Meski pengembangan teknologi roket di Indonesia maju mundur, namun, belum lama ini ada kabar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, yang menyebut bahwa pengembangan roket balitsik untuk sistem senjata artileri kaliber 122 mm telah tuntas dilakukan oleh PT Pindad. Roket 122 mm adalah jenis amunisi artileri dengan standar Rusia/Soviet yang disiapkan untuk jenis senjata MLRS (Multiple Launch Rocket System). (more…)
Selain Main Battle Tank (MBT) Challenger 2, rupanya ada alutsista Ukraina asal Inggris lain yang ikut ‘gosong’ di sektor peperangan yang sama (wilayah Zaporizhzhia). Persisnya terkonfirmasi ‘hancur’ sebuah self tracked propelled howitzer (SPH) – roda rantai, AS90 Braveheart. Setidaknya, Kementerian Pertahanan Inggris telah memasok 20 unit AS90 Braveheart untuk militer Ukraina. (more…)
Melengkapi ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicile) BMP-3, maka Korps Marinir seharusnya akan mendapatkan perkuatan jenis ranpur APC amfibi terbaru BT-3F dari Rusia. Jumlahnya lumayan besar, yakni 79 unit yang digadang sebagai pengganti pansam (panser amfibi) BTR-50 yang usianya telah menua. Namun, badai CAATSA yang ditiupkan Washington telah menunda pengadaan ranpur amfibi ini. Meski begitu, BT-3F terus dikembangkan untuk kebutuhan infanteri laut (marinir) Rusia. (more…)
Kilas balik ke 27 Agustus 2022, Polandia mengumumkan pengadaan self propelled MLRS K239 Chunmoo 8×8 dari Hanwha Corporation, Korea Selatan. Namun, Polandia tak serta merta membeli sistem senjata dalam bentuk ‘asli’. Lantaran membeli dalam jumlah besar, Polandia mensyaratkan penggunaan komponen dalam negeri pada pengadaan K239 Chunmoo. Yang salah satunya berupa penggantian platform truk peluncur. (more…)
Kecemasan terlibat dalam perang besar mendorong negara-negara NATO untuk merancang alutsista dengan daya lethal tinggi saat Perang Dingin. Salah satu segmen yang mendapat perhatian yakni MLRS (Multiple Launch Rocket System). Lantaran yang bakal dihadapi adalah militer Uni Soviet dan Pakta Warsawa, maka MLRS disiapkan dalam kaliber berat, dan Jerman rupanya pernah merancang self propelled MLRS di kaliber 280 mm. (more…)
Saat Ukraina dengan sokongan Amerika Serikat melakukan serangan artileri M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) ke basis pertahanan Rusia, maka tidak butuh waktu lama bagi Rusia untuk mempelajari karakteristik HIMARS. Dan guna menandingi gempuran roket HIMARS, Rusia yang sejak tahun 2014 mengoperasikan Tornado-S, mengklaim telah sukses meningkatkan kemampuan self propelled MLRS di kaliber 130 mm tersebut. (more…)
Tidak ada yang meragukan daya hancur dari MLRS (Multi Launch Rocket System) kaliber 122 mm. Sebagai ilustrasi, semburan 40 roket MLRS 122 mm yang diluncurkan secara salvo dari RM70 Grad/Vampire dapat menghancurkan area seluas tiga hektar. Lantas, bagaimana jika semburan 240 roket MLRS 122 mm diluncurkan secara salvo? Maka menjadi mengerikan tingkat kehancuran yang ditimbulkan. (more…)
Seolah tidak menggubris tekanan dari Washington, Uni Emirat Arab (UEA) tetap pada pendirian untuk merangkul Cina sebagai salah satu mitra dan pemasok alutsista untuk negara kaya minyak tersebut. Pada ajang IDEX 2023 di Abu Dhabi (20 – 24 Februari), UEA mengumumkan memberikan kontrak senilai AED902 juta (US$245 juta) untuk pengadaan AR3 multiple rocket/missile launchers produksi Norinco. (more…)
Tak ingin kalah dari Indonesia yang banyak merilis prototipe alutista, Thailand dalam ajang pameran pertahanan Defense & Security 2022 di Bangkok, merilis jenis prototipe senjata artileri berat berupa peluncur roket multilaras gerak sendiri – self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) yang diberi nama PULS (Precise and Universal Launching System). Sebagai produk domestik Thailand, PULS menawarkan bukan saja multi laras, melainkan peluncur roket multi kaliber. (more…)
Meski Polandia bertetangga dengan Ceko, dan sesama anggota NATO, namun ada kabar, bahwa Polandia justu melirik peluncur roket multi kaliber – MLRS (Multiple Launch Rocket Systems) produksi Korea Selatan, K239 Chunmoo. Bukannya melirik MLRS produksi Excalibur Army dari Ceko, menurut informasi dari Defence24.com pada 27 Agustus 2022, Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Błaszczak mengumumkan bahwa Polandia akan memperoleh MLRS K239 Chunmoo dari Korea Selatan. (more…)