Adopsi alutsista Cina, bisa diibaratkan “palugada” (apa loe mau gue ada– red), lantaran segala jenis persenjataan berhasil dibuat Negeri Tirai Bambu, entah itu hasil reverse engineering atau copy-an, yang jelas lini alutsista di tiga matra dominan berasal dari produksi dalam negeri. Pun dengan lini persenjataan artileri medan (armed), mulai dari howitzer bermacam kaliber sampai MLRS (Multiple Launch Rocket System) telah sukses diproduksi dan di ekspor. Namun, bagaimana dengan self propelled howitzer, alias howitzer swa gerak? Apakah Cina juga telah memproduksi jenis senjata tersebut? (more…)
Tak mau kalah dagang dengan Rusia dan Ceko, Ukraina lewat UkrOboronProm pada 1 April lalu telah meluncurkan jenis alutsista baru untuk pangsa domestik dan ekspor. Yang dimaksud adalah jenis MLRS (Multiple Launcher Rocket System) BM-21UM Berest 122 mm. Diproduksi oleh Shepetivka Repair Plant (ShRP), BM-21UM Berest menawarkan konsep wahana peluncur dengan dua gardan dan berpenggerak 4×4. (more…)
Sejak kemunculannya, sosok prototipe peluncur roket RHan-122 milimeter ini terbukti mampu menyedot perhatian, terutama dari rancangan desainnya yang unik, seolah merupakan hasil kawin silang antara panser Anoa dengan M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System). Lantaran desainnya yang tak ‘lazim,’ tak sedikit netizen yang skeptis pada kemampuan self propelled Multiple Launch Rocket System buatan PT Prafir Jaya Abadi ini. (more…)
Sosoknya yang tampil beda memang langsung membetot perhatian jagad netizen, apalagi truk dengan desain futuristik ini seperti dijelaskan mengemban peran sebagai self propelled MLRS (Multiple Launcher Rocket System). Tampak Muka sebagai panser Anoa, sementara tampak bagian tengah dan bagian peluncur desainnya laksana M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) yang digunakan AD Singapura. Tak pelak ransus (kendaraan khusus) yang disebut sebagai Kendaraan Peluncur Roket MLRS R-Han 122B ini menarik perhatian pada awal Februari 2018 lalu. (more…)
Untuk urusan kreativitas, para kreator muda Indonesia punya segudang imajinasi dan mimpi, tak terkecuali dalam bidang rancang bangun alutsista. Puluhan jenis prototipe sudah dirilis, meski baru sebagian kecil yang berujung pada fase produksi, kondisi tersebut tak mengurangi animo kreator untuk menelurkan rancangannya dalam wujud prototipe, terlebih dengan mendapat dukungan dari Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemhan). Seperti wujud yang terbaru berupa penampakan prototipe kendaraan peluncur roket multi laras besutan PT Prafir Jaya Abadi di Bandung, Jawa Barat. (more…)
Korps Marinir kerap memberi kejutan dalam hal adopsi alutsista. Seperti pada lini Artileri Medan (Armed), bila sebelumnya mengacu pada produk asal Eropa Timur, yakni Self Propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad dan RM70 Vampire dari Republik Ceko, maka kali ini ada kabar bahwa Armed Korps Baret Ungu telah diperkuat dengan tambahan empat unit Self Propelled MLRS Type 90B asal Negeri Tirai Bambu. (more…)
Selain kondang karena reputasi tempurnya, Korps Marinir TNI AL juga menjadi elemen komando utama (kotama)TNI yang unik bila dicermati dari sisi arsenal alutista yang dimilikinya. Keberadaan alutsista tua, seperti tank PT-76 dan pansam BTR-50, memang menjadi trade mark yang melekat kuat di mata masyarakat Indonesia. Tapi bila mau dibedah, bukan hanya tank/panser amfibi, meriam, dan KAPA (kendaraan amfibi pengangkut artileri) yang asli produk Uni Soviet, dan masih digunakan hingga cukup lama, masih ada satu alutsista lain yang namanya tak begitu nyaring didengar, tapi punya kontribusi besar dalam operasi militer di Tanah Air, yang dimaksud adalah BM (Boyevaya Mashina )-14/17. (more…)
Suatu hari ada seorang rekan yang bertanya, “sebenarnya apa senjata milik TNI yang punya daya hancur paling besar?” Sebuah pertanyaan yang jamak digunjingkan masyarakat, tapi harus diakui untuk jawabannya bisa beragam dan multi tafsir. Tapi bila predikat target diukur dari luasnya area yang berhasil dihancurkan, maka jawabannya mengerucut pada sista artileri. Dan lebih spesifik lagi mengarah pada sosok self propelled MLRS (multiple Launch Rocket System) yang mampu menggasak banyak sasaran dalam waktu singkat. (more…)
Peluncur roket M-51 dengan truk V3S sebagai platform kendaraan pengangkut. Tampak foto milik AD Mesir dalam sebuah defile militer di tahun 1960
Bila ditilik dari sejarah, sista dalam lingkungan armed (artileri medan) baik di TNI AD dan Korps Marinir TNI AL terbilang ‘kaya’ akan ragam tipe senjata. Salah satunya adalah keberadaan jenis senjata self propelled. Dengan diusung platform kendaraan, mobilitas senjata yang terdiri dari jenis roket dan howitzer mampu bergerak cepat menuju daerah operasi. (more…)
Menuju target MEF (minimum essential force) yang dicanangkan oleh pemerintah, masing-masing unit militer memang mendapat ‘jatah’ modernisasi alutsista. Meski pengadaannya terbilang pelan, tapi beberapa agenda kedatangan alutsista sudah ada di depan mata. Untuk elemen korps Artileri Medan (Armed) TNI AD misalnya, setelah lama tertinggal di segmen howitzer self propelled (gerak sendiri), ada kabar bahwa akan dating meriam TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie). (more…)