Pandemi yang belum berkesudahan tentu membawa dampak pada industri pertahanan, meski begitu proses yang sedang dijalankan harus tetap dioptimalkan, mengingat ada kebutuhan akan kesiapan alutsista. Terkait hal tersebut, TNI AL diwartakan telah menyetujui tahap Uji Penerimaan Pabrik – Factory Acceptance Tests (FAT) dari Terma untuk proses instalasi Combat Management Systems (CMS) pada empat unit KCR-60M produksi PT PAL Indonesia. (more…)
Ada kabar baru dari Satuan Kapal Cepat (Satkat), dimana KRI Ajak 653 – salah satu KCT (Kapal Cepat Torpedo) TNI AL telah rampung dari pemeliharaan depo (hardepo) atau pemeliharaan perbaikan kapal secara menyeluruh pada Desember 2021 ini. (more…)
Belum lama berselang kami menurunkan artikel tentang “menanti peluncuran KCR-60M kelima” yang dibuat PT PAL Indonesia. Dan, ada kabar terbaru datang dari BUMN Pertahanan tersebut, bahwa KCR-60M kelima yang dimaksud, yaitu KRI bernomer lambung 625 telah diluncurkan pada hari ini, 5 Desember 2021 di Surabaya, yang bertepatan dengan momentum Hari Armada RI. (more…)
Setelah pada 27 Mei 2021 dilangsungkan seremoni jabat tangan virtual antara Presiden Direktur PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dan CEO BAE Systems Bofors AB Lena Gillström. Maka pada 29 November 2021, PT PAL Indonesia telah resmi menyandang status sebagai mitra global BAE Systems Bofors AB (Bofors) dalam pemeliharaan dan perbaikan (MRO) senjata kapal. (more…)
Sudah bukan rahasia, bila Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M produksi PT PAL Indonesia sebagian akan dipasangi meriam Bofors 57 MK.3. Pihak BAE Systems, selaku produsen merilis kabar itu pada Agustus 2019, bahwa telah mendapatkan kontrak pengadaan empat unit Bofors 57 mm MK.3 untuk KCR-60M. Dan dari foto-foto yang beredar di jagad media sosial, diketahui PT PAL Indonesia telah memasang Bofors 57 MK.3 pada KCR-60M terbaru. (more…)
PT PAL Indonesia pada 22 November lalu melakukan Commodore Inspection pada kapal selam KRI Cakra 401 di Panarukan, yang dipimpin oleh Waasops Kasal – Laksma TNI Wasis Priyono. Setelah dilaksanakannya serangkaian uji coba (HAT & SAT), dilakukan Commodore Inspection dalam rangka meninjau kesesuaian dan kelaikan hasil dari overhaul (OVH) atau perbaikan menyeluruh pada kapal selam KRI Cakra-401 sesuai yang diamanatkan dalam kontrak. (more…)
Setelah diluncurkan PT PAL Indonesia pada 7 Januari 2021, tentu masih ada beberapa tahap hingga KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991 pada akhirnya dapat diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan TNI AL. Dan ada kabar terbaru dari PT PAL Indonesia, bahwa Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) tersebut telah menyelesaikan tahapan final docking dan akan berlanjut ke tahapan Harbour Acceptance Test. (more…)
Sebagai bagian dari tahapan overhaul, kapal selam diesel listrik Type 209 pertama milik TNI AL, KRI Cakra 401, sejak 10 Oktober lalu melaksanakan Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Panarukan Situbondo. Diawki oleh awak uji sebanyak 10 personel, pada 14 Oktober 2021, kapal selam buatan Howaldtswerke-Deutsche Werft, Jerman itu telah tiba kembali ke Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero) untuk melanjutkan penyelesaian akhir program overhaul. (more…)
Nama frigat Arrowhead 140 dalam beberapa hari ini menjadi buah bibir di Tanah Air, pasalnya PT PAL Indonesia telah mengantongi Licence Agreement dari Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock), untuk dua unit frigat Arrowhead 140 yang akan dibangun di fasilitas produksi PT PAL Indonesia di Surabaya. Dan masih terkait sensasi frigat buatan Inggris tersebut, rupanya hari Kamis (23/9/2021) menjadi momen bersejarah bagi debut frigat Arrowhead 140. (more…)
Meski belum dijelaskan kapan waktu dimulainya pembangunan unit perdana frigat Arrowhead 140, namun pihak PT PAL Indonesia menyebut unit perdana frigat pesanan Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan TNI AL itu akan dibangun dalam waktu 69 bulan. Dalam penandatangan Licence Agreement dengan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock), nantinya ada dua unit frigat Arrowhead 140 yang akan dibangun di fasilitas produksi PT PAL Indonesia di Surabaya. (more…)