
Meski tengah menjadi sorotan karena diduga beberapa unit ditembak jatuh dalam perang udara di Kashmir, dan ada kerja sama industri pertahanan yang erat antara Perancis dan India, namun, Perancis tetap pada pendirian untuk tidak memberikan apa yang diminta oleh India terkait akuisisi jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation. (more…)

Kontroversi atas rontoknya sejumlah jet tempur Angkatan Udara India dalam perang di Kashmir, sepertinya masih bakal berlanjut, terlebih ada nama Dassault Rafale yang diduga ikut menjadi korban dari rudal udara ke udara yang dilepaskan jet tempur Angkatan Udara Pakistan. (more…)

Contoh yang baik dari proses alih teknologi alias transfer of technology (ToT) bisa merujuik pada pencapain yang dilakukan oleh India. Seperti Lockheed Martin yang belum lama ini memuji kehebatan manufaktur pertahanan India, yang mana 96 persen bagian sayap dari pesawat angkut C-130J Super Hercules saat ini dibuat di India. (more…)

Pemberitaan bombastis atas keunggulan Chengdu J-10C dalam duel udara dengan jet tempur India, bukan hanya membawa dampak negatif bisnis Dassault Aviation selaku manufaktur Rafale, rupanya Korea Aerospace Industries (KAI) selaku manufaktur jet tempur ringan multirole FA-50 Fighting Eagle, kini tengah dilanda kecemasan atas reputasi Chengdu J-10C. (more…)

Selain alutsista buatan Cina seperti jet tempur JF-17 Thunder dan Chengdu J-10C berikut rudal udara ke udara jarak jauh PL-15, militer Pakistan diketahui juga menggunakan sistem senjata buatan Turki untuk menyerang sasaran strategis India di wilayah perbatasan. Jenis senjata asal Turki yang dimaksud adalah drone kamikaze (loitering munition) YIHA-III. (more…)

India tidak tanggung-tanggung dalam upayanya menggempur sasaran strategis Pakistan, salah satu yang terungkap adalah penggunaan rudal jelajah udara ke permukaan berharga mahal, SCALP (Système de Croisière Autonome à Longue Portée) atau Storm Shadow buatan MBDA Missile Systems yang diluncurkan dari jet tempur Dassault Rafale. (more…)

Bila klaim Pakistan yang telah menghancurkan sistem rudal hanud (pertahanan udara) S-400 “Sudarshan” milik India benar, maka boleh jadi hubungan antara Cina dan Rusia menjadi ‘tak enak hati’, pasalnya S-400 yang merupakan produksi Rusia, diklaim telah dihancurkan oleh rudal jelajah udara ke permukaan hipersonik CM-400AKG yang tak lain adalah produksi Cina yang disebut telah diluncurkan ke sasaran perbatasan dengan jet tempur JF-17 Thunder. (more…)

Produk alutsista buatan Cina menjadi naik pamor dalam konflik bersenjata India versus Pakistan, selain nama jet tempur JF-17 Thunder Block III dan Chengdu J-10C, maka nama rudal udara ke udara jarak jauh – Beyond Visual Range (BVR) PL-15 dan PL-15E (varian ekspor) turut terdongkrak setelah puing-puing rudal tersebut ditemukan, bersamaan dengan kabar rontoknya beberapa jet tempur dari Angkatan Udara India, yang di atas kertas lebih canggih. (more…)

Meski telah mengoperasikan delapan unit AEW&C (Airborne Early Warning and Control) Saab 2000 Erieye buatan Swedia, namun Angkatan Udara Pakistan faktanya juga mengoperasikan AEW&C jenis lain, yakni Shaanxi ZDK-03 buatan Cina. (more…)

Kabar jatuhnya jet tempur Rafale menjadi pusat pemberitaan dari konflik bersenjata antara India versus Pakistan pada 7 Mei 2025, pasalnya status Rafale sebagai jet tempur terbaru India yang dikenal canggih dan di atas kertas punya kualitas lebih unggul dari jet tempur buatan Cina, menyulut pergunjingan tajam tingkat dunia. (more…)