Area pabrik kapal selam PT PAL dalam proses pembangunan.
Ada kabar baik untuk perkembangan ToT (transfer of technology) industri alutsista di Indonesia. Pasalnya pihak PT PAL menyebut bahwa di bulan September 2016, seluruh pekerjaan fisik pembangunan komplek pembuatan kapal selam di Surabaya akan rampung, artinya proses pengerjaan pesanan ketiga Changbogo Class sudah dapat dimulai. (more…)
PKR (Perusak Kawal Rudal) SIGMA Class 10514 pesanan pertama TNI AL kini dalam proses instalasi sistem senjata di galangan PT PAL, Surabaya. Dari beberapa sistem senjata yang diadopsi kapal buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda, ada sosok meriam OTO Melara 76 mm (76/62) Super Rapid Gun yang disematkan pada bagian haluan. Menunggu momen peluncuran perdana SIGMA Class 10514 yang dijadwalkan pada pertengahan tahun ini, kabar baiknya OTO Melars 76 mm Super Rapid Gun telah terpasang di KRI Martadinata 331.(more…)
Menyambung pemberitaan di Indomiliter pada 18 November 2015, disebutkan ada dua galangan kapal yang berkompetisi untuk meraih kontrak overhaul kapal selam TNI AL KRI Cakra 401. Dua galangan tersebut, Daewoo Shipbuilding dan Marine Engineering (DSME), Korea Selatan dan DCNS, galangan kapal asal Perancis, sama-sama menawarkan paket maintenance, repair dan overhaul (MRO). Dan hingga tulisan ini diturunkan, nyatanya belum ada pemenang dari kontrak yang nilainya mencapai US$40 juta. (more…)
Meski punya identitas kapal perang TNI AL (KRI), tapi Bima Samudera tak diberi label nomer lambung. Padahal tugas yang diemban mencakup patroli wilayah pesisir, angkut pasukan, dan pengamanan obyek vital lepas pantai. Bahkan Bima Samudera sempat dipasangi kanon Bofors 40 mm. Hebatnya inilah kapal patroli tercepat yang pernah dipunyai TNI AL, Bima Samudera sanggup melesat hingga 80 km per jam!
Perangkat yang satu ini terbilang familiar di kapal penumpang dan angkut logistik sipil bertonase besar. Tapi toh tugas misi angkut penumpang dan logistik tak melulu di dominasi kepentingan sipil. Armada TNI AL, khususnya pada Satuan Kapal Bantu (Satban) juga banyak mengandalkan peran crane untuk memindahkan paket logistik, rantis hingga ranpur untuk ditempatkan di atas deck. Seperti pada KRI Bintuni 520, kapal yang di dapuk sebagai LST (Landing Ship Tank) terbesar ini turut menggunakan cargo hose crane yang dapat memindahkan muatan seberat 15 ton. (more…)
Umumnya untuk kapal perang jenis BAP (Bantu Angkut Personel) seperti LST (Landing Ship Tank) dan LPD (Landing Plarform Dock), persenjataan yang diusung maksimal adalah kanon kaliber 40 mm, sebagai langganan paling laris biasanya dicomot kanon asal Swedia Bofors 40 mm. Tapi kini ada yang mencoba menerobos pakem, LPD pesanan AL Filipina, atau populer disebut SSV (Strategic Sealift Vessel) yang sedang digarap galangan PT PAL, Surabaya, akan dipasang kanon/meriam kaliber 76 mm. (more…)
Meski sudah diluncurkan dan serah terimakan pada bulan September 2014, namun baru awal Agustus ini Komando Armada Barat (Koarmabar) TNI AL resmi mengoperasikan tiga unit KCR (Kapal Cepat Rudal)-40/KCR40, yakni KRI Surik 645, KRI 646, dan KRI Parang 647. Ketiganya merupakan elemen Satkat (Satuan Kapal Cepat) yang berisikan armada kapal bertonase ringan (250 ton), punya fleksibilitas tinggi, dan tentunya dibekali rudal anti kapal. (more…)
Mengambil lokasi di perairan antara Pulau Raas, Sumenep dan Bawean, Gresik, pada hari Kamis lalu (28/5/2015), KRI Bung Tomo 357 (korvet Bung Tomo Class) dari Komando Armada Timur (Koarmatim) TNI AL, untuk pertama kalinya menjajal kesaktian rudal anti kapal Exocet MM40 Block II. Dan yang menjadi ‘kehormatan’ sebagai sasaran tembak adalah KRI Kupang 582, jenis kapal LCU (Landing Craft Utility) yang sebelumnya juga menjadi aset kekuatan Koarmatim. (more…)
Berita yang satu ini memang tidak terkait alutsista milik TNI, namun ada kaitannya dengan industri alutsista dalam negeri. Melanjutkan First cutting steel, atau pemotongan plat baja pertama untuk proses pembangunan dua unit SSV (Strategic Sealift Vessel) di galangan PT PAL pada 22 Januari 2015 lalu. Pemerintah Filipina akan melakukan tender terpisah untuk pengadaan sistem sensor, elektronik, dan persenjataan. (more…)
Indonesia nampak begitu bangga dengan keberadaan armada LPD (Landing Platform Dock). Selain punya bobot masif, kapal angkut multirole ini memang punya nilai strategis, maklum beragam peran, LPD dapat menjalankan misi urusan angkut logistik, pendaratan amfibi, bahkan dengan deck yang luas, LPD dapat membawa 3 helikopter ukurang sedang. Karena fungsi yang strategis, tak jarang LPD di dapuk sebagai kapal markas dalam operasi gugus tempur TNI AL. (more…)