Dalam pertempuran jarak dekat alias dogfight, maka ada dua jenis senjata andalan pada pesawat tempur, yakni rudal udara ke udara jarak dekat dan kanon (senapan mesin). Pilihan penggunaan di antara keduanya ada di tangan pilot dengan mempertimbangkan beragam aspek. Bila jarak tembak memungkinkan, maka pilihan utama menggunakan kanon, yang notabene berbiaya jauh lebih murah ketimbang meluncurkan rudal udara ke udara. (more…)
Pelibatan alutsista canggih dalam konflik modern ibarat dua mata pisau bagi manufaktur senjata, bila performa memukau maka bakal berbuah manis bagi promosi dan pemasaran, sebaliknya bisa berdampak negatif bila performa kurang optimal. Dan hal tersebut rupanya baru saja dirasakan Dassault Aviation, setelah menikmati pamor Rafale yang battle proven dalam operasi di Afghanistan, Suriah dan Libia, situasi telah berbalik di Kashmir. (more…)
Akuisisi jet tempur Dassault Rafale untuk kebutuhan TNI AU dianggap sebagai pilihan yang ideal, terlepas dari urusan performa, Rafale dianggap sebagai pilihan yang lebih fleksibel dan tahan terhadap sanksi atau embargo dibandingkan banyak jet tempur lain. (more…)
PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Dassault Aviation meresmikan Dassault Aviation-PTDI Design Office di Gedung Direktorat Teknologi Lt. 4, PT DI, Bandung (28/2). Peresmian ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI, Mayor Jenderal Piek Budyakto, CEO PT Dassault Aviation Indonesia, Jerome Puech, Direktur Niaga Teknologi dan Pengembangan PT DI, Moh Arif Faisal dan Direktur Produksi PT DI, Dena Hendriana. (more…)
Meski baru diserahkan pada tahun 2027, namun ada kabar bahwa Dassault Aviation telah meluncurkan unit pertama Rafale F4 pesanan Uni Emirat Arab. Peluncuran dilakukan di hadapan pejabat pertahanan dan pemimpin industri, yang menunjukkan kemajuan Dassault Aviation dalam menjalankan kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2021. (more…)
Dimulai dari penandatangan kontrak pada Januari 2021, Angkatan Udara Yunani pada awal Januari ini telah mengumumkan tibanya jet tempur Rafale terakhir yang dipesan dari Perancis. Dengan tibanya batch terakhir, maka saat ini Angkatan Udara Yunani telah lengkap dengan kehadiran 24 unit jet tempur Rafale. (more…)
Era perang dingin membawa kenangan tersendiri dalam rancangan alutsista, seperti pembom dan jet tempur yang mengusung desain sayap ayun (variable sweep wing). Selain nama-nama yang lekat di hati seperti F-14 Tomcat, Panavia Tornado, MiG-23/27 Flogger dan pembom B-1B Lancer serta Tu-160 Blackjack, rupanya Dassault Aviation dari Perancis juga pernah meluncurkan jet tempur dengan desain sayap ayun. (more…)
Jet tempur Rafale ibarat magic, pasalnya meski kemampuan kombatnya ‘diturunkan’ tapi pesawat tempur produksi Dassault Aviation itu masih laris diminati. Kasus yang menimpa Mesir, pembeli ekspor pertama Rafale, yang tidak mendapat izin untuk membeli rudal udara ke udara Meteor, rupanya tidak membuat permintaan Rafale surut di kawasan Timur Tengah. (more…)
Seolah mengikuti jejak penempur stealth F-22 Raptor, rupanya jet tempur Dassault Rafale juga telah membuktikan kemampuannya dalam menembak balon udara mata-mata di ketinggian tinggi (High Altitude Balloon). Angkatan Udara India (Indian Air Force) menggunakan Rafale untuk menembak jatuh target balon mata-mata Cina. (more…)
Melanjutkan upaya yang telah dirintis pada tahun lalu, Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis pada 8 Oktober 2024, resmi mengumumkan dimulainya program pengembangan jet tempur Rafale F5 “Super Rafale” berikut drone pendamping (loyal wingman) dengan kualifikasi tempur (UCAV) yang mengacu standar nEUROn. (more…)