Sejak dipamerkan oleh Ramzan Kadyrov, pemimpin sekaligus Panglima Perang Chechnya yang pro Rusia, nama kendaraan bertenga listrik, Tesla Cybertruck, langsung menjadi bahan pembicaraan dunia, terlebih lagi Cybertruck yang dipersenjatai senapan mesin berat digunakan oleh pasukan Rusia untuk bertempur di garis depan. (more…)
Selain disebut ‘boros’ dalam meluncurkan rudal hanud (pertahanan udara) yang berharga mahal, rupanya pasukan Ukraina juga disebut boros dan ‘salah’ doktrin dalam penggunaan rudal anti tank sumbangan Barat. Tak ayal banyak rudal anti tank berikut peluncurnya kini berada dalam kondisi apik di tangan Rusia. Bahkan, media Rusia menyebut stok rudal anti tank FGM-148 Javelin ‘milik’ Rusia lebih banyak dari yang dimiliki Inggris sebagai salah satu negara donatur. (more…)
Perang adalah ‘laboratorium’ uji coba alutsista yang sebenarnya, dan laga di Ukraina adalah wilayah yang memikat untuk maksud tersebut. Terkait penggunaan jenis senjata baru, pihak Ukraina belum lama ini telah mengonfirmasi penggunaan senjata laser untuk mengeliminasi sasara berupa drone milik Rusia. (more…)
Memodifikasi beragam jenis senjata sudah bukan berita baru dalam jagad perang Rusia versus Ukraina. Di segmen rudal hanud (pertahanan udara), nama rudal udara ke udara jarak pendek R-73 telah diadaptasi sebagai rudal hanud. Meski kinerjanya masih perlu diuji lebih lanjut, namun kabar terbaru justru datang dari Inggris. (more…)
Viral di media sosial, pasukan khusus Ukraina menggunakan senapan mesin berat (SMB) legendaris super battle proven DShK-38 dengan tidak semestinya. Pasalnya, alih-alih ditembakkan dengan tripod, justru SMB era Soviet yang juga masih digunakan satuan TNI ini, digunakan dengan bipod, layaknya senapan penembak runduk (sniper). (more…)
Memasuki tahun ketiga perang Ukraina, ada kabar bahwa Rusia telah menggunakan jenis drone copter kamikaze/intai terbaru yang disebut “Microbe”. Ribuan drone dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ini telah dikirim ke medan perang di Ukraina. (more…)
Setelah sebelumnya sukses mengintegrasikan kanon pesawat GSh-23 pada rantis ( kendaraan taktis) Humvee buatan Amerika Serikat sehingga menjelma sebagai “gun trucks”. Kini ada kabar lanjutan, yakni militer Ukraina mengitegrasikan peluncur roket multilaras pada rantis produksi AM General ini. (more…)
Dengan keterbatasan peralatan tempur, maka ‘kawin silang’ antar dua jenis alutsista lazim dilakukan oleh Rusia dan Ukraina di perang yang berkepanjangan. Namun ada yang unik dilakukan Ukraina, yakni memasangkan kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) ZU-23-2 kaliber 23 mm di ranpur APC M113. Meski secara prinsipi sederdana, tapi jarang ada ranpur asal Barat, terlebih hasil donasi dari Belgia dipasangkan senjata berstandar Soviet oleh Ukraina. (more…)
Lantaran ketar-ketir terkena imbas perang, maka Belanda yang ‘lemah’ pada aspek kekuatan darat, secara langsung berkepentingan untuk mendukung dan mempersenjatai militer Ukraina dengan alutsista canggih. Salah satu yang dilakukan Negeri Kincir Angin adalah dengan membeli self propelled howitzer produksi Republik Ceko, yakni DITA, yang nantinya akan dipasok untuk kebutuhan Ukraina. (more…)
Kilas balik ke Desember 2023, saat itu diwartakan militer Rusia berhasil mendapatkan ranpur M2A2 Bradley ODS-SA dalam keadaan utuh, setelah ditinggalkan oleh pasukan Ukraina di medan perang. Meski berstatus Infantry Fighting Vehicle (IFV), namun M2A2 Bradley faktanya mampu merepotkan pertahanan pasukan Rusia, termasuk berhasil membungkam Main Battle Tank (MBT) T-90M dengan tembakan gencar kanon 25 mm. Nah, belum lama berselang ada kabar, bahwa Rusia telah mempelajari setiap detail dari M2A2 Bradley yang berhasil ditangkap. (more…)