
Korps Marinir kerap memberi kejutan dalam hal adopsi alutsista. Seperti pada lini Artileri Medan (Armed), bila sebelumnya mengacu pada produk asal Eropa Timur, yakni Self Propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad dan RM70 Vampire dari Republik Ceko, maka kali ini ada kabar bahwa Armed Korps Baret Ungu telah diperkuat dengan tambahan empat unit Self Propelled MLRS Type 90B asal Negeri Tirai Bambu. (more…)

Pertama melihat foto diatas serasa tak percaya, bahwa pasukan TNI menggunakan moge (motor gede) bergaya old school plus dilengkapi sespan (tandem). Tak seperti pasukan bermotor reguler, moge dengan sespan milik Korps Marinir TNI AL ini dilengkapi senapan mesin sedang FN MAG kaliber 7,62 mm. Tampilan ini langsung mengingatkan pada gaya bermotor pasukan NAZI Jeman yang kondang di era Perang Dunia II dengan motor BMW R12. (more…)

Harus diakui tampilan ranpur (kendaraan tempur) roda rantai ini mampu membetot perhatian, strukturnya cukup masif dan terkesan garang. Namun sejak diperkenalkan pada Indo Defence 2012, status tank amfibi APC (Armored Personnel Carrier) ini tak beranjak sebagai prototipe, padahal dalam beberapa kesempatan, ranpur besutan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) ini sudah diikutkan dalam sesi defile dan latihan tempur. (more…)

Adanya kompetisi tak lantas menutup pintu untuk saling berkolaborasi, begitu juga dalam industri pertahanan, munculnya rantis MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) Sanca adalah buah dari kolaborasi PT Pindad dan Thales Australia. Saat Australia berkepentingan untuk memasarkan produknya ke Indonesia, maka ToT (Transfer of Technology) mutlak digulirkan, maka jadilah sosok Sanca yang tak lain adalah rantis Bushmaster 4×4 versi Indonesia. Nah, model kolaborasi bisnis serupa berpeluang diterapkan PT Pindad dalam mengusung platform rantis (panser) 8×8 untuk kebutuhan TNI. (more…)

Sesuai dengan rencana strategis, beragam alutsista Korps Marinir TNI AL telah mendapat modernisasi, mulai dari tank/panser amfibi, roket multi laras MLRS (Multiple Launch Rocket System) sampai kanon hanud (pertahanan udara), semua relatif masih baru didatangkan. Namun masih ada satu elemen tempur Korps Baret Ungu yang lumayan lama belum mendapatkan modernisasi. Yang dimaksud adalah Batalyon KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri)- Yon KAPA, salah satu batalyon yang masuk jajaran Resimen Kavaleri (Menkav) Korps Marinir. (more…)

Merujuk ke pernyataan petinggi PT Pindad, di tahun 2017 dijadwalkan BUMN Strategis ini akan meluncurkan Senapan Serbu Bawah Air (SSBA). Sejak Januari lalu, PT Pindad memang telah merilis prototipe SSBA dalam beberapa versi ke media. Meski cara kerjanya mengacu pada jenis senjata APS (Avtomat Podvodnyy Spetsialnyy) buatan Rusia, namun SSBA yang kode produksinya belum dirilis desainnya dipercaya bakal mengacu pada cita rasa SS-1. (more…)

Ketika Czechoslovak Group, perusahaan konglomerasi pertahanan di Ceko dan Slovakia mengumumkan mendapat kontrak pengadaan truk taktis Tatra dan M3 Amphibious Rig dari Indonesia senilai US$39 juta, publik pemerhati alutsista di Tanah Air masih ‘mencerna’ sebagai sesuatu yang lazim. Namun tatkala pengumuman tersebut juga mencatumkan pengadaan jenis ranpur roda ban APC (Armoured Personnel Carrier) Steyr Pandur II 8×8, sontak ini menjadi pertanyaan, mengapa untuk panser APC amfibi masih harus impor? Padahal pemerintah bisa membeli atau fokus mengembangkan panser Anoa 2 Amphibious yang tengah gencar dipromosikan PT Pindad. (more…)

Dari aspek tongkrongan, sistem hanud (pertahanan udara) lansiran Cina ini mengingatkan pada sosok Pantsir S-1 buatan Rusia. Sky Dragon 12 buatan Norinco (North Industries Corporation) memang ditempatkan dalam platform heavy truck 8×8, dibekali 12 rudal (masing-masing 6 unit pada tiap sisi) dan radar penjejak target yang semuanya terintegrasi dalam satu mounting. Meski ada kemiripan, sayangnya Sky Dragon 12 hadir minus tanpa kanon. Dan melengkapi penawaran Sky Dragon 50 medium air defence (Menad), di Indo Defence 2016 Norinco turut memperkenalkan Sky Dragon 12 sebagai solusi SHORAD (Short Air Range Air Defence). (more…)

Di tahun 2004, Citro Subono, perwira Korps Marinir yang saat itu berpangkat Kapten membuat gebrakan dengan meluncurkan prototipe JASGU (Jip Amfibi Serba Guna). JASGU terbilang rantis yang banyak dibicarakan orang, pasalnya rancang bangun dan produksinya memang hanya melibatkan SDM lokal. Dan selang 10 tahun kemudian, Citro Subono yang kini telah berpanglat Letnan Kolonel, menciptakan kembali sosok rantis amfibi serba guna dengan ukuran dan kapasitas lebih besar, atau layak bila disebut sebagai Truk Amfibi Serba Guna (TASGU). (more…)

Setelah tiba di Indonesia pada 28 September lalu, hari ini (14/10/2016) Resimen Kavaleri (Menkav) -2 Marinir resmi membuka uji fungsi kendaraan tempur (ranpur) amfibi terbaru panser BTR-4M di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Pada pelatihan dan uji fungsi BTR-4M diikuti 25 personel Resimen Kavaleri 2 Mar sebagai pelaku, serta 11 Personel pelatih yang dimulai dari tanggal 14 sampai dengan 24 Oktober 2016. (more…)