Naval Group pada 29 April lalu telah meluncurkan Bâtiment Ravitailleur de Forces (BRF) atau force supply vessels – Jacques Chevallier. Yang merupakan kapal pertama dari empat unit kapal bantu logistik dan tanker untuk kebutuhan Angkatan Laut Perancis. Kontraknya resmi ditandatangani pada tahun 2019 dengan jadwal penyerahan pada tahun 2023. (more…)
Naval Group pada 29 April lalu telah meluncurkan Bâtiment Ravitailleur de Forces (BRF) atau force supply vessels – Jacques Chevallier. Yang merupakan kapal pertama dari empat unit kapal bantu logistik dan tanker untuk kebutuhan Angkatan Laut Perancis. Kontraknya resmi ditandatangani pada tahun 2019 dengan jadwal penyerahan pada tahun 2023. (more…)
Melanjutkan MoU (Memorandum of Understanding) berupa kerja sama strategis antara Kementerian Pertahanan RI dan manufkatur kapal asal Perancis Naval Group, yakni tentang rencana pengadaan kapal selam Scorpene Class untuk kebutuhan TNI AL. Maka belum lama ini, Naval Group telah menawarkan untuk membangun dua kapal selam diesel-listrik (SSK) berkemampuan air independent propulsion (AIP) di Surabaya. (more…)
Drone copter dengan kemampuan amfibi, alias bisa mendarat di air, itu sudah ada, salah satunya adalah Bullray buatan Rapid Composited dari Florida, AS. Bullray bahkan dapat melakukan tembak sasaran menggunaan senjata kaliber ringan. Nah, serupa tapi tidak sama, giliran startup asal Perancis merilis drone quadcopter mini yang dapat diluncurkan dari permukaan atas permukaan dan bawah permukaan air laut. Kok bisa? (more…)
Perancis dan Naval Group saat ini mungkin masih memendam rasa ‘sakit hati’ akibat pembatalan kontrak sepihak dari Australia, yaitu terkait kontrak senilai Aus$90 miliar untuk 12 unit kapal selam diesel listrik Attack Class. Namun, rupanya ada pelipur lara datang dari Yunani, dimana Pemerintah Yunani telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Naval Group untuk program pengadaan frigat masa depan Negeri Para Dewa. (more…)
Ada dua poin besar kerugian yang dialami Perancis atas pembatalan sepihak order kapal selam diesel listrik Attack Class oleh Australia. Yang pertama raibnya kontrak jumbo senilai Aus$90 miliar untuk 12 unit kapal selam, dan yang kedua adalah citra teknologi Perancis yang ‘dilecehkan’ akibat keputusan dadakan yang diambil Canberra. Lewet lobi Gedung Putih, bekalangan sikap Perancis mulai melunak, ditandai dengan pengembalian Duta Besarnya ke Amerika Serikat. (more…)
Kisruh seputar pengadaan kapal selam nuklir dan pembatalan pesanan kapal selam diesel listrik oleh Australia masih menjadi topik hangat di level global. Bukan sebatas pernyataan kekecewaan semata, Pemerintah Perancis dalam beberapa hari terakhir telah mengambil sikap tegas, mulai dari menarik duta besarnya dari Amerika Serikat dan Australia, sampai pembatalan beberapa agenda penting yang terkait anggota pakta AUKUS (Australia, United Kingdom and United States). (more…)
Pemerintah Perancis dan perusahaan galangan Naval Group kini sedang meradang, pasalnya Pemerintah Australia menyatakan menghentikan program pembangunan 12 unit kapal selam Attack Class yang nilainya mencapai Aus$90. Padahal lewat negosiasi yang alot, kedua negara pada Maret 2021 telah menyepakati guna melanjutkan program pembangunan kapal selam diesel listrik turunan dari Shortfin Barracuda Block 1A tersebut. (more…)
Peluncur Sadral dipasang di sisi kanan atap hanggar FS Courbet. (Xaverius Vavasseur)
FS Courbet (F712), satu dari lima unit frigat stealth La Fayette Class milik Angkatan Laut Perancis, menjadi unit pertama dari tiga La Fayette Class yang mendapat jatah instalasi sistem rudal hanud Mistral Sadral. Setiap La Fayette Class akan dipasangi dua peluncur Sadaral, yang merupakan bagian dari modernisasi pada La Fayette Class yang sedang dilaksanakan oleh Naval Group. (more…)
Kontrak pengadaan enam unit frigat FREMM Bargamini Class dan dua unit frigat Maestrale Class yang dimodernisasi dari Italia untuk Indonesia, rupanya menuai respon dari pihak Perancis. Dikutip dari situs latribune.fr (17/6/2021), disebutkan adanya kekecewaan yang besar dari Perancis kepada Italia, lantaran Perancis memandang Italia selama ini justru kurang terlihat dalam pemasaran alutsista di matra laut, khususnya frigat FREMM kepada Indonesia. (more…)