Adalah pencapaian besar ketika Korea Selatan berhasil mengekspor K9 Self Propelled Howitzer ke Mesir, yang artinya membuka pasar alutsista baru bagi Negeri Ginseng ke Afrika. Mesir pun turut kebagian berkah dari kerja sama dengan Korea Selatan, pasalnya selain menawarkan paket pinjaman luar negeri dengan bunga rendah, Korea Selatan juga memberikan alih teknologi. (more…)
Mulai menerima jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle pada November 2015, saat ini Angkatan Udara Filipina telah mengoperasikan satu skadron (12 unit) FA-50PH. Satu skadron rupanya jauh dari kecukupan pada postur pertahanan udara, dan ada kabar bahwa Filipina dengan mempersiapkan skadron kedua untuk FA-50, namun dengan varian (block) terbaru. (more…)
Sebagai penempur lapis kedua, Polandia rupanya juga mempersiapkan jet tempur ringan FA-50PL Fighting Eagle dengan kemampuan serangan udara ke permukaan jarak jauh. Salah satunya dengan diperlihatkan KGGB (Korean GPS-Guided Bomb) sebagai arsenal senjata yang dapat digotong FA-50 Polandia. (more…)
Mengikuti Airbus dengan jet tempur Eurofighter Typhoon (varian tandem seat) sebagai testbed untuk uji coba Manned-Unmanned Teaming (MUM-T), maka pabrikan dirgantara Korea Selatan, Korea Aerospace Industries (KAI) telah mengumumkan bakal menggunakan jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle sebagai testbed untuk adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di masa depan. (more…)
Meneruskan pernyataan dari CEO Korea Aerospace Industries (KAI) pada Oktober 2023, yang menyebut pengembangan masa depan jet tempur ringan FA-50 Fighting Falcon, adalah dengan mewujudkan versi pesawat tempur ringan satu kursi (single seat) F-50. Dan belum lama ini, rencana tersebut kabarnya sudah semakin serius. Selain desain, juga telah disebut jumlah biaya pengembagan yang akan diinvestasikan. (more…)
Setelah menuntaskan kontrak pengadaan 18 jet tempur serang ringan FA-50 Fighting Eagle senilai 1,2 triliun won (US$920 juta) pada akhir Februari 2023, Kementerian Pertahanan Malaysia dibakarkan tengah mempersiapkan kontrak berikutnya untuk pengadaan 18 unit FA-50 tambahan, menjadikan nantinya Angkatan Udara Malaysia (TUDM/RMAF) secara keseluruhan akan mengoperasikan 36 unit FA-50 Block 20, yang diklaim sebagai varian Fighting Eagle paling canggih. (more…)
Lantaran punya desain yang serupa, banyak orang yang menjadi rancu untuk membedakan antara T/TA-50 Golden Eagle dengan FA-50 Golden Eagle. Namun, pihak manufaktur, dalam hal ini Korea Aerospace Industries (KAI) tetap memberikan beberapa perbedaan pada dua jenis pesawat tandem seat single engine ini, meski perbedaan itu agak ‘sukar’ dilihat dari luar. (more…)
Batasan antara jet tempur FA-50 Fighting Eagle dan jet latih tempur TA-50 Golden Eagle kini sempit, lantaran TA-50 terus mendapatkan sejumlah upgrade untuk mampu melakoni peran sebagai Lead in Fighter Trainer yang mumpuni. Dan belum lama ini, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) lewat Korea Aerospace Industries (KAI) telah mengirimkan unit perdana TA-50 Block 2 ke Angkatan Udara Korea Selatan – Republic of Korea Air Force (RoKAF). (more…)
Apakah mungkin jet tempur generasi keempat mampu mengalahkan jet tempur generasi kelima? Maka jawabannya akan sangat bergantung pada beragam faktor. Meski di atas kertas jet tempur generasi kelima serba unggul, tapi bukan tak mungkin penempur generasi keempat serba inferior dan tak berdaya. Seperti belum lama ini, Angkatan Udara Filipina – Philippine Air Force mengklaim jet tempur FA-50PH miliknya berhasil mengunci dan menjatuhkan jet tempur stealth F-22 Raptor. (more…)
Menteri Pertahanan Nasional Polandia, Mariusz Błaszczak, mengumumkan kedatangan dua pesawat serang ringan FA-50PL baru di pangkalan udara Okęcie di Warsawa, menandai langkah signifikan lainnya dalam memperkuat kemampuan pertahanan udara Polandia. (more…)