
Dikarenakan menurunnya kemampuan teknis helikopter NBO-105, diantaranya tidak mampu melaksanakan “recognised maritime picture” (RMP) yang dibutuhkan sebagai informasi yang akan di share ke armada patroli Maritime Task Force (MTF) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), menjadikan TNI harus memikirkan pengganti helikoper ringan twin engine yang melekat sebagai sistem senjata armada terpadu pada korvet TNI AL di Lebanon. (more…)

Setelah Indonesia dan Malaysia, Filipina kini menjadi negara ketiga di Asia Tenggara yang menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules untuk tugas intai maritim. Satu unit C-130 AU Filipina dilaporkan telah mendapatkan paket upgrade modular Special Airborne Mission Installation and Response (SABIR). (more…)

Dibanding angkatan udara yang ada di Asia Tenggara, maka arsenal kekuatan AU Filipina terasa unik dan menarik untuk dibahas. Sebut saja, Filipina kini menjadi satu-satunya negara di dunia yang mengoperasikan pesawat COIN (Counter Insurgency) dan FAC (Forward Air Control) secara penuh untuk menggasak pemberontak. Bahkan ada tawaran untuk mendatangkan pesawat pelumat gerilyawan dari basis DC-3 Dakota, Basler BT-67 Gunship. Menjadikan konfigurasi kekuatan AU Filipina, tak ada duanya di kawasan ini. (more…)

Kilas balik ke awal tahun 2015, saat itu pemberitaan sempat ramai tentang sosok drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) buatan dalam negeri yang berhasil lepas landas dari deck helikopter korvet KRI Frans Kaisiepo 368. Kini tiga tahun berselang, drone yang diberi label LSU-02 memang belum juga masuk sebagai arsenal drone TNI AL, namun pihak pengembang, LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) rupanya tak menyerah untuk terus mengembangkan kemampuan prototipe LSU-02. (more…)

Sebelum rudal Mica terpasang di PKR Martadinata Class dan korvet Bung Tomo Class, maka sistem rudal hanud tercanggih yang ada di arsenal kapal perang TNI AL masih dipegang rudal bergenre SHORAD (Short Range Air Defence) Mistral, terkhusus lagi pada rudal Mistral dengan peluncur Tetral yang mengadopsi teknologi multiple launcher dan RCWS (Remote Control Weapon System). (more…)

Guna mengejar target produksi 100 unit medium tank untuk kebutuhan Kavaleri TNI AD, serangkaian pengujian terus dilakukan secara maraton oleh PT Pindad, tak lain kesemuanya dilakukan untuk mendapatkan sertifikasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad), yang merupakan pra syarat medium tank “Harimau Hitam” ini kelak nantinya meraih order dari Kementerian Pertahanan. (more…)

Dalam operasi lintas udara, hingga pergeseran pasukan secara cepat, maka peran pesawat angkut taktis dan strategis C-130 Hercules tak bisa dikesampingkan, maklum sampai saat ini, pesawat produksi Lockheed Martin ini lah yang paling jadi andalan untuk misi jembatan udara. Lain dari misi tersebut, angkut beragam kendaraan dan logistik juga dipercayakan pada Sang Putra Zeus ini. (more…)

Sebagai helikopter serbu, sedari awal keluarga AH-64 Apache tidak dirancang untuk melaksanakan operasi kombatan di atas permukaan laut. Oleh karena itu, desain AH-64 Apache juga tak disiapkan untuk mengakomodir proses pendaratan darurat di air. Bila terjadi insiden di laut, sosok Apache bisa dipastikan akan langsung cepat tenggelam. (more…)

Bukan pertama kali bagi kapal milik Angkatan Laut AS ini bersandar di Indonesia. Inilah USNS Salvor (T-ARS-52), jenis rescue dan salvage ship dari Safeguard Class. Belum lama ini, USNS Salvor bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Sementara pada 2016 lalu, kapal yang berpangkalan di Pearl Harbor ini juga pernah tiba di Indonesia untuk mendukung latihan militer CARAT. (more…)

Sumbu yang tidak terlalu lebar dan tongkrongan body yang terbilang tinggi pernah diduga akan menyebabkan panser Tarantula 6×6 rawan terbalik. Meski anggapan tadi belum tentu benar adanya, namun satu unit panser Tarantula (Black Fox) dengan nomer 3268-XVI dari Detasemaen Kavaleri V Kodam Pattimura mengalami musibah terbalik pada Selasa, 7 Agustus 2018. (more…)