Kabar jatuhnya jet tempur Rafale menjadi pusat pemberitaan dari konflik bersenjata antara India versus Pakistan pada 7 Mei 2025, pasalnya status Rafale sebagai jet tempur terbaru India yang dikenal canggih dan di atas kertas punya kualitas lebih unggul dari jet tempur buatan Cina, menyulut pergunjingan tajam tingkat dunia. (more…)
Selain pengerahan perdana jet tempur Rafale dalam Operasi Sindoor, Angkatan Udara India juga untuk pertama kalinya mengerahkan sistem rudal hanud (pertahanan udara) buatan Rusia, S-400 Triumf dalam menghalau serangan balik jet tempur Pakistan. Pada malam 7 Mei 2025, pertahanan udara India menghadapi ujian saat Pakistan meluncurkan rentetan serangan drone dan rudal yang menargetkan instalasi militer di India utara dan barat. (more…)
Sebelum terjadi duel udara di atas Line of Control (LoC) Kashmir pada 7 Mei lalu, maka beberapa hari sebelumnya, yakni pada 29-30 April 2025 ada klaim dari pihak Pakistan yang menyebut bahwa jet tempur Chengdu J-10C milik Angkatan Udara Pakistan berhasil melakukan jamming pada jet tempur andalan Angkatan Udara India, Dassault Rafale. (more…)
Tak mau tertinggal atas klaim keunggulan, sejumlah media sosial India juga mempublikasi beberapa bukti terkait jatuhnya jet tempur Pakistan di di dekat wilayah Akhnoor, Kashmir, termasuk video yang memperlihatkan pilot India yang cedera setelah melontarkan diri. (more…)
Pelibatan alutsista canggih dalam konflik modern ibarat dua mata pisau bagi manufaktur senjata, bila performa memukau maka bakal berbuah manis bagi promosi dan pemasaran, sebaliknya bisa berdampak negatif bila performa kurang optimal. Dan hal tersebut rupanya baru saja dirasakan Dassault Aviation, setelah menikmati pamor Rafale yang battle proven dalam operasi di Afghanistan, Suriah dan Libia, situasi telah berbalik di Kashmir. (more…)
Sebagai respon atas serangan udara India dalam Operasi Sindoor di Kashmir, pihak Pakistan menyebut telah menembak jatuh lima jet tempur Angkatan Udara India, terdiri dari tiga unit Dassault Rafale, satu unit Sukhoi Su-30MKI dan satu unit MiG-29 Fulcrum. Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif, termasuk telah menahan sejumlah personel militer India. (more…)
Punya dua lawan (Cina dan Pakistan) yang harus dihadapi secara bersamaan, membuat India mutlak memiliki kesadaran situasional optimal. Selain penggelaran radar intai di permukaan dan pesawat peringatan dini, India juga memanfaatkan luar angkasa untuk pengintaian strategis. Selain menggunakan solusi satelit intai produksi dalam negeri, India rupanya melirik teknologi HawkEye 360. (more…)
Saling klaim terkait konflik perbatasan antara India dan Pakistan kerap memunculkan isu kontroversial, sebut saja dalam duel udara di atas Kashmir pada 27 Februari 2019, pihak Pakistan menyebut jet tempur JF-17 Thunder mampu menembak jatuh Sukhoi Su-30MKI milik India. (more…)
Guna mengikuti Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 di Perairan Bali, Angkatan Laut India mengerahkan kapal perang dari jenis LST (Landing Ship Tank) INS Shardul (L16) dan sebuah pesawat intai maritim P-8I Poseidon. (more…)
Tidak seperti kedatangan F-35A Lightning II pada Aero India 2023 yang sebatas dipamerkan statis dan demo udara, maka secara mengejutkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari terakhir pameran dirgantara Aero India 2025 (14/2/2025) mengumumkan penawaran jet tempur stealth tersebut ke India. (more…)