Mencermati pengadaan alutsista di matra laut, khususnya untuk kelas heavy fregate seperti membuat bingung warganet. Belum ada kejelasan atas kelanjutan dari satu kesepatakan yang sudah dibuat, sudah ada kesepatakan lain yang bernada serupa. Tidak masalah memang, namun bila melihat realita anggaran pertahanan yang terbatas, kadang manuver rencana pengadaan kapal perang di lini frigat membuat sejumlah tanda tanya, terlebih melihat potensi ancaman yang ada di depan mata. (more…)
Mengoreksi artikel sebelumnya tentang instalasi meriam A-220M kaliber 57 mm pada Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M KRI Tombak 629, maka yang benar adalah meriam yang terinstall pada KCR produksi PT PAL Indonesia tersebut adalah jenis AU-220M kaliber 57 mm rancangan dan produksi JSC Central Research Institute Burevestnik, Rusia. (more…)
Meriam A-220M di haluan KRI Tombak 629 (Foto: Istimewa)
Mungkin karena beragam alasan, paket persenjataan pada KCR (Kapal Cepat Rudal) 60M tidak sama satu dengan yang lainnya. Bila pada batch ketiga, yaitu unit ke-5 dan ke-6, KCR 60M akan dipasangkan senjata pada haluan berupa meriam Bofors MK.3 kaliber 57 mm, maka pada kapal KCR 60M batch pertama, terlihat belum lama ini sudah dipasangkan meriam kaliber 57 mm, namun bukan lansiran BAE Systems Bofors AB, Swedia. (more…)
Progres pembangunan kapal BRS kedua (Foto-foto: PT PAL)
Di tengah kegaduhan soal anggaran pertahanan yang mencapai ribuan triliun, ada kabar terbaru dari BUMN Pertahanan, yakni PT PAL Indonesia, dimana tengah berlangsung proses pembangunan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) unit kedua pesanan Kementerian Pertahanan RI untuk kebutuhan TNI AL. Bila merujuk ke jadwal saat keel laying pada 21 Januari 2020, dijadwalkan kapal BRS kedua akan diluncurkan pada Desember 2021. (more…)
Sebagai kekuatan laut dengan populasi kapal perang terbesar di Asia Tenggara, TNI AL juga dikenal sebagai pengguna meriam produksi Bofors dalam jumlah yang tak sedikit. Meriam produksi Bofors (saat ini – BAE Systems Bofors) digunakan dalam beragam jenis dan kaliber oleh TNI AL, mulai dari kaliber 120 mm, 57 mm dan 40 mm, yang tersebar di kelompok Kapal Cepat Rudal (KCR), Kapal Cepat Torpedo (KCT) dan Landing Ship Tank (LST). (more…)
HDMS Iver Huitfeldt di Selat Hormuz (Danish MoD picture)
Tahapan untuk mendapatkan frigat idaman sepertinya penuh lika-liku, meski arah pengadaan frigat Iver Huitfeldt Class dari Denmark telah dibicarakan dengan serius, bahkan sistem combat management system telah ditentukan, namun, untuk memenuhi standar frigat yang benar-benar diinginkan TNI AL, rupanya masih perlu dilakukan penyesuaian pada rancangan Iver Huitfeldt Class. (more…)
Setelah diluncurkan dalam seremoni di Surabaya pada 11 April 2019, maka hari Rabu, 17 Maret 2021, kapal selam hasil produksi bersama PT PAL dan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), KRI Alugoro 405, resmi diserahkan kepada pemesannya, yaitu Kementerian Pertahanan RI untuk kebutuhan TNI AL. Dengan penyerahan tersebut, maka saat ini Korps Hiu Kencana resmi mengoperasikan lima unit kapal selam dari keluarga Type 209. (more…)
Dengan diluncurkannya KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 pada 7 Januari 2021, maka menjadi babak baru bagi TNI AL dalam mengoperasikan jenis kapal BRS (Bantu Rumah Sakit). Bukan sebatas pemasangan logo palang merah pada kapal rumah sakit, kehadiran BRS dari sisi desain juga benar-benar ‘baru.’ Sebagian warganet mengira bahwa BRS adalah Landing Platform Dock (LPD) yang dialihfungsi. (more…)
Setelah meluncurkan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 pada 7 Januari 2021, masih tekait program pembangunan kapal BRS (Bantu Rumah Sakit), PT PAL Indonesia diwartakan kembali melakukan momen penting, dimana pada hari Kamis, 21 Januari lalu dilangsungkan seremoni Keel Laying Kapal BRS Tahun Anggaran 2020, 2021, dan 2022. Ini menjadikan kapal kedua yang diproduksi PT PAL dengan kualifikasi khusus BRS. (more…)
Mengawali tahun 2021, Satuan Kapal Bantu (Satban) TNI AL mendapatkan perkuatan kapal baru, persisnya pada Kamis, 7 Januari lalu, PT PAL Indonesia telah meluncurkan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 sebagai Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS). Meski dari desain mengacu pada LPD (Landing Platform Dock), namun kapal ini mengedepankan improvement teknologi rancang bangun SSV (Strategic Sealift Vessel), yaitu model kapal angkut amfibi produksi PT PAL yang kini telah dioperasikan oleh AL Filipina. (more…)