Saab belum lama ini membuat terobosan penting dalam pembuatan komponen untuk jet tempur Gripen. Persisnya pada 19 Maret 2021, Gripen D (tandem seat) yang bertolak dari Bandara Linkoping, Swedia, berhasil melakukan uji coba terbang menggunakan komponen yang berasal dari teknologi cetak 3D (3D printed). Ini meupakan terobosan besar, pasalnya cetak 3D dapat digunakan di masa depan untuk perbaikan kerusakan pesawat di medan perang. (more…)
Setelah sukses menuntaskan program eMLU (enhanced Mid Life Upgrade) pada 18 unit F-16 A/B Fighting Falcon, Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) diwartakan akan melakukan upgrade pada 11 unit jet tempur Gripen C/D. Program upgrade tersebut telah diumumkan pada 3 Maret 2021 dengan nilai mencapai US$20,84 juta. Upgrade pada Gripen Thailand yang dimaksud adalah menjadikannya ke standar MS20. (more…)
Aksi elephant walk pada runway sudah jamak dilakukan oleh pesawat militer dan sipil, namun ada yang khusus bagi AU Kerajaan Thailand, lewat postingan di akun Twitter @ThaiArmedForce pada 11 November 2020, tepat di tanggal yang sama, 11 unit jet tempur Gripen dari Wing 7 melakukan elephant walk dengan posisi di bagian paling belakang satu unit pesawat intai AEW&C Saab 340 Erieye. Namun, bukan sekedar elephant walk yang ingin diperlihatkan oleh skadron Gripen Thailand. (more…)
Sebagai bagian dari rencana strategis, Brasil mulai tahun 2021 akan menerima unit perdana jet tempur Gripen E/F (aka F-39) dan secara keseluruhan 36 unit penempur asal Swedia itu akan diterima pada tahun 2026. Melihat periode penantian yang tak singkat, AU Brasil rupanya belum akan melepaskan kesiapan tempur jet tempur F-5 Tiger II. Bahkan, kabar terbaru menyebut Brasil baru saja menuntaskan paket upgrade pada varian F-5 tercanggih di dunia tersebut. (more…)
Agak beda dengan pengiriman jet tempur pada umumnya yang dilakukan lewat ferry flight dan menggunakan pesawat kargo, pada 20 September 2020, jet tempur Gripen E telah tiba di Brasil melalui jalur laut. Menggunakan kapal kargo, satu unit Gripen E dengan nomer FAB4100 telah bertolak dari Pelabuhan Norrkoping di Swedia pada 29 Agustus lalu. (more…)
Bila suatu negara dengan anggaran pertahanan ngepas, namun menuntut kehadiran jet tempur mumpuni dalam waktu relatif cepat, sementara dari dalam negeri ada ketentuan untuk menerima ToT (Transfer of Technology), maka lantas apa yang dapat dilakukan oleh negara tersebut? Opsi pertama yang mudah dibayangkan adalah membeli jet tempur bekas pakai, tapi ini akan minus pada harapan mendapatkan ToT. Dengan kondisi yang serba dilematis, apa yang bisa dilakukan oleh negara tadi, sementara eskalasi konflik di masa depan bisa pecah suatu waktu. (more…)
Ada kabar dari Linköping, yaitu kota kecil di selatan Swedia yang menjadi markas dari Saab Aeronautics. Dikabarkan bahwa Saab telah sukses melakukan uji coba pemasangan radar baru pada jet tempur Gripen. Radar yang dimaksud berteknologi Active Electronically Scanned Array (AESA) X-band. Pada uji coba 8 April lalu, jet uji Gripen D (tandem seat) terbang selama 90 menit dari Saab’s Linköping airfield untuk serangkaian uji kemampuan deteksi pada sasaran udara dan permukaan. (more…)
Gripen dengan kamuflase loreng abu-abu khas ‘Sukhoi ‘TNI AU
Lepas dari kepentingan promosi, menampilkan sosok jet tempur dengan livery yang unik tak pelak menjadi perhatian bagi banyak kalangan. Meski pada dasarnya setiap jet tempur dapat ditorehkan dengan livery yang atraktif, tapi nampaknya desain jet tempur dengan sayap delta adalah yang favorit. Bentang sayap yang relatif besar, memberi kebebasan tersendiri bagi ‘seniman’ untuk menorehkan desain ‘tanpa batas.’ (more…)
Siapa sangka bila jet tempur kebanggaan Negeri Anak Benua, HAL (Hindustan Aeronautics Limited) Tejas, kedepannya akan ‘mirip’ dengan jet tempur Saab Gripen. Persisnya Tejas yang saat ini sudah dioperasikan AU India (Tejas MK1 dan MK1 Navy) akan dikembangkan menjadi Tejas MK2, yang tak lain adalah penempur bermesin tunggal dengan sayap delta, yang pada varian MK2 ini, Tejas akan ditambahkan canard. Menjadikan Tejas MK2 mirip dengan Gripen, yakni sama-sama penempur bermesin tunggal, bersayap delta dan dilengkapi canard berukuran besar. (more…)
Soal kecanggihan, rasanya tak ada yang meragukan kemampuan Rafale besutan Dassault Aviation. Segala fitur khas jet tempur generasi 4.5 ini telah melekat pada Rafale. Namun, ada suatu pertanyaan mendasar tentang jet tempur twin engine ini, yaitu air refuelling probe yang tak bisa dilipat ke dalam bodi (non retractable probe). Agak berbeda dengan jet tempur papan atas generasi terbaru yang sudah menganut mazhab retractable probe. (more…)