Selama ini kita terpukau dengan sosok drone nano Black Hornet buatan FLIR Systems, dengan berat hanya 18 gram, diklaim mumpuni untuk tugas intai tanpa risiko terdeteksi oleh lawan. Namun, ternyata ada yang lebih ‘nano’ lagi dari Black Hornet, dan drone ini bakal lebih sulit untuk dideteksi, bahkan dilihat secara visual, menjadikan drone mirip nyamuk sebagai perangkat ideal bagi agen mata-mata. (more…)
Batalyon Perhubungan (Yonhub) TNI AD menggunakan drone intai ‘Nano’ Black Hornet PD-100 yang berukuran mini dengan berat 16 gram. Sementara TNI AL, khusus pasukan infanteri dari Korps Marinir dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) juga tak ketinggalan dalam adopis jenis drone nano. Persisnya, personel TNI AL kini mulai beradaptasi dan berlatih dalam pengoperasian Bug FX Nano Quadcopter 1A. (more…)
Black Hornet 3 dengan bobot 32 gram, saat ini menjadi drone intai dengan ukuran paling kecil. Dilengkap kamera thermal, nano drone ini menjadi piihan favorit bagi para penegak hukum dan pasukan khusus. Dan serupa tapi tidak sama, BAE Systems dan UAVTEK, rupanya ikut masuk ke dalam ceruk pasar pengintai imut ini, yaitu dengan dirilisnya nano ‘Bug’ drone. (more…)