Kilas balik ke artikel yang kami posting pada 20 November 2024, saat itu diwartakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris memtuskan untuk memensiunkan kapal serbu amfibi atau landing platform dock (LPD) Albion class dan kapal tanker Wave class. (more…)
Punya kapasitas payload tiga kali lipat lebih besar dari KRI Arun 903 – kapal tanker terbesar TNI AL, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris telah memtuskan untuk memensiunkan kapal tanker Wave class dan kapal serbu amfibi atau landing platform dock (LPD) Albion class. Keduanya dianggap ‘tua’ oleh Kemhan Inggris, meski sejatinya usia kapal-kapal ini masih relatif baru, menjadikan opis menarik untuk pasar alutsista bekas pakai. (more…)
Kabar yang satu ini bisa jadi kabar baik bagi negara pemburu alutsista bekas berkualitas. Persisnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris telah memtuskan untuk memensiunkan kapal serbu amfibi atau landing platform dock (LPD) Albion class dan kapal tanker Wave class. Keduanya telah dianggap ‘tua’ oleh Kemhan Inggris, meski sejatinya usia kapal-kapal ini masih relatif baru untuk ukuran negara berkembang. (more…)
Dengan bobot 11.000 ton, frigat F126 class nantinya akan menjadi kapal perang terbesar Jerman yang dibangun sejak Perang Dunia Kedua. Namun untuk saat ini, jenis kapal perang terbesar Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine) adalah Berlin class oiler, meski bukan dari jenis kapal kombatan, tapi kapal tanker dan logistik ini mendapat predikat kapal terbesar di arsenal Angkatan Laut Jerman dengan bobot 20.240 ton. (more…)
Setelah sukses melakukan pelayaran jarak jauh ke Indo Pasifik pada tahun 2021, maka Angkatan Laut Jerman kembali berencana menggelar pelayaran jarak jauhnya ke Indo Pasifik. Bila pada tahun 2021 yang dikerahkan adalah frigat F217 Bayern (Brandenburg Class), maka pada pelayaran tahun depan (2024), Angkatan Laut Jerman akan mengirim salah satu frigat terbarunya yang didukung sebuah kapal tanker logistik. (more…)
Setelah diluncurkan oleh Naval Group pada 29 April 2022, maka pada 18 Juli lalu, Bâtiment Ravitailleur de Forces (BRF) atau force supply vessels – Jacques Chevallier A725. Yang merupakan kapal pertama dari empat unit kapal bantu logistik dan tanker Jacques Chevallier class, telah resmi diserahkan oleh Naval Group kepada Angkatan Laut Perancis (Marine Nationale). (more…)
Gelar kekuatan tempur di laut secara faktual bakal melibatkan elemen kapal tanker, terlebih untuk Indonesia yang punya luas wilayah lautan yang amat luas. Dan, diantara ratusan jenis kapal perang TNI AL, gugus kapal tanker di satukan dalam kelas BCM (Bantu Cair Minyak) dari Satban (Satuan Kapal Bantu). Sebagai identitasnya, lambung kapal diberi kode 9xx. Hingga kini, enam unit kapal tanker memperkuat TNI AL, dan di jadwalkan ada tambahan satu unit lagi dalam waktu dekat. (more…)
Setelah serial LPD (Landing Platform Dock) yang dibuat PT PAL dan LST (Landing Ship Tank) KRI Teluk Bintuni 520 buatan PT Daya Radar Utama, TNI AL diperkuat kembali dengan kapal perang bertonase besar buatan Dalam Negeri. Yang dimaksud adalah KRI Tarakan 905, jenis kapal tanker/BCM (Bantu Cair Minyak) buatan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB). Kapal dengan bobot kosong 2.400 ton ini seolah menjadi angin segar bagi lini armada kapal tanker TNI AL yang sudah lama mendambakan penambahan kapal untuk tugas dukungan operasi tempur jarak jauh. (more…)
Sebagai kekuatan laut yang memiliki armada dengan jumlah kapal perang ratusan, sudah barang tentu TNI AL punya elemen kapal-kapal tanker untuk menunjang beragam misinya. Disamping urusan jumlah kapal yang bejibun, luas wilayah lautan Indonesia yang mencapai 2/3 luas lautan di Asia Tenggara, mengharuskan sebaran armada kapal tanker yang memadai. Dan bicara tentang kapal tanker milik TNI AL, ada nama KRI Balikpapan 901, KRI Sambu 902, KRI Arun 903, KRI Sungai Gerong 906, dan KRI Sorong 911. (more…)
Dalam sebuah misi tempur dan patroli jarak jauh sudah umum bila terdapat unit kapal tanker pada iringan konvoi. Keberadaan kapal tanker mutlak diperlukan sebagai elemen pendukung logistik dan bahan bakar untuk kapal perang lainnya, seperti korvet, fregat, LST (landing ship tank) dan kapal selam. Dengan adanya kapal tanker, menjadikan unsur kapal perang yang sedang melakukan operasi tidak perlu kembali ke pangkalan untuk pemenuhan kebutuhan logistik dan bahan bakar. (more…)