Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada sistem drone telah bergeser dari sekadar pengujian eksperimental menjadi doktrin operasional di medan tempur. Berdasarkan artikel ilmiah terbaru berjudul ‘Ways of Increasing the Effectiveness of Using Unmanned Aerial Vehicles Through the Use of Artificial Intelligence’ yang dipublikasikan dalam majalah resmi Kementerian Pertahanan Rusia, Military Thought, kawanan (swarm) drone kamikaze Geran yang dibekali algoritma AI mampu secara masif menjenuhkan hingga melumpuhkan sistem pertahanan udara Ukraina (Air Defense Overload) hingga 400 persen dalam satu gelombang serangan. (more…)
Peta pertempuran di teater Laut Hitam kembali mengalami eskalasi taktis yang radikal seiring munculnya bukti-bukti baru mengenai perubahan doktrin penggunaan alutsista oleh militer Rusia. Drone intai dan serang jarak jauh berpemandu, Shahed-136—atau yang dalam dinas militer Rusia dikenal sebagai Geran-2, kini dilaporkan mengemban misi baru yang jauh lebih dinamis. (more…)
Peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) Rusia tahun ini menjadi ajang unjuk gigi bagi evolusi terbaru drone kamikaze (loitering munition) andalan Moskow, Geran-2. Salah satu unit yang mencuri perhatian adalah Geran-2 dengan nomor seri Ы80000 yang dipamerkan di Patriot Park, Kronstadt. (more…)
Memasuki awal tahun 2026, Rusia dilaporkan tengah mempercepat proyek ambisius dalam teknologi drone (UAV) dengan memperkenalkan Geran-5. Berbeda total dengan seri Geran 2 yang lambat, Geran-5 merupakan hasil adaptasi langsung dari drone Karrar milik Iran yang bermesin jet. (more…)
Setelah diketahui punya kemampuan meluncurkan rudal udara ke udara jarak pendek R-60, drone kamikaze Shahed-136, atau variannya yang diproduksi Rusia, Geran-2, disebut punya kemampuan ekstra lainnya, yaitu disebut mampu meluncurkan ranjau anti tank. (more…)
Sebagai ‘pemain’ awal dalam operasi militer Rusia di Ukraina, nama drone kamikaze Shahed-136 masih eksis, dan terus dioperasikan dengan sejumlah inovasi untuk menyesuaikan kebutuhan akan misi barunya. Sebagai bukti adalah Geran 2, yakni varian Shahed-136 yang diproduksi oleh Rusia, ternyata kini punya peran baru untuk melancarkan serangan ke sasaran di udara. (more…)
Sejak tahun lalu, nama drone kamikaze bermesin turbojet Shahed-238 telah menjadi bahan perbincangan, saat digunakan Rusia dalam misi serangan jarak jauh ke Ukraina. Namun, dengan lokalisasi produksi, drone tersebut kini telah dibuat secara lisensi di Rusia dengan nama “Geran (Geranium)-3”. (more…)
Meski Rusia gencar mengembangkan drone kamikaze, namun, untuk kemampuan serangan drone kamikaze jarak jauh, selama ini Rusia masih mengandalkan pasokan dari Iran, sebut saja dengan eksistensi Shahed-136, yang kemudian diproduksi secara lokal di Rusia denngan label “Geran 2”. Rupanya Rusia tak ingin terlalu bergantung pada Iran, ada kabar bahwa Rusia telah memanfaatkan keunggulan teknologi Cina untuk adaptasi drone kamikaze jarak jauh. (more…)
Meski dari aspek performa mengundang kontroversi, namun nama drone kamikaze bertenaga propeller Shahed-136 telah mewarnai jalannya perang Rusia – Ukraina, pasalnya Shahed-136 telah banyak menimbulkan kerugian pada Ukraina. Dan lepas dari pamor Shahed-136 yang digunakan dan telah diproduksi oleh Rusia dengan label Geran-2, maka Belarusia kini juga bergabung menjadi operator Shahed-136. (more…)
Setelah Iran dan Rusia memulai pembangunan pabrik drone kamikaze pada awal tahun 2023, maka untuk pertama kalinya beredar video pendek yang memperlihatkan fasilitas produksi drone tersebut yang berada di kota Yelabuga, Republik Tatarstan, Rusia tengah. Meski keterangan pada video terbilang minim, namun terlihat jalur produksi varian drone Shahed-136 telah berjalan secara masif, yang mencitrakan kesiapan Rusia untuk meladeni peperangan di sepanjang 2024 ini. (more…)