Dengan mengalirnya beragam sistem pertahanan udara (hanud) dari Barat ke Ukraina, maka semakin sulit bagi Rusia untuk melakukan serangan ke target strategis di Kiev (Kyiv). Berangkat dari pemikiran untuk dapat melakukan serangan presisi, maka ada pemikiran untuk mengerahkan drone bermesin jet dari era Soviet. Hal yang sejatinya telah dilakukan Ukraina saat melakukan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia, yakni ke Pangkalan Udara Engels dan Dyagilevo, yang bejarak 482 km dari perbatasan Ukraina. (more…)
Ukrainian Air Force Base. (Oleg V. Belyakov/wikicommons)
Meski belum bisa dipastikan, berhembus kabar bahwa negara-negara Barat akan mengirimkan jet tempurnya untuk membantu pasukan Ukraina dalam menghadapi Rusia. Setidaknya Amerika Serikat, Belanda, Denmark, dan Perancis, menjadi kandidat yang akan menggelar jet tempurnya di Ukraina. Jawara yang akan dikirim pun tak main-main, yakni penempur yang sudah punya reputasi, seperti F-16 Fighting Falcon, Mirage-2000 atau Rafale. (more…)
Setelah gojak-gajek dan mempertimbangkan untung ruginya, enam negara Eropa, akhirnya memutuskan untuk bersatu mengirimkan persediaan Main Battle Tank (MBT) Leopard 2-nya ke Ukraina. Dari enam negara tersebut mencakup Jerman, selaku prinsipal MBT Leopard 2, dimana tanpa restu Jerman, negara-negara lain tidak dapat mengirimkan Leopard 2 ke Ukraina. Selain Jerman, negara donatur Leopard 2 adalah Finlandia, Norwegia, Polandia, Portugal dan Spanyol. (more…)
Berbeda dengan Jerman yang masih ragu untuk merestui pengiriman Main Battle Tank (MBT) Leopard 2 ke Ukraina, sebaliknya Amerika Serikat mantab untuk mengirim MBT M1 Abrams (belum diketahui variannya) ke laga Perang di Ukraina, persisnya Presiden Joe Biden secara resmi telah mengumumkan rencana pengiriman 31 unit MBT Abrams untuk angkatan bersenjata Ukraina. (more…)
Sepanjang tahun 2022 lalu, industri pertahanan Rusia lewat Rosoboronexport telah memperkenalkan 15 produk persenjataan keluaran terbaru yang masuk dalam katalog ekspor, dimana satunya adalah drone intai Orlan 30 hasil rancangan dan produksi Special Technology Center (STC). Dilihat dari label yang disematkan, Orlan 30 mudah diterka sebagai pengembangan lanjutan dari drone intai Rusia yang fenomenal, Orlan 10. (more…)
Di antara deretan alutsista canggih yang dikirim oleh negara-negara NATO ke Ukraina, rupanya terselip nama satu jenis meriam penangkis serangan udara (PSU) sepuh nan legendaris, yakni S-60 57 mm, yang akan dipasok oleh Polandia. Menyertai pengiriman meriam S-60, Polandia juga akan menyertakan 70.000 butit munisi, jumlah yang terbilang fantastis dan tak akan sulit untuk dikirim, mengingat Polandia berbatasan langsung dengan Ukraina. (more…)
Imbas Perang Ukraina rupanya berimbas pada hubungan kerja sama antariksa antara Rusia dan Perancis. Tanpa banyak diketahui, kedua negara itu rupanya saling ‘bajak’ atas aset wahana antariksa yang belum diluncurkan. Rusia menginginkan agar roket Soyuz yang ‘ditahan’ di Guyana Perancis dapat dikembalikan. Sementara Perancis menginginkan 36 satelitnya yang berada di Kazakhstan untuk juga dikembalikan. Bagaimana ceritanya? (more…)
Bombardier Recreational Products (BRP) adalah perusahaan asal Kanada, namun BRP punya status sebagai induk Rotax, yakni manufaktur mesin asal Austria. Dan ketika drone kombatan (UCAV) Mohajer-6 produksi Iran berhasil ‘ditangkap’ oleh pasukan Ukraina di Laut Hitam pada 22 Oktober 2022, maka bola panas pun bergulir. (more…)
AH-64E Apache di Wattisham Flying Station. Creidt: Norbert Neumann
Perang di Ukraina sepertinya bakal berlangsung lebih lama, terlebih Amerika Serikat dan negara-negara Barat kian gencar dan berani dalam memasok persenjataan dan amunisi ke Ukraina. Seperti yang terbaru, ada kabar bahwa Inggris akan mengirim empat unit helikopter serang AH-64 Apache dan sepuluh unit Main Battle Tank (MBT) Challanger 2 ke Ukraina. (more…)
Dalam dunia pengembangan alutsista, cara terbaik untuk menguji kemampuan dari jenis persenjataan baru atau varian hasil upgrade, adalah dengan menjajalnya langsung di medan peperangan. Dan kabar terbaru datang dari Rusia, yang menyebut tengah menguji versi terbaru dari pembom tempur Sukhoi Su-34 Fullback, dengan langsung mengirimnya ke medan tempur di Ukraina. (more…)