Baru Januari lalu diwartakan rencana Taiwan untuk membangun Landing Platform Dock (LPD) dengan persenjataan setara frigat, maka kali ini ada kabar terbaru, bahwa LPD yang dimaksud ternyata telah diluncurkan dari galangan China Shipbuilding Corporation (CSBC) pada 13 Apri 2021. Peluncuran dalam sebuah upacara itu menandakan proses masuknya kapal ke peraian. (more…)
Meski doktrin militer Taiwan adalah bertahan (dari serangan Cina Daratan), namun bukan berarti negeri yang dianggap separatis oleh Beijing tersebut tak memiliki kapal amfibi. Faktanya justru Angkatan Laut Taiwan kini mengoperasikan tiga unit Landing Ship Tank (LST) dan satu unit Landing Platform Dock (LPD), yang kesemuanya adalah bekas pakai Angkatan Laut Amerika Serikat. (more…)
Dengan diluncurkannya KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 pada 7 Januari 2021, maka menjadi babak baru bagi TNI AL dalam mengoperasikan jenis kapal BRS (Bantu Rumah Sakit). Bukan sebatas pemasangan logo palang merah pada kapal rumah sakit, kehadiran BRS dari sisi desain juga benar-benar ‘baru.’ Sebagian warganet mengira bahwa BRS adalah Landing Platform Dock (LPD) yang dialihfungsi. (more…)
Setelah meluncurkan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 pada 7 Januari 2021, masih tekait program pembangunan kapal BRS (Bantu Rumah Sakit), PT PAL Indonesia diwartakan kembali melakukan momen penting, dimana pada hari Kamis, 21 Januari lalu dilangsungkan seremoni Keel Laying Kapal BRS Tahun Anggaran 2020, 2021, dan 2022. Ini menjadikan kapal kedua yang diproduksi PT PAL dengan kualifikasi khusus BRS. (more…)
PT Tesco Indomaritim, perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri perkapalan, diwartakan telah menyerahkan satu unit Landing Craft Utility (LCU) pesanan TNI AL, dimana LCU tersebut dipersiapkan sebagai kelengkapan dari kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD). Nama LCU belakangan ini banyak disebut orang, terutama saat wahana pendarat ini digunakan untuk mengangkut WNI ABK kapal pesiar “World Dream” dari KRI Semarang 594 ke Pulau Sebaru Kecil, saat misi karantina pada akhir Februari lalu. (more…)
Bila Landing Craft Utility (LCU) menjadi ujung tombak pada Landing Platform Dock (LPD) dalam menggelar operasi amfibi, maka di kapal yang lebih besar, seperti Landing Helicopter Dock (LHD), maka yang lazim dioperasikan lebih dari LCU, yaitu wahana amfibi yang disebut Landing Craft Air Cushion (LCAC) atau lebih mudahnya bisa disebut sebagai hovercraft. Dan yang diangkut pun memang ‘barang’ kelas berat, seperti Main Battle Tank yang punya bobot hingga 60 tonan. (more…)
Ada yang sedikit beda dari proses pembangunan sebuah kapal di galangan Daesun Shipbuilding & Engineering, Korea Selatan. Sedari tahap awal pembangunan hingga kapal diluncurkan, ada kesan tertutup dari sosok kapal yang diketahui dari jenis Landing Platform Dock (LPD) ini. Karena ada kesan ‘dirahasiakan,’ para pengamat alutsista pun menyandarkan analisa informasi dari citra foto satelit. (more…)
Sebagian besar ranpur milik Korps Marinir punya kemampuan amfibi, dimana ranpur tersebut diproyeksikan untuk melakukan pendaratan dari pintu rampa kapal LST (Landing Ship Tank) untuk menuju pantai tumpuan. Namun dari sekian jenis ranpur amfibi Korps Marinir, ada jenis ranpur yang tidak dapat diluncurkan dari LST. Padahal jenis ranpur yang diamaksud terbilang kondang dengan kemampuan atransi “stupid crazy”-nya. Bahkan ranpur amfibi ini kerap digunakan untuk membawa rombongan VIP/VVIP. (more…)
Setelah diluncurkan oleh PT PAL pada 3 Agustus 2018, maka Landing Platform Dock (LPD) terbaru milik TNI AL, KRI Semarang 594 melanjutkan tahap sea trial dan pemasangan beragam perangkat elektronik dan navigasi. Dan tepat pada Senin, 21 Januari 2019, LPD dengan bobot 7.200 ton ini, resmi masuk arsenal TNI AL lewat sebuah upara serah terima di galangan kapal PT. PAL Indonesia, Koarmada II Ujung, Surabaya. (more…)
Setelah KRI Banjarmasin 592, KRI Banda Aceh 593, BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao Del Sur (LD-602), pada hari Jumat, 3 Agustus 2018, PT PAL kembali meluncurkan kapal perang jenis LPD (Landing Platform Dock) pesanan Kementerian Pertahanan untuk TNI AL. Dari informasi yang bererdar, sosok LPD yang diberi nama KRI Semarang 594 akan menjadi LPD ke-5 yang nantinya dioperasikan Satuan Kapal Amfibi (Satfib). LPD pertama dan kedua adalah KRI Makassar 590 dan KRI Surabaya 592, saat itu masih dibagun di Daesun Shipbuilding dan Daewoo International Corporation, Korea Selatan. (more…)