Setelah penandatanganan kontrak penjualan dua unit LPD (Landing Platform Dock) atau SSV (Strategic Sealift Vessel) Tarlac Class (tambahan) antara PT PAL Indonesia dengan Departemen Pertahanan Filipina di Manila pada Juni 2022, kini ada kabar terbaru dari Surabaya Diwartakan bahwa pada hari ini, 10 Agustus 2023, telah dimulai tahapan pemotongan baja pertama – first steel cutting atas dua LPD tersebut. (more…)
Setelah menuntaskan tahapan sea trial pada Desember 2022, kapal serbu amfibi – Landing Platform Dock (LPD) terbesar di Asia Tenggara, HTMS Chang 792 telah dilayarkan dari Cina menuju Thailand pada 18 April 2023, setelah sehari sebelumnya dilakukan delivery ceremony di Hudong Zhonghua Shipyard di Shanghai. (more…)
Seharusnya Thailand di akhir tahun ini sudah menerima kapal selam S26T Yuan class dari Cina. Namun, karena masalah seputar penggunaan mesin, membuat jadwal pembangunan kapal selam diesel listrik menjadi berantakan, bahkan disebut masa depan proyek kapal selam itu terancam. (more…)
Setelah pada 1 Juli 2022, menandatangani kontrak dengan Angkatan Laut Uni Emirat Arab untuk pengadaan enam kapal perang jenis LPD (Landing Platform Dock), kini dari ajang pameran pertahanan International Defense Exhibition & Conference (IDEX) 2023 (20 – 24 Februari), telah ada kabar kepastian nilai dari kontrak tersebut. (more…)
Setelah diluncurkan pada 13 April 2021, Landing Platform Dock (LPD) dengan persenjataan setara fregat buatan Taiwan, ROCS Yu Shan, mulai menjalani tahapan sea trial pada 6 Juli 2022. Menurut rencana, LPD dengan nomer lambung 1401 itu akan diserahterimakan ke Angkatan Laut Taiwan pada kuartal pertama tahun 2023. (more…)
Debut KRI Banjarmasin 592 dalam mendukung operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia tahun 2011, dan aksi KRI Banda Aceh 593 yang menjadi kapal markas dalam misi evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, nyatanya memang memukau. Dengan basis LPD (landing platform dock), kapal angkut bertonase besar buatan PT PAL ini mampu mengambil peran yang sangat strategis guna mendukung operasi militer dan operasi militer bukan perang. (more…)
Berita ini memang tak ada kaitan dengan alutsista TNI, tapi kami memandangnya sebagai sesuatu yang menarik. Lepas dari tensi diplomatik antara Indonesia dan Australia yang kerap pasang surut, nyatanya pemerintah Australia sejak lama memberi penghormatan tersendiri pada identitas ke Indonesiaan untuk penamaan armada kapal perangnya, khususnya pada jenis kapal LCH (Landing Craft Heavy). (more…)
Dari beragam jenis kapal perang milik TNI AL, tipe LST (landing ship tank) termasuk sepi dalam bahasan alutsista. Apalagi setelah hadirnya LPD (landing platform dock), sontak menjadi maskot TNI AL dalam misi operasi amfibi, bantuan bencana alam, operasi sosial/kesehatan, bahkan kerap difungsikan sebagai kapal markas. Meski secara teknologi LPD lebih maju dan lebih banyak kebisaan dibanding LST, tapi tetap saja, LST punya peran strategis bagi TNI AL. (more…)
Bisa dikatakan, jenis kapal LPD (Landing Platform Dock) adalah klasifikasi arsenal laut baru di lingkungan TNI AL, khususnya di pada Satuan Kapal Amfibi (Satfib). Sebelum kapal jenis ini hadir, semua tugas dan kegiatan yang berhubungan dengan operasi laut ke darat dilakukan dengan bantuan kapal jenis LST (Landing Ship Tank), seperti LST Kelas Teluk Semangka yang buatan Korea Selatan dan LST kelas Frocsh buatan Jerman Timur. Pastinya bukan tanpa alasan TNI AL untuk mengadopsi LPD. (more…)
Dalam serbuan operasi amfibi, lumrah bila elemen kavaleri Korps Marinir maju lebih dahulu dalam sebuah embarkasi basah dari kapal jenis LST (Landing Ship Tank) dan LPD (Landing Platform Dock). Setelah sebelumnya kawasan pendaratan telah disisir oleh pasukan Taifib (Intai Amfibi), maka giliran berikutnya diterjunkan unit tank amfibi dan pansam (panser amfibi). (more…)