Sinergi intelijen antara Rusia dan Iran di ruang angkasa menjadi kabar buruk bagi kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Laporan terbaru dari CNN menyebutkan, bahwa Moskow diduga kuat memanfaatkan jaringan satelit mata-matanya untuk memandu serangan rudal Iran agar menghantam target-target vital AS secara presisi. (more…)
Operasi militer Amerika Serikat melawan Iran dengan label Operation Epic Fury harus dibayar mahal menyusul jatuhnya puluhan pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV). Sejak kampanye militer diluncurkan pada akhir Februari 2026, militer AS dilaporkan telah kehilangan sedikitnya 45 unit drone tempur MQ-9 Reaper. Kerugian masif ini memukul kekuatan intai dan penyerang jarak jauh AS yang beroperasi di titik-titik krusial kawasan, khususnya di sekitar jalur maritim vital Selat Hormuz. (more…)
Laporan mengejutkan yang dirilis media AS, CNN, mengungkapkan bahwa persediaan rudal pencegat dan amunisi presisi jarak jauh milik militer Amerika Serikat telah berada pada tingkatan yang sangat mengkhawatirkan. Rentetan konfrontasi militer dengan Iran dalam operasi bertajuk Operation Epic Fury dikabarkan telah menghabiskan hampir 80 persen (empat perlima) dari total stok rudal pencegat THAAD (Terminal High Altitude Area Defense). (more…)