
Sebuah langkah di luar dugaan diambil oleh pimpinan TNI AU dalam keterlibatannya di ajang latihan pertempuran udara multinasional paling bergengsi di Belahan Bumi Selatan, Pitch Black 2026. Tidak seperti edisi-edisi sebelumnya yang secara bergantian mengandalkan taring jet tempur utama (frontline fighter) sekelas Sukhoi Su-27/Su-30 atau F-16 Fighting Falcon, pada edisi tahun ini TNI AU justru memutuskan untuk menerjunkan armada jet latih tempur (Lead-In Fighter Trainer/LIFT), T-50i Golden Eagle. (more…)

Program modernisasi militer Korea Selatan mencatat pencapaian strategis yang krusial, rudal jelajah jarak jauh udara-ke-darat domestik pertama mereka, Cheonryong (yang berarti “Naga Langit” dalam bahasa Korea), sukses menyelesaikan uji terbang teknis pertamanya pada 25 Juni 2026. (more…)

Dinamika industri pertahanan global kembali dikejutkan oleh ketidakpastian yang menyelimuti armada jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Korea Aerospace Industries (KAI) tetap optimis dalam menjanjikan integrasi rudal udara-ke-udara jarak menengah AIM-120 AMRAAM untuk armada FA-50 pesanan Angkatan Udara Malaysia (RMAF). (more…)

Angkatan Udara Filipina (PAF) dipastikan akan memiliki taring yang jauh lebih tajam dalam menjaga kedaulatan wilayah udaranya. Pada 12 Desember 2025, pemerintah Filipina secara resmi menandatangani kontrak strategis dengan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk melakukan peningkatan kemampuan (upgrade) besar-besaran terhadap 11 unit jet tempur FA-50PH Fighting Eagle yang saat ini dioperasikan. (more…)

Secara faktual, meskipun Indonesia adalah pembeli ekspor pertama (launch customer) T-50 Golden Eagle di dunia pada tahun 2011, spesifikasi T-50i TNI AU tertinggal cukup jauh jika dibandingkan dengan T-50TH milik Thailand. Meski begitu, ketertinggalan spesifikasi bukan selalu terkait anggaran. (more…)

Dikirim sangat cepat, yakni kurang dari satu tahun sejak kontrak pembelian ditandatangani pada September 2022, Angkatan Udara Polandia telah menerima unit perdana jet tempur ringan FA-50GF (Gap Filler) pada Juli 2023. Bahkan pada Desember 2023, satu skadron (12 unit) FA-50GF telah mengudara di langit Polandia. Pencapaian kecepatan produksi dan kecanggihan fitur yang ditawarkan generasi baru FA-50 (FA-50 Block 20), sontak membuat banyak negara kepincut pada FA-50. (more…)

Melanjutkan berita pada bulan Januari lalu, kini proyek pengadaan tambahan jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle untuk Angkatan Udara Filipina (PAF) telah dimatangkan dalam penandatangan kontrak atas 12 unit FA-50 produksi Korea Aerospace Industries (KAI) pada tanggal 3 Juni 2025. (more…)

Adalah pencapaian besar ketika Korea Selatan berhasil mengekspor K9 Self Propelled Howitzer ke Mesir, yang artinya membuka pasar alutsista baru bagi Negeri Ginseng ke Afrika. Mesir pun turut kebagian berkah dari kerja sama dengan Korea Selatan, pasalnya selain menawarkan paket pinjaman luar negeri dengan bunga rendah, Korea Selatan juga memberikan alih teknologi. (more…)

Mulai menerima jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle pada November 2015, saat ini Angkatan Udara Filipina telah mengoperasikan satu skadron (12 unit) FA-50PH. Satu skadron rupanya jauh dari kecukupan pada postur pertahanan udara, dan ada kabar bahwa Filipina dengan mempersiapkan skadron kedua untuk FA-50, namun dengan varian (block) terbaru. (more…)

Sebagai penempur lapis kedua, Polandia rupanya juga mempersiapkan jet tempur ringan FA-50PL Fighting Eagle dengan kemampuan serangan udara ke permukaan jarak jauh. Salah satunya dengan diperlihatkan KGGB (Korean GPS-Guided Bomb) sebagai arsenal senjata yang dapat digotong FA-50 Polandia. (more…)