Seperti halnya Indonesia, Australia juga mempercayakan sistem hanudnya pada NASAMS (National/Norwegian Advanced Surface to Air Missile System) besutan Kongsberg Defence & Aerospace dan Raytheon Missiles & Defense. Meski Indonesia lebih dulu dalam hal implementasi baterai NASAMS, namun NASAMS yang diakuisisi Australia adalah varian yang lebih baru, yakni NASAMS 3. (more…)
Permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kepada Norwegia akhirnya dikabulkan, kilas balik pada pemberitaan di 31 Maret lalu, Zelenskyy telah mengajukan permintaan ke negara Skandinavia itu berupa persenjataan jenis rudal hanud (pertahanan udara) dan rudal anti kapal. Dan kabar saat ini menyebutkan Norwegia telah mengirimkan rudal hanud ke Ukraina, tapi bukan sistem rudal hanud NASAMS (Norwegian Advanced Surface to Air Missile). (more…)
Setelah sebelumnya meminta Amerika Serikat untuk dapat mengirimkan tiga skadron A-10 Thunderbolt “Tank Buster,” kini Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali mengungkapkan permintaanya. Persisnya Zelenskyy meminta Norwegia untuk bisa mengirim produk alutsista andalannya ke Ukraina. Apa saja yang diminta Zelenskyy? (more…)
Setelah menanti lebih dari lima dekade, akhirnya Indonesia kembali meresmikan pengoperasian sistem rudal hanud (pertahanan udara) jarak menengah – MERAD (Medium Range Air Defence), maklum pasca Orde Lama, sistem rudal hanud yang diadopsi Indonesia hanya berkutat di lini SHORAD (Short Range Air Defence). (more…)
Kabar terbaru tentang sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) telah menarik perhatian netizen, terlebih setelah beberapa foto yang menampilkan aktivitas kru dan peluncur NASAMS beredar di media sosial. Meski belakangan foto-foto itu telah ‘menghilang,’ namun bisa diketahui bahwa tak lama lagi baterai NASAMS di Teluk Naga akan diaktifkan untuk memagari ruang udara Jakarta dan sekitarya. (more…)
FDC dalam platform truk Mercedes Benz Actros 8×8 (Foto: Kongsberg.com)
Baterai (kompi) sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) sebagai perisai obyek vital di Jakarta, tak lama lagi akan beroperasi penuh, pasalnya serangkaian persiapan di Teluk Naga telah tuntas dan perangkat serta peluncur NASAMS yang telah tiba di Indonesia beberapa waktu lalu. Meski pakat hanud NASAMS dapat berbeda-beda antar negara pembeli, namun pada dasarnya sistem utama NASAMS akan bertumpu pada FDC System, Radar Sensor System, Radar Command Post System dan Canister Launcher System. (more…)
Meski efek deterennya tak sedahsyat pada dekade 60-an, namun penggelaran (kembali) sistem rudal hanud MERAD (Medium Range Air Defence) pengaman ibu kota di kawasan Teluk Naga, Tangerang, Banten, membawa angin segar dalam dunia alutsista di Tanah Air. Dalam perspektif strategis, Kohanudnas dan TNI AU akan kembali menghidupkan Satuan Rudal (Satrudal) pengaman ibu kota, yang sebelumnya telah di-non aktifkan berdasarkan instruksi KSAU Nomor INS/10/XI/1984 tanggal 20 November 1984. (more…)
Sebagai salah satu negara terkaya di Dunia yang punya potensi konflik tinggi dengan negara lain di Timur Tengah, adalah wajar bila Qatar menggenjot pengadaan alutsitanya sedimikian pesat. Seperti berita terbaru yang menyebutkan Qatar didapuk sebagai pengguna pertama rudal AIM-120 Air-to-Air Missile-Extended Range (AMRAAM-ER). Hal tersebut dinyatakan secara resmi oleh manufaktur AMRAAM-ER, yaitu Raytheon pada 10 Juli lalu. (more…)
Dalam kontrak pengadaan dua baterai sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) pada tahun 2017, dipastikan Indonesia nantinya akan juga mendapatkan unit radar AN/MPQ-64 F1 Sentinel X band 3D. Radar tersebut nantinya akan ditempatkan dalam kendaran taktis 4×4 dan akan melekat langsung pada penggelaran sistem NASAMS yang nantinya bakal dioperasikan Detasemen Pertahanan Udara Paskhas TNI AU. Radar buatan Raytheon ini mengandalkan resolusi tinggi dan pancaran sinyal tiga dimensi. (more…)
Publik pemerhati di Indonesia pastinya menantikan hadirnya sistem rudal hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System). Dan sampai saat ini yang sudah jelas adalah kontrak pengadaan untuk peluncurnya, sementara untuk rudal yang menggunakan basis AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) masih belum ada update lebih lanjut. Namun ada kabar baik datang dari Kongsberg dan Raytheon, pasalmya NASAMS kini dapat pula meluncurkan rudal selain AIM-120, persisnya sistem NASAMS kini dapat meluncurkan AIM-9X Sidewinder. (more…)