untuk menghadapi penempur Rusia. (more…)
Bila Ukraina memberdayakan rudal hanud lawas S-200 peninggalan era Soviet, sebaga rudal balistik untuk serangan ke permukaan, maka Rusia pun tak tinggal diam. Meski bukan berarti mengikuti jejak Ukraina, ada kabar bahwa Rusia kini tengah mempersiapkan stok ribuan rudal jelajah (anti kapal) supersonik era Perang Dingin, untuk difungsikan dalam misi serangan ke permukaan (daratan). (more…)
Netizen yang budiman tentu masih ingat dengan Corvo PPDS? Inilah drone intai dan kargo berbahan karton yang dipasok Australia untuk Ukraina. Meski debutnya di medan perang sempat diragukan, namun pemberitaan beberapa hari ini telah membetot perhatian. Meski belum dapat diklarifikasi, beredar kabar bahwa Corvo PPDS adalah ‘aktor’ dibalik serangan drone kamikaze ke wilayah Rusia yang disebut telah menghancurkan jet tempur MiG-29 Fulcrum dan Sukhoi Su-30. (more…)
Ibarat pepatah “tak ada rotan akan pun jadi”, maka dalam peperangan yang berkepanjangan segala sesuatu harus diupayakan. Seperti dalam perang yang sedang berlangsung saat ini, baik Rusia dan Ukraina sama-sama mengerahkan alutsista tua nan usang untuk digeser ke garis depan. Salah satu yang menarik adalah penggunaan rudal hanud lawas yang difungsikan sebagai rudal balistik untuk menyerang target di permukaan. (more…)
Seperti telah dikupas pada artikel sebelumnya, bahwa Ukraina secara mengesankan mampu melakukan modifikasi pada jet tempur era Soviet, Sukhoi Su-27, dengan membawa bom pintar – smart bomb) Joint Direct Attack Munition-Extended Range (JDAM-ER). Meski terlihat mudah, apalagi sebelumnya Ukraina sukses mengintegrasikan rudal AGM-88 High speed Anti-Radiation Missile (HARM) pada MiG-29 dan Su-27, namun, nyatanya ada kesulitan tersendiri pada instalasi JDAM-ER di Su-27. (more…)