Satu lagi alutsista ‘mahal’ asal Barat berhasil dihancurkan oleh drone kamikaze Lancet 3. Dari video yang dirilis oleh akun Twitter “Ukraine Weapons Tracker” pada 1 Agustus 2023, terungkap secara jelas bahwa drone kamikaze Rusia berhasil menghancurkan sistem rudal pertahanan udara (hanud) IRIS-T SLM yang dioperasikan Ukraina. Ini adalah konfirmasi pertama atas hancurnya sistem hanud IRIS-T (InfraRed Imaging System Tail/Thrust Vector-Controlled) Ukraina yang dipasok oleh Jerman. (more…)
Bulan September mendatang, Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN) akan merilis tinjauan kapal perang permukaan independen dalam Defence Strategic Review. Nantinya dari situ akan diputuskan tentang rencana strategis di masa depan untuk armada kapal perang permukaan. Yang salah satu poinnya adalah, apakah AL Australia membutuhkan kehadiran kapal perang sekelas korvet? (more…)
Sejak tahun 2020, dua ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) roda rantai berkompetisi dalam program Land 400 Phase 3 yang digelar Departemen Pertahanan Australia. Dengan target untuk menggantikan posisi ranpur M113 yang telah uzur, Lynx KF41 buatan Rheinmetall Defence (Jerman) dan Redback buatan Hanwha Defence (Korea Selatan) bertarung dalam fase pengujian untuk memenangkan tender pengadaan IFV untuk Angkatan Darat Australia yang nilainya mencapai Aus$18,1 miliar atau setara 11,1 miliar euro. (more…)
Menurut informasi yang dirilis Kantor Kanselir Jerman, disebut bahwa Negeri Bavaria akan memasok sejumlah besar drone intai RQ-35 Heidrun ke Angkatan Bersenjata Ukraina. Meski dipasok oleh Jerman, uniknya RQ-35 Heidrun adalah drone produksi Denmark. Dari segi desain dan fungsi, Heidrun sepintas tak berbeda dengan drone intai pada umumnya. Namun, setiap drone yang berlaga di perang Ukraina, menjadi menarik untuk disimak. (more…)
Setelah diluncurkan oleh Galangan Thyssenkrupp Marine Systems (TKMS) di Kiel, Jerman, pada 13 Desember 2022, saat ini unit perdana dari kapal selam Invincible class – yaitu RSS Impeccable, dikabarkan telah tiba di RSS Singapura – Changi Naval Base, pada 20 Juli 2023. RSS Impeccable tidak dilayarkan dari Jerman, melainkan dibawa ke Singapura dengan digendong oleh Rolldock Storm – jenis Semi Submersible Heavy Lift Vessel dari Kiel pada 18 Mei 2023. (more…)
Melengkapi pengadaan 35 unit jet tempur steath F-35A Lightning II, Jerman rupanya juga akan membeli paket persenjataan untuk F-35 dalam jumlah yang sangat besar. Hal tersebut diketahui setelah US Defense Security Cooperation Agency (DSCA) memberikan persetujuan atas potensi penjualan 969 rudal udara ke udara ke udara AIM-120C-8 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM) senilai US$2,9 miliar. (more…)
Perang di Ukraina telah memperlihatkan betapa pentingnya drone kamikaze. Dan Jerman sebagai negara yang amat khawatir terdampak konflik, telah mengucurkan anggaran militer 100 miliar euro pada tahun 2022. Selain pengadaan rudal hanud jarak jauh dan jet tempur stealth F-35A Lightning II, Jerman juga telah memutuskan untuk memproduksi drone kamikaze (loitering munition) di wilayahnya. (more…)
Dengan eskalasi tingkat tinggi, maka lazim bila banyak pesawat dan drone intai terbang di sekitar udara Ukraina. Secara bergilir, unsur intai yang melibatkan pesawat AWACS (Airborne Warning and Control System) dari Amerika Serika dan negara NATO meronda ruang udara di kawasan yang tengah berkecamuk. (more…)
Industri pertahanan Jerman sempat memprotes keras pengadaan jet tempur stealth F-35A Lightning II untuk Angkatan Udara Jerman, pasalnya industri pertahanan Jerman yang tidak terlibat proyek Joint Strike Fighter (JSF) tidak kebagian ‘kue’ dari akuisisi 35 unit F-35A senilai US$8,4 miliar. Namun, isu tersebut kini dapat diredam, pasalnya manufaktur asal Jerman, Rheinmetall telah bergabung dalam fase produksi F-35. (more…)
Kecemasan terlibat dalam perang besar mendorong negara-negara NATO untuk merancang alutsista dengan daya lethal tinggi saat Perang Dingin. Salah satu segmen yang mendapat perhatian yakni MLRS (Multiple Launch Rocket System). Lantaran yang bakal dihadapi adalah militer Uni Soviet dan Pakta Warsawa, maka MLRS disiapkan dalam kaliber berat, dan Jerman rupanya pernah merancang self propelled MLRS di kaliber 280 mm. (more…)