Berbeda dengan Jerman yang masih ragu untuk merestui pengiriman Main Battle Tank (MBT) Leopard 2 ke Ukraina, sebaliknya Amerika Serikat mantab untuk mengirim MBT M1 Abrams (belum diketahui variannya) ke laga Perang di Ukraina, persisnya Presiden Joe Biden secara resmi telah mengumumkan rencana pengiriman 31 unit MBT Abrams untuk angkatan bersenjata Ukraina. (more…)
Meski masih laris di pasaran, sejatinya tank tempur utama alias Main Battle Tank (MBT) Leopard 2 sudah cukup umur usianya. Walau tak bisa dibilang terlalu tua, tipe MBT Leopard 2 sudah beroperasi sejak tahun 1979. Dengan serangkaian modifikasi dan penambahan lapisan proteksi, bobotnya telah bertambah signifikan dari varian awalnya. (more…)
Wahana penghancur ranjau memang tak maju di lini depan dari suatu pertempuran. Namun, dalam operasi pendudukan suatu wilayah yang berpotensi masif tebaran ranjau, maka mau tak mau, wahana penghancur ranjau adalah suatu pilihan, selain metode penghancuran ranjau secara manual yang memakan waktu lama dan beresiko tinggi pada keselamatan prajurit. (more…)
Karena punya dimensi dan bobot yang ekstra berat (60 ton) dibanding ranpur tank TNI pada umumnya, MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 Kavaleri TNI AD perlu perlakuan khusus dalam menunjang transportasinya, khusus untuk operasi lintas laut, bahkan TNI AL menghadirkan LST (Landing Ship Tank) terbesar, KRI Teluk Bintuni 520. Kini, meski tak sebesar KRI Teluk Bintuni, Dinas Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekangad) bakal diperkuat armada kapal jenis LCU (Landing Craft Utility) yang didapuk sanggup membawa tank Leopard. (more…)
5 Oktober 1995 jadi momen menarik bagi pemerhati alutsista, selain dikenang sebagai HUT TNI (d/h ABRI) ke-50, peringatan HUT ABRI yang mengambil lokasi di Lanud Halim Perdanakusumah ini juga menyuguhkan parade dan defile peralatan militer yang terbilang besar-besaran di era Orde Baru. Menjadi maskot dalam defile kala itu tank ringan Scorpion, tank APC Stormer dan panser VAB Yon Kav 7/Sersus Kodam Jaya. Tapi bagi penulis, ada sosok lain yang lebih mampu membetot perhatian. (more…)
Dalam skenario pertempuran, setelah MBT (Main Battle Tank) berhasil mendobrak masuk ke daerah lawan, maka operasi selanjutnya adalah menghadirkan gerak laju elemen lain, dalam hal ini unit infanteri dengan misi menetralisir wilayah sasaran. Untuk menghadirkan gerak laju infanteri jelas dibutuhkan angkutan taktis yang mumpuni, dengan syarat punya mobilitas tinggi, mampu memberi proteksi bagi pasukan yang dibawa, dan dibekali senjata. (more…)
Ikon matra darat pada akhirnya merujuk pada keunggulan ranpur lapis baja, dengan penekanan pada keterlibatan tank tempur utama, alias MBT (main battle tank). Untuk urusan update MBT, Indonesia menjadi pemain akhir, setelah Malaysia, Singapura, dan Thailand yang lebih dulu menggunakan MBT.
Patut disyukuri bahwa militer Indonesia lumayan punya pengalaman dalam mengoperasikan ranpur kelas IFV (Infantry Fighting Vehicle), diantaranya ada BVP-2, BTR-80A, AMX-10P, dan yang paling baru BMP-3F. IFV memang punya kemiripan dengan peran APC (Armoured Personnel Carrier), yaitu sama-sama bertugas menghantarkan prajurit yang diangkutnya ke wilayah operasi yang telah ditentukan. Tapi IFV punya kemampuan ‘lebih’ dibanding APC. (more…)
Dalam gelar operasi tempur jarak jauh, unit kavaleri, khususnya yang berbasis elemen tank tidak bisa berdiri sendiri dalam mencapai sukses di area penugasan. Selain dukungan logistik, suku cadang, perbaikan, dan amunisi, mobilitas korps lapis baja roda rantai juga perlu kehadiran unsur transporter. Banyak peran yang diemban oleh tank transporter, selain menunjang kecepatan gelar operasi, adanya tank transporter merupakan penghematan dari gelar biaya operasi, termasuk saat ajang latihan tempur. (more…)