Selama ini kebanyakan publik lebih mengetahui bahwa di Arab Saudi ada situs pangkalan militer Amerika Serikat, tapi faktanya bukan hanya AS yang menempatkan kekuatan militernya di Negeri Raja Salman. Persisnya kekuatan militer Inggris juga telah hadir cukup lama di Arab Saudi, bahkan Inggris setidaknya mempunyai 15 basis militer di Arab Saudi. (more…)
Lantaran pernah hidup dalam satu payung negara (Uni Soviet), maka banyak hal pada alutsista Rusia dan Ukraina yang punya kesamaan desain dan standar. Selain persenjataan konvensional yang jamak kita lihat, rupanya dalam hal improvisasi, ada kesamaan selera antara Rusia dan Ukraina. Sebut saja dalam pemanfaatan kendaraan (rantis) sipil yang dipasangi jenis senjata MLRS (Multiple Launcher Rocket System). (more…)
Rusia telah mengerahkan arsenal kekuatan daratnya secara maksimal dalam operasi militernya di Ukraina. Lantaran bermain total, maka seabreg alutsista mulai dari yang lekat ditelinga sampai yang asing didengar, telah dimunculkan dalam meladeni peperangan merebut kota-kota penting di Ukraina. Setelah di tulisan terdahulu dikupas self propelled howitzer 2S7M Malka yang berkaliber 203 mm, maka jangan dilupakan kehadiran 2S4 Tyulpan. (more…)
MLRS (Multiple Launch Rocket System) selama ini dikenal sebagai arsenal persenjataan berat di lini artileri medan. Lantaran tergolong heavy weapon, sejauh ini MLRS di kaliber 122 mm belum pernah dicicipi oleh satuan lintas udara, padahal satuan (linud) yang mengandalkan penerjunan lewat udara (air droppable) juga membutuhkan bantuan tembakan artileri yang signifikan. (more…)
Sebagai lambang negara, nama “Garuda” sudah jelas melekat dengan identitas Indonesia. Namun, nama Garuda tak melulu milik Indonesia. Sebagai buktinya, Bharat Forge (Kalyani Group), manufaktur otomotif, migas, pertambangan dan industri dirgantara dari India sudah sejak beberapa waktu meluncurkan apa yang disebutnya sebagai howitzer Garuda 105. (more…)
Bila Angkatan Lautnya tengah berlatih melepaskan rudal di Perairan Guam, maka Angkatan Darat Singapura diwartakan juga mendapatkan aktivitas baru, namun yang ini bukan dalam wujud latihan, melainkan adanya pengadaan senjata baru yang memperkuat militer Negeri Pulau tersebut. (more…)
Ranpur lapis baja roda rantai AMX-13 tercipta dengan begitu banyak varian, seperti di Indonesia, ranpur besutan Perancis ini masih aktif digunakan oleh satuan kavaleri dan artileri medan. Terkhusus di artileri medan (armed), AMX MK61 lekat identitasnya sebagai self propelled howitzer alias howitzer gerak sendiri yang masin diandalkan di beberapa batalyon armed Komando Daerah Militer (Kodam). (more…)
Dari segi daya hancur, tak ada yang meragukan betapa dahsyatnya gempuran dari MLRS (Multiple Launcher Rocket System) seperti RM70 Grad/Vampire yang dioperasikan Resimen Artileri Korps Marinir. Namun, dengan platform peluncur berupa heavy truck berbobot belasan ton, bakal menjadi kendala tersendiri bila MLRS digelar di wilayah pegunungan dengan akses jalan serba terbatas seperti halnya di pedalaman Papua. (more…)
Banyak jalan untuk mendapatkam self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket Systems), selain dari dalam negeri yang prototipenya sudah dirilis, dari luar negeri juga bertabur pilihan. Khusus di segmen self propelled MLRS kaliber 122 mm, maka pengguna utamanya di Indonesia adalah Korps Marinir. Selain dominan mengoperasikan RM70 Grad/Vampire buatan Ceko, ada beberapa unit yang diketahui adalah buatan Cina. (more…)
Dalam operasi amfibi berskala besar, elemen senjata roket menjadi begitu penting, utamanya sebagai bantuan tembakan bagi satuan infanteri dan kavaleri yang akan merangsek masuk jauh ke daratan pasca garis pantai dikuasai. Lantaran dianggap punya penting, Korps Marinir (d/h KKO AL) telah memulai debut penggunaan roket MLRS (Multiple Launch Rocket System) sejak era Operasi Trikora di dekade 60-an. Kala itu, Korps Baret Ungu mengandalkan BM (Boyevaya Mashina)-14/17 buatan Uni Soviet. (more…)