Skandal keamanan siber berpotensi tinggi kembali mengguncang sektor pertahanan Inggris. Armada sea drone (unmanned surface vessel/USV) milik Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) ditemukan secara diam-diam mengirimkan sinyal data tersembunyi ke sebuah alamat IP yang berlokasi di Cina. (more…)
Isu spionase penerbangan militer kembali mengguncang lingkar pertahanan Eropa. Pierre-Henri Chuet, seorang mantan pilot tempur Angkatan Laut Perancis (Marine Nationale) yang pernah mengawaki jet Rafale M dan Super Étendard dari kapal induk nuklir Charles de Gaulle, resmi ditempatkan di bawah penyelidikan formal (mise en examen) oleh hakim pemeriksa di Paris atas dugaan aktivitas intelijen yang menguntungkan Cina. (more…)
Pada pergantian milenium sekitar tahun 2000-an, Angkatan Udara Cina (PLAAF) menghadapi kebuntuan teknologi yang sangat serius. Ketika Amerika Serikat sudah menerbangkan pembom siluman (stealth) revolusioner Northrop B-2 Spirit yang mampu menyusup ke wilayah musuh tanpa terdeteksi radar, armada udara Beijing masih terjebak pada cetak biru pesawat era 1950-an dan 1960-an warisan Uni Soviet (Xian H-6 series). (more…)
Setelah belum lama ada kabar ‘penggusuran’ properti milik warga Cina yang berlokasi tidak jauh dari basis peluncur (silo) rudal balistik antarbenua di dekat Pangkalan Angkatan Udara AS (Francis E. Warren Air Force Base) di Wyoming, kini ada kabar yang masih dalam tajuk dugaan spionase yang diarahkan untuk mengamati alutsista canggih buatan AS. Namun, kali ini lokasinya bukan berada di wilayah AS, melainkan di negeri yang terkenal dengan keindahan alamnya, Swiss. (more…)
Sengkarut antara Pemerintah Amerika Serikat dan vendor jaringan Huawei nyatanya tak sebatas pada dugaan upaya spionase yang terjadi atas jaringan 5G di Uni Emirat Arab (UEA). Jauh sebelum itu, unit kontra intelijen dari Federal Bureau of Investigation (FBI) dalam laporannya mengungkapkan bahwa perangkat jaringan seluler Huawei dapat mengganggu komunikasi pada rantai komando persenjataan nuklir AS. (more…)