Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi pada Februari 2015 pernah mengungkapkan rencana pengadaan dua unit kapal penyapu ranjau jenis baru untuk memperkuat Satuan Kapal Ranjau (Satran), rencana pengadaan ini tentu wajar adanya, mengingat sudah tiga dekade Satran tak mendapatkan modernisasi alutsista. Sampai saat ini kapal penyapu ranjau andalan Satran adalah dua unit Tripartite Class hasil pengadaan tahun 1988. (more…)
Tak semua alutsista mampu mengemban misi taktis dan strategis, berperan penting disaat perang dan punya kontribusi besar dalam operasi militer selain perang. Di matra laut, maskot untuk kategori diatas adalah LPD (Landing Platform Dock). Peran mulai dari kapal markas, kapal pendarat sampai rumah sakit, semua bisa di cover oleh LPD. Mengingat peran penting LPD, setelah mengoperasikan enam unit LPD, belum lama ini TNI AL kembali memesan LPD 124 meter kepada PT PAL berdasarkan kontrak 11 Januari 2017. Selain Indonesia, Singapura dan Filipina, ternyata Australia juga mengoperasikan LPD, meski hanya satu unit, LPD Royal Australian Navy menjadi yang terbesar di kawasan. (more…)
Gara-gara kabar melintasnya kapal induk USS Carl Vinson (CVN-70) di perairan Indonesia, beberapa netizen kembali menyuarakan, kapan Indonesia punya kapal induk? Untuk mempunyai kapal induk pesawat tempur, rasanya bagai pungguk merindukan bulan, terlebih memang tidak masuk dalam kajian pengadaan alutsista. Namun bila yang jadi rujukan adalah kapal induk helikopter, tentu ini sangat realistis, dan secara teknologi sudah memungkinkan dibangun oleh industri strategis Dalam Negeri. (more…)
Target pengadaan kapal selam selam hingga 12 unit pada tahun 2024 jelas menjadikan Indonesia sebagai pasar yang strategis bagi manufaktur kapal selam. Betapa tidak, saat ini yang sudah jelas ‘terlihat’ baru ada lima unit kapal selam milik Korps Hiu Kencana, yakni dua unit Cakra Class (Type 209) dan tiga Nagapasa Class (aka – Changbogo Class) yang masih dalam proses pengiriman. Sisanya masih ada tujuh unit kapal selam yang masih harus dicari. Dan nampaknya TNI AL memang membuka peluang bagi jenis kapal selam lain, diluar Nagapasa Class. (more…)
Meski belum semua senjatanya terpasang, bertempat di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara (7/4/2017), flagship kapal kombatan TNI AL, KRI Raden Eddy (RE) Martadinata 331 akhirnya resmi dikukuhkan sebagai bagian dari arsenal armada kapal perang TNI AL. Upacara pengukuhan dilakukan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi. Dari tampilan yang diperlihatkan di beberapa foto media nasional, slot untuk kanon CIWS (Close In Weapon System) di depan anjungan nampak masih kosong.
Anda masih ingat KCR (Kapal Cepat Rudal) Sampari Class? Tiga unit KCR tersebut telah melengkapi armada Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL sejak tahun 2014. Dan tiga tahun berselang, kapal perang yang digadang sebagai KCR produksi lokal tercanggih ini nyatanya belum juga dilengkapi sistem senjata yang ideal. Memang sudah terlihat peluncur rudal anti kapal C-705, namun senjata utama di haluan masih berupa meriam manual berkubah, Bofors 40 mm. (more…)
Meski baru terpasang senjata berupa kanon reaksi cepat OTO Melara 76 mm SR (Super Rapid) gun, namun sesuai jadwal akhirnya Perusak Kawal Rudal (PKR) KRI Raden Eddy (RE) Martadinata telah resmi diserahterimakan kepada pihak TNI AL. Acara serahterima kapal kombatan terbesar yang dibangun di galangan PT PAL ini berlangsung pada Senin (23/1/2017). Tidak seperti acara peluncurannya yang berlangsung 18 Januari 2016, maka momen serahterima kapal perang tercanggih Satuan Kapal Eskorta ini terasa sepi dari pemberitaan. (more…)
Menjelang momen serah terima PKR (Perusak Kawal Rudal) KRI Raden Eddy (RE) Martadinata 331, yang dijadwalkan akan diserahterimakan ke TNI AL pada akhir Januari 2017, segala persiapan terus dikejar untuk penampilan flagship kapal perang Indonesia ini. Selain pengadaan sistem persenjataan yang tengah berjalan, belum lama ini Thales Nederland selaku pemasok mission suite untuk dua PKR (termasuk KRI I Gusti Ngurah Rai 332) telah merampungkan tahap implementasi dan uji coba Combat Management System (CMS) TACTICOS di KRI RE Martadinata 331. (more…)
Meski belum meraih kontrak strategis di Indonesia, galangan kapal asal Perancis DCNS tidak menyerah dalam menawarkan solusinya untuk TNI AL. Setelah sebelumnya melakukan pembicaraan intens dengan PT PAL terkait eksplorasi kebutuhan kapal selam di Indonesia, hingga menawarkan kapal selam littoral Scorpene Class 1000. Kabar terbaru menyebut DCNS tengah mempersiapkan proposal desain frigat dan korvet yang mampu memenuhi standar dan kualifikasi TNI AL. (more…)
Meski belum diberi label nama, hari ini (24/10) pesanan kapal selam kedua Kementerian Pertahahan (Kemhan) RI dan TNI AL dari Changbogo Class resmi diluncurkan secara simbolis di Galangan Kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Okpo, Pulau Geoje, Korea Selatan. Peresmian ditandai secara simbolis dengan pemotongan tali oleh Sekjen Kemhan RI Laksamana Madya TNI Widodo didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Arie H. Sembiring. (more…)