
Buntut dari perang yang membara di Gaza, maka dikhawatirkan bakal menyulut konflik lanjutan, bukan hanya antara Israel dengan Iran, melainkan juga antara Iran dan Amerika Serikat, yang notabene hadir di Timur Tengah untuk mem-backup penuh Negeri Zionis. Lantaran ada konflik klasik yang terjadi di Teluk Persia, maka AS kini mengantisipasi bila eskalasi merembet sampai di Teluk Persia, khususnya pada Selat Hormuz yang dimonitor ketat oleh militer Iran. (more…)

Secara teori, dapat saja pesawat jet bisnis dipersenjatai, namun, faktanya tidak mudah untuk mengintegrasikan suatu jenis senjata, sebut saja rudal jelajah anti kapal kapal ke jet bisnis. Diperlukan biaya besar untuk modifikasi, pengujian sistem, sertifikasi sampai regulasi untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Dan salah satu jet bisnis yang mampu menorehkan ‘tinta emas’ dengan menjadi peluncur rudal anti kapal, adalah Dassault Falcon 50 buatan Perancis. (more…)

Di tengah ancaman serangan terbuka oleh Israel, Pasukan Pengawal Revolusi Iran (Iranian Revolutionary Guard Corps/IRGC) pada 12 Desember lalu meresmikan operasional dari 110 unit high speed boat di Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas, pesisir Selat Hormuz. High speed boat untuk strategi swarm attack (serangan berkelompok) sudah lazim menjadi jargon Iran di kawasan Teluk Persia. (more…)

Belum lepas dari sensasi IRINS Makran 441, kapal induk Iran yang berbobot 106.000 ton, masih dari Selat Hormuz, kabar anyar menyebutkan bahwa floating logistic base tersebut rupanya menarik perhatian kapal selam nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat. (more…)

Buntut pembekuan dana Iran senilai US$7 miliar (setara Rp129 triliun) oleh Korea Selatan, rupanya berdampak serius. Pada 4 Januari lalu, kapal tanker berbendera Korea Selatan yang tengah melintas Selat Hormuz, HK Hankuk Chemi, disergap dan ditahan oleh Pasukan Pengawal Revolusi Iran. Meski opsi pembebesan kapal tanker dan awaknya secara kecil kemungkinan untuk dilakukan dalam operasi militer, namun Seoul telah mengerahkan satu unit kapal perusak (destroyer) langsung ke hotspot. (more…)

Bukan Iran namanya bila tak membuat kejutan di seputar teknologi persenjataannya. Boleh dikata, Negeri Para Mullah ini kerap menghadirkan sesuatu yang mengejutkan, bahkan tak terbanyangkan sebelumnya. Sebut saja belum lama ini, Pengawal Revolusi Iran lewat situs resminya, Sepah News (19/11/2020), memperlihatkan apa yang disebut sebagai kapal induk serbaguna alias multipurpose carrier ship “Shahid Roudaki.” (more…)

Bukan hal yang baru bila high speed boat diadopsi Iran untuk menjaga kepentingannya di Teluk Persia. Bahkan di tangan Iran, high speed boat dalam beragam ukuran bisa disulap laksana wahana di film “Mad Max,” dimana speed boat bisa dipasangi peluncur roket multilaras sampai penebar ranjau laut. Namun, belum lama ini terungkap, bahwa high speed boat Iran ternyata juga dapat dipasangi drone. (more…)

Lazimnya dalam proses perbaikan maupun pengiriman (selain dilayarkan langsung), sebuah kapal selam dibawa menggunakan wahana angkutan air. Terlebih bila yang dimaksud adalah kapal selam kelas medium, sebut saja saat PT PAL memindahkan KRI Alugoro 405 dengan tongkang ke dok Semarang. KRI Alugoro 405 sendiri punya bobot 1.400 ton, namun rupanya itu belum ada ‘apa-apanya’ jika dibandingkan dengan cara Iran untuk memindahkan kapal selam Kilo Class. (more…)

Dipercaya bagian dari kampanye perat urat syarat dengan Amerika Serikat, pada 28 Mei lalu, Pasukan Pengawal Revolusi Iran (Iranian Revolutionary Guard Corps) mengadakan upacara di Lanal Bandar Abbas. Peristiwa yang mendapat liputan media internasional tersebut memang spektakuler, lantaran pasukan elite Iran resmi menerima 100-an lebih high speed boat dan beberapa alutsista lain sebagai unsur dominasi Iran di Selat Hormuz. (more…)

Selain armada speed boat yang acap kali ‘menggojek’ kapal perang Amerika Serikat di Teluk Persia, masih dalam wujud yang terbilang kecil, Iran punya alutsista andalan untuk menggelar gerilya dari dari bawah permukaan laut. Yang dimaksud adalah kapal selam mini Ghadir Class yang digadang beroperasi di laut dangkal. Meski diragukan tingkat kecanggihannnya, namun sebaran 23 unit Ghadir Class di Teluk Persia dan Selat Hormuz tak bisa dianggap sebalah mata. (more…)