Sebuah pemandangan tak biasa di langit Pangkalan Udara Edwards (Edwards AFB), California, mencuri perhatian kalangan pengamat penerbangan militer. Angkatan Udara AS (USAF) tertangkap kamera tengah menguji F-22 Raptor dalam manuver ekstrem sembari menggendong sepasang pod sensor berdesain low-observable (siluman) di bawah sayapnya. (more…)
Hari ini, 29 tahun lalu yang bertepatan dengan 7 September 1997, menjadi momen bersejarah dalam jagad penerbangan militer, dimana prototipe jet tempur stealth F-22 Raptor terbang perdana di Dobbins Air Reserve Base di Marietta, Georgia, Amerika Serikat. Bertindak sebagai pilot uji dalam penerbangan perdana Raptor adalah Paul Metz. (more…)
Jet tempur F-22 Raptor, selama ini dikenal sebagai salah satu monster langit paling mematikan berkat kemampuan siluman (stealth) yang membuatnya nyaris tidak terlihat oleh radar musuh. Di balik performa superior tersebut, jet tempur ini diselimuti oleh warna cat abu-abu khas yang mendominasi hampir seluruh bodi pesawat. (more…)
Saat melihat pesawat terbang komersial melintas di langit malam dengan lampu berkedip merah dan hijau adalah hal yang biasa karena fungsi lampu navigasi tersebut sangat krusial untuk menjaga keselamatan penerbangan. Namun, pemandangan berbeda akan terlihat jika yang melintas adalah armada jet tempur militer yang sedang menjalankan operasi malam hari. (more…)
Kemampuan Lockheed Martin F-22 Raptor dalam menguasai lapisan stratosfer di atas ketinggian 60.000 kaki (lebih dari 18 kilometer) memang kerap mengundang decak kagum. Namun, di panggung geopolitik dirgantara global, sang pemangsa udara asal Amerika Serikat ini ternyata tidak sendirian. (more…)
Mayoritas jet tempur generasi keempat dan kelima dirancang untuk beroperasi secara optimal pada ketinggian di bawah 50.000 kaki (sekitar 15 kilometer). Namun, ada satu penempur yang mampu melenggang dengan sangat mudah di lapisan stratosfer ekstrem, menembus ketinggian di atas 60.000 kaki (lebih dari 18 kilometer). Pesawat tersebut adalah Lockheed Martin F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS (USAF). (more…)
Perkembangan desain jet tempur siluman generasi kelima terus menunjukkan pergeseran prioritas, di mana manajemen jejak radar, pengurangan bobot, serta simplifikasi manufaktur kini jauh lebih diutamakan ketimbang konfigurasi warisan era Perang Dingin. (more…)
Kedatangan pesawat pengebom siluman generasi keenam Amerika Serikat, B-21 Raider, membawa angin segar bukan hanya dari segi daya gempur, melainkan juga dari sisi efisiensi logistik darat. Northrop Grumman selaku pabrikan mengklaim bahwa B-21 Raider dirancang agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada fasilitas hanggar khusus dengan sistem pengondisi udara dan suhu (climate-controlled hangars). (more…)
Tepat hari ini, 15 tahun lalu, persisnya pada 11 Januari 2011, jagad dirgantara global mencatat peristiwa penting, dimana telah terbang untuk pertama kalinya jet tempur generasi kelima Chengdu J-20 “Mighty Dragon”. Dengan terbangnya J-20, menorehkan Cina sebagai pemain di sektor produsen jet tempur steath, lantaran sebelum J-20, lini jet tempur stealth yang operasional di dunia baru diisi F-22 Raptor dan F-35 Lightning II. (more…)
Pada tanggal 21 Oktober 2025, Angkatan Udara AS (USAF) berhasil mencapai tonggak sejarah penting di Nevada Test and Training Range (NTTR) yang menandai titik balik dalam doktrin perang udara modern. Demonstrasi tersebut melibatkan pesawat tempur siluman generasi kelima, F-22 Raptor, yang secara efektif memerintah dan mengendalikan pesawat nirawak (UAS) canggih, MQ-20 Avenger. Peristiwa ini bukan sekadar uji terbang; ini adalah validasi kritis terhadap konsep Crewed-Uncrewed Teaming (CUT), sebuah pilar utama yang akan mendefinisikan dominasi udara di medan tempur masa depan.