Apa yang Anda baca berikut mungkin terkesan seperti adegan di film fiksi ilmiah, dimana kontainer atau peti kemas sipil, bukan berisikan komoditi barang dagangan, melainkan berisi rudal balistik. Tapi faktanya itu bukan fiksi, di era Perang Dingin, Uni Soviet telah melakukan penyamaran tersebut. Adopsi peluncur rudal pada truk kontainer sipil dilakukan dengan tujuan untuk mengelabui pengintaian dari udara, baik oleh pesawat intai maupun satelit mata-mata. (more…)
Selain menyisakan kesedihan mendalam bagi Bangsa Indonesia, musibah yang menimpa awak kapal selam KRI Nanggala 402 juga turut mengundang pertanyaan dari warganet. Selain pertanyaan tentang bagaimana musibah itu bisa terjadi, pertanyaan menarik lainnya adalah, apa yang mendasari Indonesia mengakuisisi kapal selam Type 209/1300 pada dekade 70-an. (more…)
Bagi Rusia, keberadaan rudal jelajah dan balistik hipersonik adalah efek penggetar yang harus dipertahankan dalam menghadapi hegemoni Amerika Serikat dan NATO. Bila kini kita mendengar nama rudal Avangard dan Tsirkon, maka kilas balik saat kejayaan Uni Soviet, di dekade 80-an telah hadir rudal jelajah hipersonik yang diluncurkan dari udara, yakni X-90 “Koala.” (more…)
Berita tentang operasi rahasia Amerika Serikat yang memboyong sistem hanud Pantsir S-1 dari Libya ke Jerman, memang menarik untuk dicermati, pasalnya alutsista produksi Rusia ternyata masih membuat penasaran intelijen Negeri Paman Sam. Rupanya kasus Pantsir S-1 bukan yang pertama kali dilakoni AS atas Libya, kilas balik ke tahun 1988, sebuah helikopter serang Mi-25 Hind milik Libya juga dicuri AS lewat operasi rahasia. (more…)
Antara Amerika Serikat dan Uni Soviet memang punya strategi yang berbeda dalam mengusung platform peluncur rudal balistik antar benua, tak seperti Soviet, AS tidak memilih platform peluncur rudal balistik mobile dengan menggunakan basis heavy truck, alih-alih Negeri Paman Sam lebih mengedepankan mobilitas launcher rudal balistik lewat arsenal kapal selam nuklirnya. (more…)
Kedigdayaan Amerika Serikat dalam segmen rudal anti satelit memang belum bisa ditandingi oleh Rusia, terlebih AS berani mengklaim sebagai satu-satunya negara yang berhasil meluncurkan rudal anti satelit dan berhasil menghancurkannya saat berada di orbit luar angkasa. Meski begitu, Rusia saat masih berada dalam naungan Uni Soviet telah mempersiapkan sosok rudal anti satelit tandingan. (more…)
Yang namanya bekas kadang dicibir sebagai sesuatu yang inferior, tapi jangan salah, “Bekas” yang satu ini beda, adalah BRDM-2MB Bekas 4×4, jenis ranpur lapis baja dengan tampang oldskul ini baru saja dirilis dalam varian reconnaissance vehicle. Dari desainnya, yang khas era Perang Dingin, setiap orang yang melihatnya tak akan sulit menebak, bila ranpur yang memang bernama “Bekas” ini adalah varian dari ranpur amfibi legendaris BRDM-2. (more…)
Walau kini tinggal sejarah, sosok rudal hanud (Surface to Air Missile/SAM) SA-2 “Guideline” pada dekade 60-an masih menyisakan rasa bangga, bahwa dahulu Indonesia pernah mengoperasikan rudal hanud jarak jauh yang battle proven dan membuat keberadaan Indonesia disegani di kawasan. Berita ditembak jatuhnya pesawat spy Amerika Serikat U-2 ‘Dragon Lady” pada ketinggian 15,24 km menjadi poin penting betapa lethal-nya rudal hanud buatan Uni Soviet ini. Namun dibalik itu semua, tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya yang dilirik Indonesia pertama kali bukanlah SA-2. (more…)
Bentuknya sekilas mirip dengan pesawat intai maritim legendaris P-3C Orion, namun bila diperhatikan pesawat turboprop yang satu ini punya fuselage lebih panjang, dan tampilan mesin lebih besar dari Orion. Dan inilah Ilyushin Il-38 (kode NATO – May) yang memang disebut-sebut sebagai pesawat copy-an dari Lockheed P-3C Orion, lantaran Orion lebih dulu terbang perdana pada 1959, sementara Il-38 terbang perdana pada 1961. (more…)
Meski keberadaan Perancis nun jauh di Eropa, negara yang hingga kini mempunyai beberapa koloni di Pasifik ini tak pernah lupa untuk menunjukan kehadiran militernya di kawasan. Salah satu buktinya Perancis sengaja menciptakan kapal perang dengan genre light patrol frigate Floréal class. Jangan bayangkan atribut alutsista kelas berat di kapal perang ini, lantaran Floréal class memang diciptakan untuk menghadapi konflik berintensitas rendah dan melindungi Zona Ekonomi Eksklusif di wilayah koloni. (more…)