Tag: sukhoi su 27

Tanggapan Atas Jatuhnya Drone AS MQ-9 Reaper di Laut Hitam, Ini Kata Pilot Jet Tempur Su-27 Rusia

Buntut dari insiden jatuhnya drone tempur (UCAV) MQ-9 Reaper AS di Laut Hitam pada 14 Maret 2023, adalah diberikannya penghargaan bagi pilot jet tempur oleh Pemerintah Rusia, lantaran berhasil mencegat drone dalam misi intai itu tanpa harus melakukan tembakan. Dan belum lama ini, dua pilot jet tempur Sukhoi Su-27 Angkatan Udara Rusia memberikan kesaksiannya atas insiden tersebut. (more…)

Di Atas Laut Hitam, Sukhoi Su-27 Rusia Serang Drone Bayraktar TB2 Ukraina

Hanya beberapa hari setelah jatuhnya drone tempur (UCAV) MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di Laut Hitam, masih di kawasan yang sama, muncul kabar terjadinya insiden serupa. Melibatkan (kembali) jet tempur Sukhoi Su-27 milik Angkatan Udara Rusia, kali ini lawannya adalah drone tempur Bayraktar TB2 milik Angkatan Laut Ukraina. Namun, bedanya Bayraktar TB2 tidak berhasil dijatuhkan. (more…)

Kata Pilot Jet Tempur Ukraina: “Performa F-16 Jauh Lebih Rendah dari Sukhoi Su-27”

Debut F-16 Fighting Falcon dalam beberapa minggu ini kerap dikaitkan dengan misi tempur di Ukraina. Meski pada akhirnya disangkal oleh Amerika Serikat selaku prinsipal, namun, sebelumnya kadung beredar rencana dari Polandia dan Belanda untuk mengirim Elang Penempur itu guna berlaga di langit Ukraina. Dan terlepas dari reputasi F-16 yang battle proven, rupanya ada pernyataan kontroversial yang diungkapkan pilot jet tempur Angkatan Udara Ukraina. (more…)

GSh-30K 30 mm: “Si Penghantar Maut” Kanon Internal Helikopter Serang Mi-35P

mi-35-tni-ad1

Selain punya desain garang dengan lapisan proteksi tahan peluru di sekujur bodi. Hal lain yang membuat Mi-35P terasa beda dengan helikopter kombatan TNI lainnya adalah keberadaan kanon internal dan dua sayap dengan hardpoint yang bisa dipasangi aneka senjata, termasuk roket, bom dan rudal anti tank. Tapi tetap diantara bekal senjata yang dipersiapkan, yang utama adalah kanon internal yang melekat pada sisi kanan kokpit pilot dan kopilot. (more…)

OEPS-27: Penjejak Target Berbasis Elektro Optik di Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU

Exercise Pitch Black 2012

Banyak analisis militer memperkirakan bahwa pertempuran antar jet fighter di masa kini dan mendatang akan didominasi oleh pola kemampuan beyond visual range air to air missile, alasannya selain rudal jarak menengah dan jauh kian mumpuni, juga ditunjang kemampuan radar di pesawat tempur yang kian tajam, target dari jarak ratusan kilometer pun sudah dengan mudah diendus dan diidentifikasi. Belum lagi ada dukungan pesawat radar intai seperti AWACS, menjadikan seorang pilot dengan mudah melibas target dari balik cakrawala. (more…)

P-100L, Bom Sukhoi Made in Malang

Bom P-100L

Senjata yang satu ini belum termasuk produk dengan teknologi tinggi, terutama untuk kelas alutsista (alat utama sistem senjata). Justru yang menjadikannya populer karena senjata berjenis bom ini diadopsi sebagai andalan untuk misi serang darat jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU. (more…)

Ironis, Tiga Dekade TNI AU Hanya Bersandar Pada Sidewinder

F-16 Skadron 3 TNI AU dengan rudal AIM-9 P4 Sidewinder

Bila dicermati, sudah tiga dekade lebih sistem senjata pada pesawat tempur TNI AU bertumpu pada rudal Sidewinder. Semenjak hadirnya F-5 E/F Tiger II pada awal tahun 80-an, hingga kini TNI AU hanya menyandarkan pada kemampuan Sidewinder sebagai rudal udara ke udara. Versi Sidewinder tercanggih yang dimiliki TNI AU adalah AIM-9 P4 yang bisa menghantam target dari beragam sudut. AIM-9 P4 dipasang oleh TNI AU pada pesawat F-16 dan Hawk 100/200.

Dari analisa kekuatan di kawasan regional Asia Tenggara, AIM-9 P4 boleh jadi masih cukup mumpuni untuk eskalasi pertempuran terbatas. Tapi harus diperhitungkan bila yang dihadapi misalnya Australia atau Singapura, yang mempunyai rudal udara ke udara kelas menengah, seperti Sparrow dan AMRAAM, yang masing-masing punya jangkauan tembak 70 Km dan 110 Km. Perlu dicatat, Sidewinder adalah rudal pengejar panas untuk target jarak dekat, dan terkenal afdol dalam dog fight.

Sedangkan belajar dari perang Teluk, konsep pertempuran udara sudah bergeser, berkat kecanggihan sistem deteksi radar pada pesawat, serta dukungan rudal jarak menengah/jauh, target bisa dihajar pada posisi lintas cakrawala, alias antar pilot pun tak mengetahui sosok pesawat lawan secara langsung. Inilah yang harus dipertimbangkan secara cermat, semoga saja generasi Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU nantinya akan dilengkapi rudal yang setara dengan AIM-7 Sparrow atau AIM-120 AMRAAM. Hal ini penting untuk dicatat dan didengar oleh parlemen di DPR RI, mengingat Singapura dan Malaysia sudah membekali jet tempurnya dengan rudal Sparrow  dan AMRAAM.

Sukhoi Su-27 Skadron 11 TNI AU, kita berharap agar jet tempur ini segera dilengkapi dengan rudal yang mumpuni.

Mungkin karena alasan politis yang bertele-tele dan anggaran yang ngepas, tak usahlah melirik rudal buatan AS, sebagai opsi TNI AU bisa membeli Vympel R-77/R-27, rudal jarak menengah berjangkauan 80 – 175 Km yang dirancang sebagai persenjataan untuk Sukhoi. Kita semua yakin, kemampuan pilot tempur TNI AU tak kalah cakap dengan pilot dari Negeri Jiran, namun terlepas dari olah ketrampilan tempur di udara, semuanya akan jadi sia-sia bila arsenal persenjataan yang melengkapi jet tempur TNI AU tidak disesuaikan dengan kondisi tantangan yang ada di kawasan. (Haryo Adjie Nogo Seno)