
Setelah tiga tahun, akhirnya korvet KRI Frans Kaisiepo 368 telah merampungkan tahapan perbaikan dan upgrade pada perangkat sonarnya. Merujuk ke Januari 2015, KRI Frans Kaisiepo 368 mengalami kerusakan di APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya) saat dalam perjalanan menuju lokasi pencarian jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. Dan kerusakan ternyata ada di bagian bawah lambung kapal, dimana terdapat hull mounted sonar. (more…)

Belum lama berselang, Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Diskomlek) Korps Marinir telah menerima perangkat komunikasi multiband networking handheld Harris Falcon III dari United States Marine Corps (USMC). Dan masih di segmen yang sama, Diskomlek Korps Marinir kembali mendapat perkuatan berupa perangkat alat komunikasi (Alkom) Radio HF Manpack dan Multiband Handheld dari Thales, Perancis. (more…)

Seperti diwartakan sebelumnya, bahwa Thales kembali memasang dua perangkat elektronik di PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class. Yang dipasang adalah Scorpion 2 dan Vigile 100 radar electronic countermeasure. Keduanya digadang untuk mempersiapkan Martadinata Class untuk tangguh dalam menghadapi peperangan elektronika di lautan. Namun yang menarik, ternyata Scorpion 2 bukan ‘barang’ baru lagi untuk TNI AL, setidaknya sudah ada dua jenis korvet yang sudah mengadopsi Scorpion 2. (more…)

Meski belum ada kabar lebih lanjut tentang instalasi persenjataan di PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class, namun program instalasi sistem elektronik di kapal perang kelas frigat ini terus berjalan. Setelah Thales sebelumnya telah merampungkan Combat Management System (CMS) Tacticos dan adopsi radar intai udara dan permukaan Smart-S MK2, maka ada kabar terbaru bahwa Thales telah menyelesaikan pemasangan perangkat elektronik baru di KRI RE Martadinata 331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai 332. (more…)

Di artikel kami terdahulu pernah diulas tentang SQUIRE (Signaal’s Quiet Universal Intruder Recognition Equipment), yakni radar manpack besutan Thales dengan desain kompak dengan ukuran yang terbilang kecil, sehingga dapat dipindah-pindahkan oleh dua prajurit. Tapi apakah SQUIRE adalah radar paling kecil? (more…)

Setelah ada rudal panggul yang kondang disebut MANPADS (Man Portable Air Defence System) dan tactical radio (radio taktis) yang biasa dibawa dengan ransel (manpack) oleh prajurit operator radio. Kini mobilitas teknologi panggul juga merambah pada penggelaran sistem radar, bukan terbatas pada arti mobile radar untuk pertahanan udara, radar panggul besutan Thales yang diberi label SQUIRE ini memang dapat digendong dan dioperasikan oleh dua personel saja. (more…)

Dalam dua bulan belakangan, nama KRI Diponegoro 365 lumayan banyak disebut, pasalnya korvet dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim ini dipercaya mewakili kekuatan TNI AL di ajang latma RIMPAC (Rim of the Pacific) 2016. Sebagai kapal kombatan, KRI Diponegoro 365 yang masuk ke SIGMA Class 9113 punya bekal beberapa andalan, diantaranya berupa kanon reaksi cepat Oto Melara 76 mm dan rudal anti serangan udara berbasis SHORADS (Short Range Air Defence System) MBDA Mistral dengan peluncur Tetral. (more…)

Untuk kelas korvet, tonase 1.700 ton memang tergolong ringan, namun jangan anggap sepele, korvet andalan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim KRI Diponegoro 365 justru dipercaya untuk memimpin satuan tugas dalam misi AKS (Anti Kapal Selam) di ajang latihan bersama (latma) multilateral terbesar di dunia RIMPAC (Rim of Pacific) 2016 yang tengah berlangsung di Perairan Hawaii, AS. Tentu ada alasan, mengapa KRI Diponegoro 365 dipercaya untuk mengomando misi buru kapal selam. (more…)

Bentuknya bulat seperti bola atau balon, menjadikan kapal kombatan TNI AL di era 80 dan 90-an begitu kental dengan identitas perangkat unik yang ditempatkan diatas menara ini. Meski mudah dilihat, tapi hingga kini masih banyak yang belum paham apa peran dari sosok ‘bola’ diatas menara kapal perang. Wujudnya kembali jadi bahasan tatkala perangkat berbentuk bola ini dilepas dari posisinya, yakni saat frigat KRI Fatahillah 361 mendapat peremajaan berupa pemasangan radar intai Terma SCANTER 4100. (more…)

Saat Perusak Kawal Rudal (PKR) SIGMA Class 10514 KRI Raden Eddy (RE) Martadinata 331 resmi diserahterimakan ke TNI AL pada bulan Januari tahun depan, maka flagship armada kapal perang TNI AL akan ‘dipangku’ oleh kapal berbobot 2.400 ton ini. Selain bekal sistem senjata yang terbilang paling maju diantara kapal perang TNI AL lainnya, SIGMA Class 10514 juga mampu mengendus sasaran di udara dan permukaan dari jarak medium. Membuat awak kapal perang punya waktu yang cukup untuk memberikan respon pada peran tempur. (more…)