
Sebagai struktur yang langsung berkedudukan dibawah Panglima TNI, Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) TNI dituntut untuk senantiasa sigap menghadapi beragam bencana yang setiap saat bisa terjadi di Tanah Air. Dan guna menunjang misi tanggap bencana, keterampilan khusus dan bekal perlengkapan penunjang menjadi keharusan untuk disiapkan. Seperti dalam menjangkau medan berat, kendaraan roda rantai dengan genre ATV (All Terrain Vehicle) menjadi salah satu yang diandalkan. (more…)

Meski fokus bisnisnya pada produksi dan pengembangan pesawat terbang, namun ini bukan pertama buat PT Dirgantara Indonesia (PT DI) melakukan kolaborasi pada penciptaan rantis (kendaraan taktis). Setelah di tahun 2007 merilis rantis serbu DMV-30 T/A untuk kebutuhan Detasemen Bravo Paskhas TNI AU, kini BUMN Strategis yang bermarkas di Bandung ini kembali meracik rantis serbu ringan yang diberi label ILSV (Indonesia Light Strike Vehicle). (more…)

Label “Tugasanda” selama ini telah melekat sebagai merek karoseri kendaraan bus dan truk, namun siapa sangka bila merek asal Pasuruan, Jawa Timur ini sanggup mempersembahkan sebuah rantis (kendaraan taktis) lapis baja jenis APC (Armoured Personnel Carrier) 4×4. Debut kemunculan rantis yang disebut sebagai “Turangga” ini mampu menyedot perhatian selama Indo Defence 2016. Selain tampilan muka bergaya robotic, Turangga juga punya ground clearance yang cukup tinggi (650 mm) dengan konstruksi V hull. (more…)

PT Pindad telah meluncurkan beberapa varian rantis (kendaraan taktis) Komodo 4×4. Namun hingga kini belum ada varian Komodo yang dirancang sebagai platform pengusung radar. Nah, dalam ajang Indo Defence 2016 kabarnya PT Pindad dan Saab AB, manufaktur persenjataan dari Swedia akan menghadirkan prototipe rantis Komodo dengan platform mobile radar Giraffe 1X (G1X), jenis radar short range 3D untuk misi Ground Based Air Defence. (more…)

Urusan merancang dan produksi rantis (kendaraan taktis) lapis baja beroda ban sudah dikuasai industri di dalam negeri, tebaran jenis rantis, mulai dari sebatas prototipe sampai yang sudah operasional ragamnya lumayan banyak di kesatuan TNI dan Polri. Namun dari sekian nama-nama rantis lapis baja, tak banyak yang lahir karena tuntutan dalam operasi militer yang sesungguhnya. Dan bila bicara rantis lapis baja yang ‘born to fight,’ maka tak bisa dilupakan sosok APR-1V buatan PT Pindad. (more…)

Tampilan depannya identik dengan Isuzu NPS 75 4×4, kendaraan taktis (rantis) offroad yang baru saja didatangkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk kebutuhan tiga matra, Mabes TNI dan pasukan PBB. Namun bila dicermati, truk Isuzu FVZ 34 6×4 punya tongkrongan lebih besar dan tinggi, pasalnya Isuzu 34 FVZ adalah truk sipil di kelas 5 ton yang didaulat sebagai ranmum (kendaraan angkut amunisi). (more…)

Truk serbaguna berkemampuan offroad masih jadi kebutuhan utama dalam pergeseran pasukan, terlebih bila yang dihadapi adalah kontur mentantang yang mendominasi sebagian wilayah di Tanah Air. Melengkapi utility truck 4×4 di era Mercedes Benz Unimog, TNI kini kembali diperkuat jenis truk serbaguna Isuzu NPS 75 4×4. (more…)

Selain keberadaan ranpur amfibi, hadirnya keluarga heavy truck Tatra memberi warna sendiri dalam etalase kesiapan operasi Korps Marinir TNI AL. Dengan wilayah penugasan yang tergolong menantang, adanya truk bermuatan besar plus punya kemampuan offroad menjadi suatu keharusan bagi Marinir. Setelah sebelumnya hadir Tatra T813 Kolos dan Tatra T815-7, keluarga Tatra pada Marinir bertambah dengan rantis Tatrapan 6×6. (more…)

Selain keberadaan truk Tatra T815-7, ada rantis (kendaraan taktis) lain yang menarik perhatian saat uji fungsi medan dan uji penembakkan MLRS (Multi Launch Rocket System) RM70 Vampire milik Korps Marinir TNI AL. Saat uji fungsi medan yang dilangsungkan di Puslatpur Marinir Baluran, Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, Batalyon Roket Resimen Artileri (Menart) turut menyertakan rantis baru jenis Aligator dan Tatrapan.
(more…)

Truk ini aslinya tak menyandang gelar sebagai kendaraan taktis (rantis) , namun ketika dipercaya sebagai kuda tunggangan kanon reaksi cepat Oerlikon Skyshield Paskhas TNI AU, maka sosok Hino Ranger 500 FM285 JD sontak berubah sebagai wahana yang terlihat sangar. Meski dari basis truk sipil, mobilitas operasi alutsista super canggih di Indonesia sangat bergantung pada kinerja truk ini. Urusan pindah memindahkan kanon, berikut paket baterai PSU (Penangkis Serangan Udara), semua ditangani truk yang diberi label Cruising Ranger ini.
(more…)