Indonesia tidak sendiri dalam mengoperasikan alutsista hanud era Soviet. Selain meriam S-60 kaliber 57 mm, ada kesamaan antara Indonesia dan Vietnam dalam mengoperasikan meriam hanud 61-K (M1939) kaliber 37 mm. Di Indonesia, meriam hanud 61-K (M1939) masih dioperasikan Batayon Arhanud Korps Marinir TNI AL. (more…)
Setelah pendanaan tuntas dengan meraih pinjaman dana dari BNP Paribas, maka persiapan pengiriman dua unit kapal perang frigat PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, untuk TNI AL dapat segera berjalan. Dan belum lama ini beredar foto yang sebelumnya dikira ‘editan’, yaitu perubahan nama pada frigat PPA Paolo Thaon di Revel class, dari yang sebelumnya adalah nama kapal perang Angkatan Laut Italia, kini sudah dicat dengan nama kapal perang TNI AL. (more…)
Penembakan senjata khusus dengan rudal rudal jelajah anti kapal Exocet MM40 Block 3 telah dilakukan beberapa kali oleh TNI AL, namun ada yang spesial dari penembakan Exocet MM40 Block 3 pada 10 Desember 2024, pasalnya ini pertama kali rudal anti kapal yang diluncurkan dari KRI RE Martadinata 331 menargetkan sasaran bukan berupa eks kapal perang. (more…)
Mengulang yang telah dilakukan pada tahun 2017, Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL diwartakan akan melakukan uji tembak MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad yang ditempatkan di atas deck kapal perang. Menjadikan alutsista dari Batalyon Roket Marinir berubah peran sebagai senjata penggebuk dari tengah laut. (more…)
Satu paket dengan Mobile EM Radar, Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) juga memamerkan kendaraan yang disebut Command Center with EM Radar dalam Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. (more…)
Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) mendapat perkuatan dengan hadirnya alutsista baru. Seperti diperlihatkan saat Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Yonkomlek 1 diperkuat dengan dua unit rantis (kendaraan taktis) Mobile EM Radar dan Command Center with EM Radar. (more…)
Selain Leonardo (Otobreda) 127/64 pada haluan yang menjadi meriam utama, pada dua unit OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat Pattugliatore Polivante d’Altura (PPA) Paolo Thaon di Revel class, yang diakuisisi TNI AL, juga tedapat senjata di katergori meriam lainnya, yang dimaksud adalah satu unit Leonardo 76 mm/62 Strales Sovraponte anti-aircraft gun, yang ditempatkan pada posisi di atas hanggar helikopter menghadap buritan. (more…)
Menyusul tiga korvet Steregushchiy class yang tiba di Surabaya pada 3 November lalu, maka hari ini konvoi detasemen kapal perang Rusia dalam misi latihan bersama (Latma) “Orruda 2024” bertambah, yakni dengan tibanya kapal selam Ufa B-588 dari Armada Pasifik Rusia di Surabaya pada 7 November 2024. Meski bukan ini pertama kali Kilo class tiba di Indonesia, namun Ufa adalah Kilo class yang berbeda. (more…)
Mewakili Armada Pasifik Rusia, tiga unit korvet stealth multirole Steregushchiy class kini tengah mengikuti latihan bersama (Latma) bilateral “Orruda 2024” bersama unsur kapal perang TNI AL di Laut Jawa. Sebagai wakil kekuatan militer Rusia, korvet Steregushchiy class (Project 20380) terbilang baru yang dilengkapi dengan sistem persenjataan dan perangkat elektronik tercanggih. Dan pada tulisan ini, kami kupas tentang elemen yang sangat penting dari sistem pertahanan pada kapal perang. (more…)
Meleset dari jadwal kedatangan yang tadinya diperkirakan pada bulan Oktober lalu, rupanya aspek pendanaan pada dua unit OPV rasa Frigat PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, baru saja dituntaskan. Seperti halnya pengadaan alutsista bernilai tinggi, maka pengadaan OPV PPA Paolo Thaon di Revel class mengandalkan hutang alias pinjaman luar negeri. (more…)