Angkatan Udara Malaysia (TUDM) tengah mengebut persiapan infrastruktur guna menyambut kedatangan armada jet tempur ringan FA-50M Fighting Eagle (varian tertinggi dari basis FA-50 Block 20). Panglima TUDM, Jenderal Tan Sri Muhamad Norazlan Aris, mengonfirmasi bahwa pembangunan fasilitas penunjang untuk jet tempur buatan Korea Aerospace Industries (KAI) tengan dilakukan di Pangkalan Udara (Lanud) Kuantan, Pahang, yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada Oktober 2026 ini. (more…)
Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu operator pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas paling berpengalaman di dunia. Keunggulan ini tidak hanya terletak pada jam terbang para penerbangnya, tetapi juga pada kelengkapan fasilitas pelatihan darat yang sangat progresif. (more…)
Untuk pertama kalinya, dalam satu hari keluarga jet tempur Hornet mengalami musibah, selain F/A-18D (tandem seat) Hornet milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM) yang jatuh setelah gagal lepas landas di Lanud Kuantan pada 21 Agustus 2025, maka di tanggal yang sama, F/A-18E (single seat) Super Hornet milik Angkatan Laut AS (US Navy) juga dilaporkan jatuh di lepas pantai Virginia, AS. (more…)
Sebuah kecelakaan malam ini (21/8/2025) menimpa jet tempur F/A-18D Hornet milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM), yang dalam rekaman video secara jelas memperlihatkan pesawat tempur tandem seat ini gagal lepas landas, dalam suatu latihan terbang malam di Pangkalan Udara (Lanud) Kuantan, pada pukul 21.05. (more…)
Setelah melakukan pendekatan sejak tahun 2021, akhirnya baru di tahun ini, ada kepastian bagi Malaysia untuk bisa memborong jet tempur F/A-18C/D Hornet “Classic” bekas pakai Angkatan Udara Kuwait. Hal tersebut dapat terjadi setelah adanya persetujuan dari Washington yang mengizinkan penjualan alutsista produksi AS ke negara ketiga. (more…)
Sebuah jet tempur ringan Hawk 208 milik Angkatan Udara Malaysia (Tentara Udara Diraja Malaysia/TUDM) dilaporkan mengalami insiden saat pendaratan di Bandara Sultan Abdul Hamid pada pukul lima sore, hari Selasa (6/5/2025). Pesawat yang terlibat dalam latihan ‘Opening Gambit’ untuk pembukaan pameran dirgantara Langkawi 2025 (LIMA 2025), mengalami masalah pada landing nose gear yang tidak dapat terbuka dengan sempurna. (more…)
Angkatan Udara Malaysia (RMAF/TUDM) mencapai lompatan baru dalam sistem perawatan jet tempur, yakni dengan berhasil menuntaskan pekerjaan perpanjangan masa pakai (complete service life extension work) untuk armada Sukhoi Su-30MKM. (more…)
Beberapa hari lalu, netizen di Malaysia sempat dibuat geger dengan beredarnya foto-foto yang memperlihatkan tiga unit (diduga) jet tempur F-5E/F Tiger II milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM/RMAF) tengah berada di salah satu pelabuhan negara itu. Lantaran sudah dipensiunkan sejak tahun 2000, jelas keberadaan jet tempur produksi Northrop itu bukan untuk di-upgrade. (more…)
Kilas balik ke akhir Desember 2021, saat itu ada keinginan dari Angkatan Udara Malaysia (TUDM/RMAF) untuk membeli jet tempur F/A-18C/D milik Angkatan Udara Kuwait yang masih dalam kondisi baik dan dengan jam operasi rendah. Namun, seiring waktu berjalan, tidak ada lagi kabar kelanjutannya. (more…)
Setelah menuntaskan kontrak pengadaan 18 jet tempur serang ringan FA-50 Fighting Eagle senilai 1,2 triliun won (US$920 juta) pada akhir Februari 2023, Kementerian Pertahanan Malaysia dibakarkan tengah mempersiapkan kontrak berikutnya untuk pengadaan 18 unit FA-50 tambahan, menjadikan nantinya Angkatan Udara Malaysia (TUDM/RMAF) secara keseluruhan akan mengoperasikan 36 unit FA-50 Block 20, yang diklaim sebagai varian Fighting Eagle paling canggih. (more…)