Meski menyimpan sejumlah keraguan akibat pembengkakan biaya, hubungan antara Australia dan Perancis telah melunak, khususnya dalam proyek pembangunan kapal selam Attack Class, dimana kedua negara menyepakati pembangunan kapal selam dari Naval Group akan mulai diterima Angkatan Laut Australia pada pertengahan tahun 2030. (more…)
Sengkarut pengadaan kapal selam rupanya bukan cuma dialami oleh Indonesia, pun negara dengan anggaran besar dan terkenal makmur, yaitu Australia, juga menghadapi masalah, yang tentu kasusnya beda dengan Indonesia. Seperti telah diwartakan beberapa media global, Pemerintah Australia nyaris frustasi atas program pengadaan 12 unit kapal selam diesel listrik Attack Class. (more…)
Tak bisa dipungkiri, bahwa adopsi Air-independent propulsion (AIP) adalah gengsi tersendiri dalam dunia kapal selam diesel listrik. Namun, bukan cuma AIP yang memberikan predikat super canggih bagi kapal selam diesel listrik. Salah satu yang mengemuka adalah penggunaan baterai lithium ion (Li-ion). (more…)
TNI AL kedatangan tamu dari jauh, kali ini adalah “monster bawah laut” yang datang ribuan mil dari Benua Biru. Yang dimaksud adalah FS Emeraude, yang bersama frigat FS Vendemiaire melintasi Selat Sunda dan melakukan latihan bersama dengan unsur armada TNI AL, yaitu KRI Barakuda 633, KRI Tenggiri 865 dan KRI Cakalang 865 pada Senin (8/2/2021). (more…)
Sebelumnya perlu dipahami, bahwa Letter of Intent (LoI) bukanlah perjanjian atau kontrak pembelian suatu produk, melainkan baru pernyataan minat untuk mengakuisisi, sementara proses pembicaraan dan negosiasi masih harus dilakukan untuk kelanjutannya. Nah, terkait rencana pengadaan kapal perang, rupanya ada yang terlewatkan dari warganet, bahwa Kementerian Pertahanan Indonesia pada Agustus 2020 telah mengeluarkan LoI kepada Kemenhan Perancis untuk pengadaan frigat La Fayette Class. (more…)
Berjarak ribuan kilometer dari Indonesia, 11 Desember lalu, galangan lokal Brasil, Itaguaí Construções Navais (ICN) telah meluncurkan Humaitá (S41), yaitu kapal selam kedua dari Scorpene-BR (Riachuelo Class). Mengapa ini layak disampaikan, lantaran Scorpene cita rasa Brasil inilah yang belum lama ini banyak diperbincangkan oleh warganet, dimana Naval Group menawarkan desain Riachuelo Class untuk Indonesia. (more…)
Naval Group (d/h DCNS) bukanlah nama baru dalam jagad peserta kompetisi pada program pengadaan kapal selam TNI AL. Persisnya sejak tahun 2015, telah terjalin komunikasi yang intens antara Indonesia dan Perancis untuk pengadaan kapal selam, kala itu yang mencuat adalah Scorpene 1000, yang dikenal sebagai varian ‘mini’ dari Scorpene Class. Dan setelah lama tak tersebut namanya, nama Naval Group kembali mencuat, khususnya dikaitkan dengan diskusi intens lanjutan atas keinginan Indonesia untuk mengakuisisi Scorpene Class. (more…)
Jagad kapal selam di Asia ketambahan warga baru, setelah pada Kamis, 12 November 2020, telah meluncur INS Vagir dari Mazagon Dock Shipbuilders Limited di Mumbai, India. INS Vagir adalah unit kelima dari kapal selam Kalvari Class, dimana desain dan teknologi kapal selam ini mengadopsi Scorpene Class. (more…)
Jagad drone bawah laut ketambahan keluarga baru dengan hadirnya D-19 buatan Naval Group. Dijawalkan mulai diproduksi secara massal pada pertengahan 2021, rencananya di akhir 2021, AL Perancis digadang sebagai pengguna pertama drone bawah laut serbaguna ini. (more…)
Apa yang dialami Malaysia atas kasus frigat stealth (Gowind) Maharaja Lela Class adalah pelajaran penting dalam program pengadaan alutsista bernilai strategis. Karena begitu lama mangkrak tak jelas, Pemerintah Malaysia kini tengah mempertimbangkan beberapa opsi untuk mengakhiri kasus frigat Maharaja Lela Class, termasuk tidak menutup kemungkinan untuk membatalkan kontrak dengan pembuat kapal lokal, Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. (more…)