Setelah menuntaskan tahap sea trial dan commodore inspection, korvet KRI Malahayati 362 yang masuk dalam proyek Mid Life Modernization (MLM), hari ini telah resmi diserahterimakan dari pihak pelaksana PT PAL Indonesia kepada Kementerian Pertahanan RI yang diwakili oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Marsekal Pertama TNI Yusuf Jaubari diĀ Gedung PIP PT PAL, Surabaya pada 2 Oktober 2020. (more…)
Hit and Run, adalah taktik yang diterapkan oleh Satuan Kapal Cepat (Satkat), khususnya dalam penggelaran armada KCR (Kapal Cepat Rudal). Semisal saat menghadapi kapal perang lawan yang lebih ‘besar,’ maka taktik hit and run adalah opsi utama. Dalam skenario, selepas meluncurkan rudal anti kapal, KCR memang tak dirancang untuk meladeni duel dengan kapal perang tersebut, pasalnaya sebagai kapal cepat bertanase kecil, bekal persenjataan yang dibawa memang terbatas. (more…)
Meski tengah dirundung pandemi Covid-19, rupanya program akuisisi frigat Iver Huitfeldt terus berjalan. Sebagai wujud konkritnya, pada 30 April lalu, pihak perwakilan dari Kementerian Pertahanan RI, manufakur kapal PT PAL dan PT Sinar Kokoh Persada, agen dari Indonesia untuk perusahaan Denmark Odense Maritime Technology (OMT), telah menandatangani kontrak pembukaan (preamble contract) untuk pengadaan unit perdana frigat asal Denmark tersebut. (more…)
Setelah sebelumnya tuntas dilakukan oleh KRI RE Martadinata 331, kini ada kabar dari KRI I Gusti Ngurah Rai 332, bahwa frigat yang kondang dengan label “PKR – (Perusak Kawal Rudal)” ini telah tuntas merampungkan fase instalasi dan pengujian Combat Management System (CMS) Tacticos. Hal tersebut diumumkan oleh Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dan PT PAL selaku pihak galangan pembangun kapal. (more…)
Seolah menjawab keraguan dari beberapa pihak, kapal selam Nagapasa Class yang dibangun di fasilitas PT Pal Indonesia, yakni KRI Alugoro 405, diwartakan sukses menjalani uji Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Banyuwangi, Jawa Timur dan Perairan Bali. NDD adalah salah satu tahapan uji yang krusial bagi sebuah kapal selam dalam masa sea trial. Pada uji NDD yang dilakukan pada 20 Januari lalu, KRI Alugoro mampu menyelam sampai kedalaman 250 meter. (more…)
Sesuai dengan dinamika, dalam beberapa tahun kedepan TNI AL perlu mengisi kesenjangan kebutuhan operasional, yaitu ‘menjembatani’ gap antara armada kapal di Satuan Kapal Patroli (Satriol) dan kapal perang kelas korvet serta frigat di Satuan Kapal Eskorta (Satkor). Sebagai jawabannya mencuatlah OPV (Offshore Patrol Vessel), segmen kapal perang yang juga tengah dibangun Malaysia, Thailand, Singapura dan Australia. (more…)
Dalam sebuah upacara kecil di PT PAL Surabaya, pada 4 Desember 2019 telah berlangsung re-delivery frigat KRI RE Martadinata 331 yang dilakukan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dan PT PAL kepada TNI AL, re-delivery ini merupakan tanda bahwa proses integrasi sebagian besar sistem senjata dan Combat Management System (CMS) Tacticos di kapal perang tercanggih di TNI AL telah tuntas dilakukan. Seperti diketahui, KRI RE Martadinata 331 resmi dikukuhkan sebagai bagian dari arsenal armada kapal perang TNI AL pada 7 April 2017. (more…)
Kiblat teknologi kapal selam Indonesia memang bukan ke Korea Selatan, namun harus diakui Indonesia ‘berguru’ ke Korea Selatan guna membangun industri kapal selam, yaitu dalam skema ToT (Transfer of Technology) lewat pengadaan kapal selam Nagapasa Class yang digarap DSME bersama PT PAL. Bila dirunut dari sejarahnya, Korea Selatan sejatinya juga menerima ToT dari Jerman Barat dalam mewujudkan Changbogo Class (Type 209 Class) pada awal 1989. (more…)
Kabar bahwa KCR-60 (Sampari Class) akan dilengkapi kanon Bofors 57 MK.3 sudah terendus sejak awal 2018 silam. Meski kemudian lama tak terdengar kabar beritanya, namun baru-baru BAE Systems justru telah merilis informasi yang menyebutkan pihaknya telah mendapatkan kontrak pengadaan empat unit Bofors 57 mm MK.3 untuk KCR-60. (more…)
Setelah diluncurkan PT PAL pada 27 Februari 2018, KCR (Kapal Cepat Rudal) 60M KRI Kerambit 627, Kamis (25/7/2019) resmi diserahterimakan kepada TNI AL di Dermaga Divisi Kapal Perang PT PAL Ujung, Surabaya. . Dalam serah terima KRI Kerambit 627, nampak kapal perang produksi dalam negeri ini telah dilengkapi dua peluncur rudal anti kapal C-705 dan dua pucuk kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) Rheinmetall 20 mm. (more…)