
Bersama dengan naik pamornya PL-15 di perang Kashmir dan hampir setahun setelah diperkenalkan, rudal udara ke udara jarak jauh ‘reinkarnasi’ AIM-54 Phoenix, yakni AIM-174B secara resmi telah mendapat julukan “Gunslinger.” Nama tersebut dimasukkan di antara kemampuan tempur baru yang tercantum sebagai arsenal jet tempur F/A-18 Super Hornet dalam Naval Aviation Playbook 2025, yang mana rudal udara ke ke udara ini telah ditetapkan secara operasional. (more…)

Pasca penggunaan rudal balistik hipersonik pertama kali oleh Rusia dalam serangan ke Ukraina, otomatis program AS dan negara-negara NATO untuk menghadirkan sistem senjata pencegat anti rudal balistik menjadi prioritas. Mengingat pengembangan butuh waktu, saat ini kekuatan pencegatan rudal balsitik hipersonik bertumpu pada aset yang sudah ada, salah satunya adalah rudal Standard Missile-6 (SM-6) yang terpasang pada kapal perang permukaan. (more…)

Sistem pertahanan udara berbasis rudal pada kapal perang permukaan Australia kian canggih. Untuk membentengi kapal perusak (destroyer) Hobart class dan frigat Hunter class (sedang dalam proses pembangunan) dari ancaman serangan udara berkualifikasi tinggi, maka pemerintah Australia telah mengumumkan pembelian rudal pertahanan udara dari Amerika Serikat senilai $4,7 miliar. (more…)