Ajang Euronaval 2016 yang berlangsung di Paris, Perancis 17 – 21 Oktober nampak punya arti khusus dalam pengembangan teknologi maritim di Indonesia. Selain Terma yang mengumumkan kontrak pengadaan radar SCANTER 6000 oleh Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan RI, di Euronaval 2016 dua perusahaan asal Spanyol, Indra dan Navantia juga mengumumkan telah memenangkan kontrak senilai US$18 juta (Euro 15,7 juta) untuk kelanjutan program mid-life modernization (MLM) di frigat Fatahillah Class. (more…)
Lambang supremasi kekuatan tempur laut dari suatu negara jelas ditujukan bagi sosok kapal perang tercanggih. Dan di TNI AL lambang supremasi tertuju pada Perusak Kawal Rudal (PKR) SIGMA 10514, atau akrab disebut frigat Martadinata Class, karena kapal pertama di kelas ini adalah KRI Raden Eddy (RE) Martadinata 331. Setelah berhasil merampungkan masa uji coba pada bulan September lalu, kapal perang yang dibangun PT PAL ini akan diserahkan ke pihak user, yakni Satuan Kapal Eskorta (Satkor). (more…)
Arsenal kekuatan TNI AL tak melulu beridentitas kapal perang (KRI), sebagai elemen pendukung ada KAL (Kapal Angkatan Laut) yang berpatroli di lingkup perairan Lantamal, lalu ada lagi TD (Kapal Tunda). Yang disebut terakhir boleh dibilang kurang mendapat ekspos, padahal peran kapal tunda begitu penting dalam menunjang pelaksanaan operasi, khususnya untuk melayani kapal perang bertonase besar yang hilir mudik di Lantamal (Pangkalan Utama Angkatan Laut). (more…)
Banyak hal menarik dari sosok PKR (Perusak Kawal Rudal) RE Martaditana Class (aka – SIGMA Class 10514). Dari aspek desain misalnya, struktur frigat ini yang modular dan bernuansa stealth membuat kagum setiap mata yang memandang. Terlebih lagi, ini pertama kali galangan PT PAL dipercaya membangun kapal kombatan bertonase besar (2.400 ton) dengan teknologi tinggi. Yang menarik lagi, pada struktur bagian belakang terdapat hanggar dengan pintu teleskopik yang dirancang mampu memuat helikopter kelas medium.
Setelah memulai serangkaian uji pada 11 Juli lalu, PKR (Perusak Kawal Rudal) KRI Raden Eddy (RE) Martadinata 331 kini telah dinyatakan tuntas melaksanakan semua tahapan uji coba. Mulai dari speed test, crash stop test, dan turning maneuver di perairan Basin dan Laut Jawa telah selesai dilalui. Tuntasnya semua tahapan uji KRI RE Matradinata 331 ini telah diumumkan oleh Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) pada 13 September lalu. (more…)
Setelah resmi diluncurkan pada 18 Januari lalu dengan pengukuhan nama sebagai KRI Raden Eddy (RE) Martadinata 331, PKR (Perusak Kawal Rudal) SIGMA Class 10514 pesanan pertama Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI ini dijadwalkan akan diserahterimakan ke penggunanya, yakni Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL pada bulan Januari 2017.
Dengan rampungnya basis produksi kapal selam di galangan PT PAL pada September mendatang, secara langsung dimulai babak baru pembangunan kapal selam di dalam negeri. Selain proyek perdana berupa pengerjaan KRI Nagarangsang 405 (Nagabanda Class – aka Changbogo Class), fasilitas produksi kapal selam PT PAL juga nantinya dicanangkan untuk merilis kapal selam lanjutan untuk kebutuhan Korps Hiu Kencana TNI AL. (more…)
Meski hubungan RI – RRC sempat panas gara-gara insiden di Perairan Natuna pada 19 Maret lalu, namun kejadian tersebut sepertinya tak membawa pengaruh pada urusan pembelian alutsista. Justru kabar terbaru, alutsista TNI AL kembali akan diperkuat sistem senjata kanon CIWS (Close In Weapon System) Type 730 untuk dipasang pada dua unit KCR (Kapal Cepat Rudal) 60 Sampari Class. (more…)
Tak ada yang keliru saat orang menyebut kapal selam terbaru TNI AL adalah Changbogo Class, pasalnya saat penandatanganan kontrak pengadaan tiga unit kapal selam dari Korea Selatan di tahun 2011, belum disebutkan secara definif penamaan ketiga KRI. Namun kabar terbaru menyebut unit pertama Changbogo Class TNI AL telah rampung konstruksi fisiknya dan siap memasuki masa uji coba. Ikut terungkap pula identitas unit kapal selam perdana sebagai KRI Nagabanda 403. (more…)
Jumlah KCR (Kapal Cepat Rudal) 60 Sampari Class TNI AL kedepannya akan bertambah empat unit lagi setelah kini ada tiga unit kapal yang telah diluncurkan. Keempat Sampari Class dikabarkan akan dibekali CMS (Combat Management System) besutan Cina, mengingat bekal sistem senjata utama di KCR 60 memang empat rudal anti kapal C-705 buatan China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC). (more…)